Rabu, 09 November 2011

Sensasi Wisata Off Road

indosiar.com, Inilah hobi off road. Hobi ini berbahaya. Namun juga memberikan kepuasan tersendiri bagi penggemarnya. Mobil terbalik atau masuk jurang, merupakan resiko dari hobi ini. Off road merupakan hobi yang berkaitan dengan alam.Hobi ini tidak murah. Karena itu peminatnya dari kalangan terbatas saja. Yakni orang - orang yang bernyali dan memiliki uang. Lihat saja mobil jeep ini. Termasuk mobil berharga mahal yang harus mereka miliki. Harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah. Belum lagi untuk keperluan off road mobil ini harus dimodifikasi. Ini berarti keluar biaya tambahan. Agar layak dibawa off road, sedikitnya harus mengeluarkan uang 50 juta rupiah. Seperti ganti terot, shock breker, ban, serta alat pengaman lainnya. Off road biasanya dijadikan ajang kompetisi atau kejuaraan. Tapi ini kali, off road, berbeda dari biasanya. Off road ini sebagai wisata keluarga. Dua puluh mobil off road ini bukan sedang mengikuti kejuaraan. Pra pemiliknya sengaja membawa anggota keluarganya untuk berwisata,menjelajah dan menaklukkan alam. Sekaligus menguji nyali. Wisata off road memang jarang diadakan. Menurut Gadjah Kristianto, ketua pelaksana family off road, komunitas ini pun baru terbentuk enam bulan lalu. Lantaran para pecinta off road ini. sudah memiliki keluarga. Iwan misalnya, dia sengaja membawa istri dan anaknya, serta anggota keluarga lainnya, dalam setiap event family off road, padahal olah raga ini cukup berbahaya. Lihat saja anak -anak ini, mereka tampak senang, dan menikmatinya. Seperti yang diungkapkan peserta cilik, Nabila dan Zahra.Bagi mereka off road merupakan arena jalan - jalan mencari hiburan. Mengendarai mobil off road di Medan berat, harus memiliki keterampilan tersendiri. Rata - rata peserta off road ini sudah terlatih menghadapi medan seperti ini. Sehingga tidak ada insiden yang menyeramkan. Hanya beberapa kendaraan terjebak dalam Lumpur. Di tanjakan ini, sebagian mobil ada yang tidak kuat. Salah satunya mobil milik keluarga Toro. Mobil ini mengalami rusak as karena tidak kuat menanjak di tebing hampir 90 derajat. Sementara di sisinya terdapat jurang yang dalam. Bantuan pun diperlukan. Mobil kemudian ditarik dengan tali baja yang dikaitkan di belakang mobil lain. Saat turun tebing, juga harus hati – hati. Jika tidak bisa tergelincir masuk jurang. Jika kondisinya hujan dan berkabut seperti ini, semakin menegangkan. Demi keselamatan, upaya saling tolong menolong dalam acara off road semacam ini harus terjalin kuat. Malam hari semua peserta kembali ke base cam untuk istirahat, sembari menjalin keakraban antar sesama peserta. (ismail/Dv).

Minggu, 06 November 2011

Jalan Jaksa, Surga Wisata Malam Bagi Para Backpackers

Kawasan yang telah dikenal sebagai kumpulnya para turis "sandal jepit" atau lebih dikenal backpackers ini, terletak cukup strategis sebagai jalan tembus dari Jalan Kebon Sirih ke Wahid Hasyim. Dari jalan ini pula, para turis itu dapat menuju objek wisata seperti Museum Nasional dan Tugu Monumen Nasional dan sarana umum yaitu Stasiun Gambir dengan jarak relatif dekat. Belum lagi, anda akan mudah menemukan nama jalan ini dimuat dalam buku-buku panduan wisata di luar negeri. Nama Jalan Jaksa diambil dari banyaknya murid Rechts Hogeschool, semacam Sekolah Hukum di masa Hindia-Belanda, yang tinggal di kawasan ini. Nah, kebanyakan para murid tersebut bekerja sebagai jaksa di pengadilan kala itu. Lambat laun, kawasan ini pun dikenal sebagai Jalan Jaksa. Kemashuran Jalan Jaksa memang patut diacungi jempol, namun lantas jangan membayangkan jalan yang besar dengan hotel-hotel di mewah di kanan kirinya. Jalan Jaksa masih kalah besar dengan jalan-jalan di sekitarnya. Jalan ini hanya terbentang sekitar dua atau tiga kilometer saja. Namun apa yang dicari oleh para turis asing bisa didapatkan di sini. Stay the night Sebagai pilihan lokasi menginap, Jalan Jaksa tepat kiranya. Pilihan menginap seperti di Bloem Steen Homestay, Kresna Homestay, Wisma Delima, Hotel Tator, Hotel Margot dan lain lain. Harganya berkisar antara Rp30.000 hingga Rp110.000. Dengan harga seperti itu, tentunya jangan berharap mendapatkan pelayanan layaknya hotel berbintang. Namun, fasilitas yang ditawarkan cukup memadai dan nyaman. Harga makanan di kawasan ini juga cukup murah. Dijamin tidak akan menguras kantong jajan para backpackers. Transportation Kini dengan adanya fasilitas busway, maka akses untuk berkeliling Jakarta bagi mereka yang menginap di lokasi ini, akan lebih mudah. Walaupun tidak semoderen dan berkembang seperti Kuta di Bali, namun Jalan Jaksa masih mampu menawarkan berbagai pilihan layanan yang sangat membantu wisatawan dengan budget terbatas seperti travel agen, toko buku, money changer, dan lain lain. Night life Di sepanjang jalan ini, anda akan banyak menemui bar, restoran, rumah makan, cafe dan beberapa penginapan dari tingkat losmen sampai hotel. Kebanyakan dibuka dengan standar barat, yaitu ada minuman beralkohol, karaoke, hiburan musik serta makanan bercita rasa lidah turis. Di ujung Jalan Jaksa ada kafe yang sangat populer bernama Absolut Bar. Di sini suasana jauh lebih santai, dengan pengunjung yang lebih bermacam-macam dan koleksi berbagai minuman keras di bar-nya. Bar ini sebenarnya terdiri dari dua lantai dan di lantai atas anda bisa bermain bilyard, dengan fasilitas semacam ini tidak heran jika tempat ini sangat ramai dikunjungi.

Sabtu, 05 November 2011

Pulau Merak kecil

Pulau Merak kecil terletak ± 1 Km disebelah daya pelabuhan Merak dan dapat ditempuh ± 10 menitdengan menggunakan perahu motor. Pulau ini memiliki luas areal 4,62 Ha dan merupakan gugusan dari Pulau merak besar terdapat aneka keran, hamparan bebatuan dan tumbuhan serta pepohonan. Pemadangan dari pulau ini kearah selat sunda dan pelabuhan Merak yang dilatar belakangi pegunungan sangat indah. Pada kedua pualu ini ( Action Plan Zona B ), direncanakan akan dibangun “ Cable Car “ dengan dengan stasiun utamanya dikawasan pantai Marina Merak, sehingga para Wisatawan akan dapat melihat aktifitas pelabuhan Merak, kapal/perahu yang sedang berlayar dan pemandangan laut selat Sunda. Serta Pegunungan disekitar Merak. Dipulau Merak besar, pengunjung dapat keluar dari Cable Car dan menuju Restaurant yang berada diatas stasiun Cable Car untuk menikmati hidangan Sea Food, aneka makanan / minuman sambil menikmati panorama alam sekitarnya. Juga akan isediakan “Teropong besar” yang dapat melihat Pulau Sumatrea, Gunung Karakatau, Gunung Batur dan pemandangan sekitarnya. Sementara di Pulau Merak Kecil para pengunjung dapat melihat Aquarium dan Biota laut serta dapat menikmati makanan / minuman di restaurant bawah laut yang merupakan restaurant bawah laut pertama di indonesia. Selain itu di kawasan ini juga juga akan di rasa menjadi “ Kampung Wisata/Kampung Nelayan “ dan rekreasi pantai serta area pengembangan wisata budaya asli Kota Cilegon.

Selasa, 18 Oktober 2011

Syukur & Ikhlas

Sahabat Forum yg dirahmati ALLAH SWT, ada banyak hal yang kadang sangat-sangat sepele tetapi karena sikapi dengan sangat reaktif dan emosional, tiba-tiba hal yang sepele itu menjadi sebuah masalah yang besar dan berlarut-larut tanpa ada penyelesaian yang bijak. Suatu hari seorang bapak makan disebuah restoran bersama dengan keluarganya. Ketika sedang asik menyantap makanan, bapak tersebut melihat disampingnya ada seorang anak kecil yang tanpa sengaja menjatuhkan gelas dari mejanya. Airnya tumpah membasahi taplak meja dan baju si anak. Spontan ayah anak itu marah, “Mengapa kamu tidak hati-hati?” bentak si ayah. Si anak menangis. Si ayah makin memarahinya saja. Bapak yang lain menyaksikan kejadian itu hanya geleng-geleng saja. Menurutnya suasana makan keluarga tersebut seketika berubah menjadi kacau. Tentu saja keadaan tersebut tidak akan terjadi jika sang ayah mampu bersikap lebih bijak, sabar, dan tidak emosional. Jika kita renungkan, dalam hidup ini ada banyak masalah yang muncul karena kita terlalu membesar-besarkan masalah yang sebenarnya sederhana saja. Keadaan akan menjadi lain, keluarga tersebut akan makan dengan tenang dan bersuka-cita, jika si ayah berkata sambil tersenyum, “Lain kali hati-hati ya, nak.” Masalah pun selesai ! Si anak dan keluarga yang lain pun senang. Namun, yang sering terjadi adalah kita lebih mengutamakan amarah, menyalahkan orang lain, keadaan, dan dunia sekitar jika sedang ditimpa persoalan. Akibatnya kita kehilangan dua hal yang sangat penting dalam hidup ini, yaitu : Pertama : Rasa Syukur Jika terlalu sibuk menggerutu dan mengeluh, kita akan kehabisan waktu untuk bersyukur atas segala rahmat yang Allah berikan. Hari ini sebelum kita protes tentang menu dan rasa makanan dihadapan kita, pikirkanlah seseorang yang tidak memiliki sesuatu untuk dimakan. Sebelum kita mengeluh karena tidak memiliki banyak materi, pikirkanlah seseorang yang mengemis dijalanan hanya untuk mendapatkan sedikit belas kasihan dari orang lain. Sebelum kita mengeluh karena wajah kita tidak secantik atau setampan yang kita inginkan, pikirkanlah seseorang yang memiliki wajah lebih buruk. Sebelum kita mengeluh tentang kekurangan pasangan kita, pikirkanlah banyaknya orang yang bergumul meminta pasangan hidup. Sebelum kita mengeluh tentang sulitnya hidup ini, pikirkanlah seseorang yang terbaring koma di rumah sakit, bahkan untuk memikirkan masa depanpun ia sudah tidak mampu lagi. Sebelum kita mengeluh mengenai jarak yang harus kita tempuh ketika mengemudi, pikirkanlah seseorang yang juga menempuh jarak yang sama dengan berjalan kaki. Ketika kita merasa lelah dan mengeluh tentang pekerjaan, pikirkanlah seseorang yang tidak mempunyai pekerjaankarena tidak memiliki kemampuan dan kesempatan seperti kita. Kedua : Rasa Ikhlas Kehidupan ini harus diterima dengan penuh Kebahagiaan tanpa suatu keharusan memiliki segalanya dengan berlebihan. Jalan kebahagiaan adalah merasa senang pada diri kita, apa yang kita kerjakan dan apa yang kita miliki merupakan rahasia kekuatan, kepuasan, dan kehidupan pribadi yang berenergi tinggi. Kebahagiaan menghubungkan kita dengan keindahan dan kekuatan semesta alam, dengan kekuatan tertinggi kita, dengan Sang Illahi. Kebahagiaan berarti merasakan dan mengungkapkan kebahagiaan hidup, bergembira karena keindahan dan kekayaan sebagai makhluk. Kebahagiaan merupakan daya pembebas ampuh yang melepaskan kreativitas, bakat, kemampuan, dan kecakapan kita. Kebahagiaan mengilhami harapan. Kebahagiaan memberi makan hati dan jiwa. Kebahagiaan membawa semangat ke dalam hidup kita. Kebahagiaan menular dan merupakan pemberian teerbesar yang dapat kita berikan kepada diri sendiri dan orang lain.Jalan kebahagiaan telah ada. Jalur itu senantiasa sudah ada menantikan kita….. Kebahagiaan membuat tekanan darah kita yang tinggi menjadi normal, pernafasan menjadi lebih dalam dan teratur sehingga membawa lebih banyak oksigen kesel-sel tubuh kita. Kebahagiaan meningkatkan vitalitas dan semangat sehingga kita akan merasa sehat. Kebahagiaan selalu memancar membasahi jiwa-jiwa yang kering dan tandus. Kebahagiaan merupakan peristiwa dari dalam keluar. Kebahagiaan berasal dari dalam bathin kita untuk memberkahi dunia kita dan sekitar kita. Riak-riak gelombang Kebahagiaan itu melebar sambil membuat dunia menjadi lebih baik bagi kita semua.

Profil Potensi Budaya dan Pariwisata Banten

Kondisi Geografis Provinsi Banten sebagai salah satu provinsi di Negara Kesatuan Republik Indonesia ditetapkan berdasarkan UU No 23 tahun 2000. Secara Geografis wilayah Provinsi Banten berbatasan: Sebelah utara berbatasan dengan laut Jawa Sebelah barat berbatasan dengan Selat Sunda Sebelah timur berbatasan dengan Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat Sebelah selatan berbatasan dengan Samudera Hindia Visi dan Misi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten Visi: Banten sebagai destinasi pariwisata yang berbudaya, profesional dan kompetitif Misi: Mengembangkan dan mendayagunakan sumber daya kebudayaan dan pariwisata Menjaga dan melestarikan nilai-nilai seni dan budaya daerah Mempromosikan dan memasarkan kebudayaan dan destinasi pariwisata Meningkatkan kapasitas dan kualitas kelembagaan dan sumber daya manusia aparatur Potensi Wisata Daerah Luas wilayah Banten 8.800,83 km2 dengan populasi penduduk mencapai 10.644.030 jiwa berdasarkan sensus penduduk tahun 2010. Mayoritas penduduk beragama Islam dengan mata pencaharian dari sektor pertanian, perdagangan, industri dan jasa. Unit pemerintahan dibagi atas 4 kabupaten dan 4 kota : Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Cilegon, Kota Serang dan Kota Tangerang Selatan. Masing-masing wilayah memiliki karakteristik sumber daya pariwisata budaya, alam, buatan dan kehidupan masyarakat tradisional (living culture) yang berkembang sebagai destinasi wisata berskala nasional bahkan internasional seperti Pesona Pantai Anyer, Carita & Tanjung Lesung, wisata bahari Pulau Umang, Taman Nasional Ujung Kulon, wisata Religi Banten Lama dan keunikan Masyarakat Tradisional Baduy. Program Pengembangan Pengembangan Pariwisata Provinsi Banten diidentifikasikan atas 204 Obyek Daerah Tujuan Wisata (ODTW) menurut RIPPDA Pariwisata tahun 2006 yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Banten. Terdiri dari 84 Obyek Wisata Alam, 34 Obyek Wisata Sejarah dan Budaya, 24 Obyek Wisata Buatan, 9 Obyek Wisata Living Culture dan 48 Obyek Wisata Atraksi Kesenian. Sebanyak 71 ODTW (34,8%) merupakan kawasan wisata yang telah berkembang baik dalam skala nasional maupun internasional. Sementara itu sekitar 100 ODTW (49,0%) merupakan Obyek Wisata yang potensial untuk dikembangkan. Pola pengembangan pariwisata Provinsi Banten meliputi 18 kawasan, diantaranya Pantai Barat, Kawasan Wisata Pantai Selatan, Kawasan Wisata Pantai Utara, Kawasan Wisata Ziarah, Kawasan Wisata Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) serta Pulau dan Anak Gunung Krakatau, dan lain-lain.

Jumat, 14 Oktober 2011

Air Terjun Curug Gendang

Curug Gendang berada di ketingian 170 meter dari permukaan laut dan jauh dari keramaian kota, suara gemuruh air terjun yang mata airnya berasal dari hulu Gunung Pangajaran terasa sangat mempesona. Air terjun setinggi 7 meter dengan kedalaman 13 meter dan luas 10 meter yang berada di daerah Kecamatan Carita Kabupaten Pandeglang itu bernama Curug Gendang. Curug berarti air terjun dan menurut kepercayaan penduduk setempat, suara jatuhnya air terjun itu mirip sekali dengan suara tambur atau gendang. Maka air terjun yang semula bernama Curug Citajur itu lebih dikenal dengan sebutan Curug Gendang. Jalan Setapak dan Pemandangannya Curug Gendang dari jalan raya Carita, dengan jarak 2 kilometer untuk menuju Curug Gendang, diperlukan waktu sekitar 30 menit berkendaraan. Tapi kemudian kendaraan harus ditinggalkan di area parkir dan pengunjung yang ingin menikmati jernihnya air Curug Gendang mesti rela ber-off-road ria alias berjalan kaki. Hati-hati, jalan setapak yang ditempuh berbatu dan juga licin, karena kelembaban hutan dataran rendah yang selalu membasahi jalan. Sekitar satu kilometer perjalanan berliku, menanjak dan menurun menuju lokasi akan menjadi pengalaman penjelajahan tersendiri karena sepanjang perjalanan pengunjung bisa menikmati indahnya pemandangan yang terhampar. Berbagai macam tanaman yang tumbuh liar, seperti pohon durian dan sebagainya membawa suasan sejuk yang alami. Kicauan suara burung juga aneka satwa seperti monyet yang berkeliaran juga memberi kesan keasrian lokasi Curug Gendang. Curug gendang tidak hanya itu, jalan setapak di antara punggung-punggung gunung di pinggir jurang menuju curug juga memberikan pemandangan lautan yang terbentang luas, hijaunya pepohonan di kaki bukit bahkan Gunung Krakatau yang tampak dikejauhan. Panorama alam yang patut diabadikan. Tiba di lokasi, gemuruh dan percikan air terjun Curug Gendang mulai menyapa. Jernihnya air membuat siapapun pengunjung ingin segera menikmatinya dengan merendamkan kedua kaki setelah penat berjalan. Airnya terasa dingin dan menyejukkan. Ingin dilanjutkan dengan merendam seluruh tubuh alias mandi? Silahkan saja :). Curug Gendang pada waktu-waktu tertentu, jika kebetulan ada anak-anak kampung sekitar area, yang juga berkunjung ke Curug Gendang, kita akan menyaksikan atraksi gratis dari mereka yakni terjun bebas dan berenang di bawah air terjun. Mereka sangat pandai melakukan itu. Di sekitar lokasi air terjun juga tersedia areal yang kerap kali digunakan pengunjung untuk berkemah dengan hanya membayar beberapa piluh ribu saja per orang untuk satu malam. Bagi mereka yang ingin merasakan petualangan di alam luar, menginap di lokasi Curug Gendang patut dicoba.

Senin, 10 Oktober 2011

RUMAH DUNIA, WISATA KOTA DI SERANG

Percaya tidak, kalau kita sebetulnya tidak usah pergi jauh-jauh kalau hendak berwisata di Serang? Jika kamu tidk punya uang banyak, cobalah berwisata di kota Serang saja. Ke mana? Alun-alun kota Serang pilihan utama. Jika ingin sntai, setiap selepa Ashar, kota Serang jadi magnit tersendiri. Banyak makanan (wisata kuliner) bisa kita cicipi. Kalau sudah punya anak, banyak mainan murah-meriah untuk anak-anak kita. Bagi yang jomblo, ngeceng aja. GEDUNG TUA Kalau ingin melihat gedung tua, jalan kaki saja di seputaran alun-alun. Ada Gedong Juang di selantannya, gedong negara (kantor gubernur) di barat, dan sebelah utara ada pendopo bupati Serang. Sayang ya, gedung Makodim sudah jadi Serang mall. Kalau ingin menarik lgi, dari alun-alun kota Serang ke sebelah barat. ada kampung Kaujon. Di sana banyak rumah-rumh tua dan ada mesjid tua. Kita bisa memasuki gang-gang kecil ibarat labirin. Asik, deh. SENI Dan Rumah Dunia juga bisa jadi sasaran wisata kota. hampir setiap Minggu selalu ada acara seni. Rumah Dunia bisa dijadikan tujuan wisata seni. Tinggal datang dan bertanya kepada relawan, ada agenda apa saja di Rumah Dunia. Atur rencana, boyong keluarga. Malah Rumah Dunia memberi kesempatan kepada para keluarga di Banten untuk menampilkan kreasi-kreasi seninya. Kalau ada yang ingin nyanyi, baca puisi, berteater, kami siap jadi penontonnya dan memberikan apresiasi dadakan. Kita bisa bergembira bersekspresi. jangan takut, ekspresikn saja dirimu! Ditunggu, ya