Rabu, 05 Mei 2010

Surga Dunia di Karimun Jawa

karimunjawaMendengar kata pantai dan laut, pasti yang terlintas di pikiran anda adalah Bali, tetapi tanpa kita sadari masih banyak pantai dan laut di Indonesia yang belum tersentuh oleh tangan-tangan usil manusia, dan masih terjaga kelestariannya. Karimun Jawa, dengan keindahan pemandangan yang luar biasa, serta laut dan pantainya yang mengundang decak kagum, menyuguhkan wisata-wisata alam seru yang tidak kalah dari pulau dewata. Karimun Jawa merupakan kawasan pantai yang terdiri dari 27 pulau kecil di selatan Pulau Jawa. Keindahan Karimun Jawa membuat kawasan ini dijadikan cagar alam atau taman nasional yang dilindungi oleh pemerintah. Banyak orang yang ingin menghilangkan kepenatan kehidupan kota dengan mengunjungi pantai-pantai yang indah, Karimun Jawa tentu saja bisa menjadi salah satu pilihan yang sangat pas. Wisata-wisata yang ditawarkan memiliki perbedaan yang khusus dari wisata pantai lainnya. Wisata laut Karimun Jawa memang cocok sebagai tempat untuk melepas stres, apalagi bagi Anda petualang sejati, karena di tempat ini banyak sekali wisata laut yang sangat menarik untuk dicoba. Wreck Dive Bagi Anda penggemar diving dan mempunyai jiwa avonturir, disarankan untuk mencoba wisata selam yang satu ini. Berbagai ketegangan akan Anda temukan dalam sekejap. Ketika Anda mulai menyelam Anda bahkan akan disambut oleh bangkai kapal yang telah lama karam di bawah permukaan laut. Suasananya terasa sangat sunyi dan misterius, pilar-pilar besi kapal terlihat berkarat seiring berjalannya waktu, lalu banyak juga terumbu karang (soft coral) berwarna-warni yang sangat indah berjuang untuk hidup dan tumbuh terus. Bangkai kapal ini terlihat terbelah dua, layaknya bangkai kapal dalam film Titanic yang kemegahannya terkenal di seluruh penjuru dunia. Panjang kapal itu hampir menyamai kapal-kapal fery yang ada di Indonesia. Saat melakukan diving dan melihat bangkai kapal di bawah permukaan laut, Anda akan merasa seperti Kate Hudson dan Matthew McConaughey dalam film Fool’s Gold saat mereka mencari harta karun. Wow! Yang lebih menarik lagi, selain ber-diving ria dan menaklukkan berbagai tantangan, Anda juga bisa mendapatkan pengetahuan sejarah tentang Indonesia. Konon sebuah kapal pengangkut batu bara milik armada Belanda karam di perairan tersebut sekitar 60 tahun silam. Cerita yang beredar menyebutkan kapal tersebut karam karena sang nahkoda menyangka Kepulauan Karimun Jawa adalah pesisir pantai Semarang, Jawa Tengah. Dasar pantai-pantai di Karimun Jawa yang relatif rendah membuat kapal tersebut kandas dan akhirnya karam. Wreck dive ini terdapat di Pulau Kemojan, salah satu dari 27 pulau yang terdapat di Karimun Jawa. Jangan lewatkan tantangan yang satu ini, cause it’s full of challenge! Penangkaran Hiu Setelah melewati ketegangan wreck dive di Pulau Kemojan, melanjutkan wisata petualangan dengan berlayar ke Pulau Menjangan yang menyuguhkan ketegangan lain akan menjadi pengalaman yang tak kalah serunya. Ingin tahu rasanya berhadapan langsung dengan ikan hiu? Hewan laut yang satu ini memang menyeramkan tapi kesempatan langka ini pantang dilewatkan. Pulau Menjangan mempunyai sebuah penangkaran ikan hiu. Rasanya sangat menarik melihat ikan hiu yang terkenal sangat ganas tersebut berada di depan mata kita. Bahkan tidak hanya melihat, bagi Anda yang punya keberanian, cobalah memacu adrenalin dengan berenang bersama ikan bergigi tajam tersebut. Tetapi jangan khawatir, ada pemandu yang akan menemani Anda. Untuk beberapa saat Anda bisa menjadi sahabat ikan hiu. Sangat menarik bukan bercengkrama dengan ikan-ikan predator tersebut. Don’t Miss It! Banyak kegiatan lain yang bisa Anda lakukan untuk mengisi liburan di Karimun Jawa. Try it yourself! * Berlayar, selancar air, dan ski air, Pulau yang terdapat di Karimun Jawa sangat banyak, Anda bisa memilih salah satu pulau untuk melakukan berbagai wisata air. Kegiatan seperti berlayar, selancar air, dan ski air pas untuk di coba. Kepuasan yang Anda dapatkan tidak kalah menyenangkan dari tempat wisata laut lainnya. * Berjemur di pasir putih, Jangan buru-buru ke Miami untuk berjemur! Cukup ke Karimun Jawa dan Anda bisa menikmati paparan sinar matahari di atas pasir putih sambil mengamati pemandangan memukau pulau ini. * Snorkling, Bagi Anda penikmat alam bawah laut, maka agenda wajib selanjutnya adalah snorkling di kawasan Pulau Menjangan yang terkenal akan terumbu karang berwarna-warni dan ikan-ikan cantik yang menghuninya * Festival Durian pada bulan Januari/Maret di Jepara * Liburan ke Karimun Jawa, jangan lupa untuk mampir ke Jepara, khususnya bagi anda penggemar Durian. Taste this sweet and delicious fruit! How to get there? * Dari Semarang, Anda bisa menggunakan bis yang akan memakan waktu selama 1,5 jam. * Dari Jepara (Pelabuhan Kartini) menuju Karimun Jawa, Anda bisa naik fery/kapal motor dengan lama perjalanan kurang lebih enam jam. Transportasi ini hanya ada satu kali dalam seminggu (Senin).

Senin, 03 Mei 2010

Wisata Bahari Mempelajari Sejarah sambil Rekreasi

Kepulauan Seribu, Sinar Harapan Mempelajari sejarah tidak harus dilakukan dengan cara membaca buku setebal ratusan halaman, atau dengan mendengarkan uraian yang membosankan. Sebaliknya, sejarah bisa dipelajari dengan cara yang menarik, bahkan rekreasional. Salah satunya, melalui wisata sejarah. Menarik minat masyarakat terhadap sejarah melalui paket-paket wisata sebenarnya sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Dipelopori Wisata Kampoeng Tua, sederetan paket sejenis kemudian bermunculan, antara lain Wisata Malam Museum Sejarah Jakarta, dan Wisata Malam Museum Prasasti. Kini, deretan paket wisata sejarah itu bertambah panjang dengan munculnya sebuah paket wisata sejarah baru bertajuk Wisata Bahari. Sesuai namanya, paket wisata yang diadakan oleh Komunitas Peduli Sejarah dan Budaya Indonesia (KPSBI-Historia) itu memperkenalkan kepada masyarakat sejumlah tempat peninggalan sejarah yang tersebar di laut, yakni di Kepulauan Seribu. Sabtu (8/5), pukul 07.00 WIB, para peserta yang berjumlah sekitar 60 orang sudah berkumpul di sekitar dermaga Pantai Mutiara, Pluit. KLM Putra Bugis, kapal phinisi yang akan digunakan untuk Wisata Bahari, sudah menunggu di dermaga. Menurut rencana, hari itu kami akan mengunjungi lima pulau bersejarah di Kepulauan Seribu, yaitu Onrust, Edam, Cipir, Kelor dan Pulau Bidadari. Sekitar pukul 08.30 WIB, kapal mulai melaju pelan (kecepatan lima knot) ke arah Pulau Edam, yang menjadi tujuan pertama. Sayang, angin tak bertiup sehingga para peserta tak sempat merasakan perjalanan dengan layar, laiknya pelayaran dengan phinisi yang sesungguhnya. Meskipun demikian, cuaca pagi yang cerah dan masih terasa sejuk membuat perjalanan terasa nyaman. Para peserta juga lebih memilih duduk di geladak penumpang, meskipun sebenarnya di palka tersedia ruang duduk dan dua ruang tidur yang sejuk oleh AC. Peninggalan Sejarah Kurang lebih tiga jam perjalanan, kami tiba di Pulau Edam, pulau yang oleh penduduk sekitar juga disebut sebagai Pulau Damar Besar karena banyak ditumbuhi pohon damar. Di Pulau Edam, terdapat sejumlah peninggalan sejarah antara lain benteng-benteng bawah tanah dan sebuah mercusuar yang seluruhnya terbuat dari besi plat. Begitu merapat, kami berjalan menyusuri jalan setapak menuju ke benteng bawah tanah, yang terletak di pantai timur pulau. Bagi peserta, perjalanan singkat itu cukup asyik karena hutan yang terdapat di sisi kiri dan kanan hutan masih cukup rapat, sehingga suasana yang dirasakan peserta benar-benar berbeda dengan suasana sehari-hari di Jakarta. Ketika melalui reruntuhan sejumlah bangunan yang pada tahun 1960-an digunakan oleh TNI AL untuk berlatih, hampir seluruh peserta asyik memotret. Akibatnya, panitia cukup sibuk menjaga agar peserta tak tercerai berai, karena banyak peserta yang menyimpang keluar dari jalur, sementara jalur yang ada tak begitu jelas karena lama tak digunakan. Benteng yang ada di Pulau Edam mirip dengan bunker bawah tanah. Bagian benteng yang ada di atas permukaan tanah berbentuk lingkaran berdiameter 10 meter, dan dikelilingi dua tembok. Kondisinya relatif masih utuh. Hanya saja, ruang bawah tanah benteng tak bisa lagi dimasuki, karena tertutup tanah dan akar. Tetapi, yang lebih menarik dari Pulau Edam barangkali adalah mercusuarnya. Mercusuar yang dibangun pada tahun 1879 – 1881 itu dibangun untuk mempermudah perjalanan kapal-kapal yang mau masuk ke Pelabuhan Tanjung Priok. Tingginya 60 meter, dan seluruh bagiannya terbuat dari besi plat (iron cast). Sjouke Ridje, salah seorang peserta wisata yang berasal dari Belanda, mengatakan bahwa mercusuar kuno seperti itu sudah sangat jarang ditemui. ”Mungkin hanya tinggal beberapa saja di dunia. Di Indonesia saya baru lihat dua, di Anyer dan di sini. Sedangkan di Belanda hanya tinggal satu, yaitu di Egmond,” ujar Sjouke, sambil mengagumi sekrup-sekrup besar yang menyatukan plat-plat besi menjadi dinding mercusuar. Puas melihat peninggalan sejarah yang ada di Pulau Edam, kapal kemudian bertolak ke Pulau Bidadari untuk makan siang, dan melihat benteng martello (benteng berbentuk setengah lingkaran) yang dibangun VOC pada tahun 1850 untuk mempertahankan Jakarta dari laut. Benteng itu kini kondisinya rusak berat, dan tinggal puing. Selain terkena ledakan Krakatau pada tahun 1883, benteng itu juga sempat dijarah massa pada tahun 1960-an. Kondisi rusak peninggalan-peninggalan sejarah itu ternyata juga ditemui di pulau-pulau lain yang kami kunjungi kemudian. Benteng, bangunan bekas tempat penjara dan penampungan para penderita penyakit menular serta makam-makam Belanda yang terdapat di Pulau Kelor, Cipir dan Onrust, semuanya berada dalam kondisi rusak. Hal itu sangat disayangkan, karena sebenarnya nilai sejarah bangunan-bangunan tua itu sangat tinggi. Kepulauan Seribu pada abad ke-17 dan ke-18 adalah pintu gerbang menuju Batavia. Meskipun demikian, hampir seluruh peserta wisata merasa puas. Hanya saja, sebagian peserta mengusulkan agar lain kali, tujuan wisata tidak ditetapkan terlalu banyak, sehingga peserta memiliki kesempatan lebih besar untuk melihat-lihat peninggalan yang ada di sebuah pulau. ”Pulau yang dikunjungi tak perlu terlalu banyak, mungkin hanya dua atau tiga pulau saja, tapi kita bisa melihat-lihat lebih lama. Jadi kan lebih puas. Selain itu, kalau bisa pulaunya dipilih yang masih dipenuhi hutan seperti Pulau Edam. Kan lebih asyik,” ujar Lola, mahasiswa ITB yang menjadi salah satu peserta wisata. Belajar sejarah memang tak perlu dengan kening berkerut. Sambil berwisata pun, banyak pelajaran yang bisa diambil. Asyik kan?

Selasa, 02 Februari 2010

Wisata Kuliner dan Shopping Distro Tebet Utara

Anda pasti sudah dengar kawasan Tebet Utara yang dua tahun belakangan ini semakin marak dengan pertumbuhan cafe dan distro (distribution outlet). Pada mulanya hanya ada dua distro dan 2 cafe kecil-kecilan di jalan yang sejak dulu sudah menjadi jalan utama menuju ke kawasan Tebet dalam. Karena potensi arus yang cukup tinggi itu pulalah mengakibatkan banyak pengusaha cafe dan distro melakukan investasi di jalan Tebet Utara ini. Tak heran beberapa rumah telah berubah fungsi menjadi tempat usaha. Di mulai dari sudut jalan di mana Dunkin Donuts sudah lebih dahulu memulai usaha di sana. Kemudian ada Burger dan Hotdogs dengan brand De’Jons. Di seberangnya terdapat beberapa distro yang menjual pakaian sisa export atau dikenal dengan barang factory outlet. Sudah lebih dari 6 bulan terakhir muncul pula 2 cafe baru yang cukup menjadi landmark jalan Tebet Utara ini yaitu Burger & Grill dan di seberang Cafe Komik. Entah kenapa yang di seberangnya dinamakan Cafe Komik, penulis belum tuntas mencari tahu mengenai asal mula penamaannya itu. Burger & Grill Setelah berkali-kali melewati daerah yang kerap macet khususnya di atas pukul 18.00 WIB saya menyempatkan diri berkunjung ke Burger & Grill yang lebih dikenal dengan B&G, pada hari Senin sore karena cukup sepi dari pengunjung. Tidak seperti di kala hari Sabtu Minggu di mana tempat ini dijadikan tempat nongkrong anak muda kawasan Jakarta Selatan. Interior Burger & Grill yang tampil cukup menonjol dengan warna kuning terang serta brand Burger & Grill terbuat dari neon sign yang sangat mencolok mata membuat cafe Burger & Grill tampak paling menonjol di penggal jalan ini. Menu Bervariasi dan Harga Terjangkau Di buku menu pada halaman depannya tampak slogan B & G,”Siapa bilang Hamburger Enak Harus Mahal”. Kalau dengan membaca itu Anda pikir bahwa B&G hanya menyediakan burger maka anda keliru karena menurut apa yang disodorkan melalui menu ada beragam makanan yang disediakan antara lain sandwich (berkisar Rp 10-15 ribu), steak (Rp 34-46 ribu), ayam bakar (Rp 14 ribu). Dan yang unik dari menu B&G adalah makanan bakar seperti spaghetti bakar (Rp 18 ribu), sop buntut bakar, iga bakar (Rp 29 ribu). Dan tentu saja menu unggulannya, hamburger (Rp 7-11 ribu). Untuk minuman tersedia cukup komplit mulai dari soft drink, rupa-rupa juice, serta beragam minuman ice coffee olahan lainnya. Dari pilihan menu saya sudah penasaran banget untuk mencoba sop buntut bakar. Walaupun bukan penggemar daging saya tidak ingin melewatkan begitu saja untuk mencobai menu yang terdengar sangat eksotis ini. Hampir sama dengan sop buntut goreng yang mulai lazim di mana-mana, sop buntut bakar ini dagingnya dibakar dan disajikan terpisah dari kuahnya. Rasanya betul-betul memuaskan dan sangat direkomendasikan. Satu keunikan lain adalah, kebanyakan pengunjung cafe adalah pasangan muda. Tampaknya tempat ini memang dijadikan sasaran rendevouz yang murah meriah. Selesai makan anda masih bisa cuci mata dan shopping di distro-distro yang dipenuhi ABG berpasangan memadati sepanjang jalan. Penasaran? Silahkan mampir ke Tebet Utara.

Rabu, 13 Januari 2010

Rumah Bayi Al Qur'an Jadi Lokasi 'Wisata'

VIVAnews - Ali Yakubov, balita sembilan bulan dengan tulisan Al Qur'an di tubuhnya, mengundang perhatian warga. Rumahnya kini selalu ramai didatangi peziarah. Seperti ditulis laman abcnews.com, Jumat 23 Oktober 2009, sedikitnya 2 ribu orang mendatangi kediaman Ali Yakubov di selatan Dagestan, Rusia. Jumlah mereka yang datang itu mencapai hingga ribuan. Bahkan, mereka datang hampir setiap hari ke kota kecil Kizlyar, untuk menemui keluarga 'ajaib' yang dinilai ramah itu. Untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, kedatangan peziarah dan kelompok masyarakat lainnya itu mendapat pengawalan polisi setempat. Polisi setempat bahkan tetap berjaga selama para pengunjung dan pemimpin muslim memanjatkan doa dan mengambil gambar Yakubov. "Faktanya, keajaiban sedang terjadi. Ini adalah pertanda bagi seluruh saudara kita menuju perdamaian," kata pemimpin umat di Kizlyar, Sagid Murtazaliyev. Tulisan berbahasa Arab pada kulit Yakubov sendiri masih dinilai kontroversial. Diagnosa tim dokter terpecah. Ada yang tidak itu sebagai keajaiban relijius. Malah, sebagian dokter berkesimpulan tulisan itu dibuat dari campuran lada dan garam. Salah satu yang meragukan fenomena itu adalah Ludmila Luss, seorang dokter lokal. Ia percaya tulisan Al Quran di kulit bayi itu dilakukan oleh kedua orang tua bayi tersebut. "Kemungkinan orang tua bayi itu membuat iritasi kulit pada bayi itu dengan lada dan garam. Hal itu memicu pembengkakan kulit dan menimbulkan jejak merah berupa huruf Arab," ujar Ludmila seperti dikutip harian Pravda.

Selasa, 12 Januari 2010

Banten Lama, Lebih dari Sekadar Wisata Ziarah

Ratusan bahkan Ribuan manusia di Kompleks Masjid Agung Banten Lama menjadi pemandangan yang biasa terlihat pada setiap hari-hari besar agama Islam. Kompleks peninggalan Kesultanan Islam Banten memang lebih dikenal sebagai tempat berziarah. Banten Lama menyimpan banyak cerita sejarah, tak sekadar tempat wisata ziarah. Memasuki pintu gerbang situs Banten Lama di Desa Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, sepintas terasa terbawa ke cerita masa lalu. Masa di mana Kesultanan Banten mengalami kejayaan pada abad XVI-XVIII Masehi. Sisa bangunan tua mulai terlihat menyembul di antara rumpun padi di sebelah kiri jalan masuk. Bangunan itu merupakan sisa gapura Gedong Ijo, tempat tinggal para perwira kerajaan. Melaju beberapa meter dari gerbang, puing-puing reruntuhan bangunan besar mulai terlihat. Itulah Keraton Surosowan, kediaman para sultan Banten, dari Sultan Maulana Hasanudin pada tahun 1552 hingga Sultan Haji yang memerintah pada 1672-1687. Semula, bangunan keraton yang seluas hampir 4 hektar itu bernama Kedaton Pakuwan. Terbuat dari tumpukan batu bata merah dan batu karang, dengan ubin berbentuk belah ketupat berwarna merah. Sisa bangunan yang kini masih bisa dinikmati adalah benteng setinggi 0,5-2 meter yang mengelilingi keraton dan sisa fondasi ruangan. Sisa pintu masuk utama di sisi utara kini tinggal tumpukan batu bata merah dan bongkahan batu karang yang menghitam. Bangunan kolam persegi empat di tengah keraton merupakan pemandangan lain yang ada di dalam benteng. Menurut catatan sejarah, puing itu merupakan bekas kolam Rara Denok, pemandian para putri. Di bagian belakang atau di sisi selatan, terlihat pula sisa bangunan berbentuk kolam menempel pada benteng. Dahulu, kolam itu digunakan sebagai pemandian pria-pria kerajaan, yang disebut Pancuran Mas. Air yang dialirkan ke kolam Rara Denok dan Pancuran Mas berasal dari mata air Tasik Ardi, sebuah danau buatan yang berjarak sekitar 2,5 kilometer di sebelah selatan atau tepatnya barat daya keraton. Disalurkan ke keraton dengan menggunakan pipa yang terbuat dari tanah liat. Sebelum masuk keraton, air dari Tasik Ardi harus melalui tiga kali proses penyaringan. Bangunan penyaringan itu disebut Pangindelan Abang, Pangindelan Putih, dan Pangindelan Mas. Saat ini lokasi Tasik Ardi masuk dalam wilayah Desa Margasana, Kecamatan Kramatwatu,Kabupaten Serang, yang dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi. Sementara itu, tiga bangunan pangindelan masih bisa dilihat di Jalan Purbakala, antara Keraton Surosowan dan Tasik Ardi. Sayangnya, sekarang jalan ini hanya bisa dilintasi sepeda karena warga masih menggunakan tempat itu sebagai jalan air di tengah persawahan.{mospagebreak} Di sudut sebelah barat terlihat sebuah bangunan menyerupai cincin. Tempat itu disebut ruang Pasepen, yang digunakan sebagai tempat sultan beribadah. Bangunan keraton ini pertama kali dihancurkan pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa pada 1680. Keraton dibumihanguskan saat Kesultanan Banten berperang melawan penjajah Belanda. Simbol kebesaran kerajaan Islam Banten itu kembali dihancurkan pada 1813. Ketika itu, Gubernur Jenderal Hindia-Belanda Herman Daendels memerintahkan pasukannya untuk menghancurkan keraton karena Sultan Rafiudin (sultan terakhir Kerajaan Banten) tak mau tunduk pada perintah Belanda. Reruntuhan bangunan keraton juga terlihat di bagian selatan Keraton Surosowan. Pada bagian depan terpancang papan bertuliskan ”Situs Keraton Kaibon”, dengan luas sekitar 2 hektar. Keraton ini dibangun pada 1815 sebagai tempat tinggal Ratu Aisyah, ibu Sultan Muhammad Rafiuddin yang menjabat sebagai pemimpin pemerintahan karena putranya masih berusia lima tahun. Bangunan bersejarah lain yang bisa dinikmati adalah Jembatan Rante, yang terletak di depan Keraton Surosowan, tepatnya di sebelah utara Masjid Agung Banten Lama. Jembatan hidraulis itu berdiri di atas kanal yang saat ini sudah menyempit dan berubah fungsi menjadi kubangan air. Dahulu Jembatan Rante digunakan sebagai tempat pemeriksaan kapal-kapal yang keluar-masuk keraton. Jembatan ini akan terangkat jika ada kapal yang lewat dan akan kembali rata setelah kapal berlalu. Salah satu bangunan yang masih berdiri kokoh adalah Masjid Agung Banten Lama, berikut menara setinggi 23 meter. Masjid inilah yang paling terkenal di Situs Banten Lama dan selalu penuh sesak oleh para peziarah, terutama pada peringatan hari-hari besar Islam. Wihara Avalokitesvara Bukan hanya bangunan masjid, Kesultanan Islam Banten juga menyisakan bangunan wihara Buddha atau klenteng China. Disebelah barat daya Surosowan berdiri Wihara Avalokitesvara, yang dibangun pada 1652. Bangunan wihara ini merupakan peninggalan Sultan Syarief Hidayatullah, yang menikahi seorang putri China saat sang putri bertandang ke Pelabuhan Banten. Wihara dibangun sebagai tempat peribadatan para pengikut putri China, yang kemudian tinggal di Banten Lama. Saat ini, Wihara Alokitesvara merupakan salah satu wihara tertua di Indonesia, yang kerap dibanjiri peziarah karena terdapat altar Kwan Im Hut Cou atau Dewi Kwan Im. Dewi Kwan Im dipercaya sebagai dewi yang penuh welas asih, yang diyakini sering menolong manusia saat dihadapkan pada berbagai kesulitan. Selain itu, di dalam wihara juga terdapat 15 altar, seperti altar Thian Kong yang berarti Tuhan Yang Maha Esa dan Sam Kai Kong atau penguasa tiga alam. Setiap tahun wihara di Kampung Kasunyatan, Desa Banten, ini selalu dipadati puluhan ribu pemeluk Buddha dari banyak daerah di Indonesia, Belanda, Jerman, dan Thailand. Mereka datang, terutama, pada peringatan Lak Gwe Cap Kau, saat Dewi Kwan Im mendapatkan kesempurnaan. Terlepas dari itu, berdirinya wihara di kompleks kerajaan Islam bisa menunjukkan tingginya toleransi antarumat beragamapada masa itu. Warga yang berbeda agama bisa hidup berdampingan dengan harmonis di kota tua tersebut. Untuk melihat dengan jelas sisa-sisa peninggalan Kesultanan Banten, Museum Kepurbakalaan Banten Lama bisa menjadi tujuan kunjungan. Gambar peta dunia yang dibuat dengan tulisan tangan juga terpampang di sana. Demikian pula gambar Kiayi Ngabehi Wirapraja dan Kiayi Abi Yahya Sandara, dua Duta Besar Kesultanan Banten untuk Inggris. Itu menunjukkan majunya pemikiran para sultan karena mengerti pentingnya diplomasi. Koleksi mata uang dan pecahan keramik dari sejumlah negara juga disimpan di museum tersebut. Itu merupakan bukti bahwa Kerajaan Banten memiliki bandar besar, tempat persinggahan dan transaksi perdagangan internasional. Bandar Banten dikunjungi para pedagang dari Gujarat (India), China, Melayu, Persia, dan Eropa. Tidak perlu biaya mahal untuk menikmati sisa keindahan dan cerita kejayaan Kesultanan Islam Banten. Cukup membayar Rp 1.000, pengunjung sudah dapat mengantongi tiket untuk menjelajahi museum seluas 1.000 meter persegi.

Minggu, 10 Januari 2010

Objek Wisata di Yogyakarta

Gedung Bank Indonesia dan Kantor Pos Besar. Bangunan Kolonial yang indah ini terletak di utara untuk Karaton. Beberapa meter ke arah timur terdapat Gereja Agama Katholik tua yang terletak di Jl. Secodiningratan (Sekarang Jln P Senopati). Baron. Pantai ini terletak di Kabupaten Gunungkidul, berjarak sekitar 60 km arah selatan dari kota Yogyakarta. Pantai Baron merupakan muara dari aliran sungai di bawah batu karang. Pantai ini sebenarnya merupakan teluk yang diapit oleh dinding-dinding perbukitan pohon kelapa. Kukup. Ombaknya tergolong agak besar. Sebagai rangkaian alam perpantaian dari pantai Baron, gambaran tentang Pantai Kukup tidak jauh berbeda. Pantai ini berjarak sekitar 1 km dari Pantai Baron. Ciri khas dari obyek Pantai Kukup adalah pada koleksi ikan hiasnya. Pengunjung dapat sekedar melihat atau bahkan membelinya. Ciri lain menonjolkan yang eksotisme pantai ini adalah warna pasir pantainya yang putih kekuning-kuningan. Candi Banyu Nibo Banyunibo mempunyai arti "air menetes" yang merupakan candi peninggalan agama Budha abad IX. Candi ini juga disebut "Si Sebatang Kara Banyu Nibo" karena letaknya yang terpencil ditengah persawahan dan rumpun pisang terpisah dari kelompok candi-candi yang lain. Candi ini dapat dicapai dengan kendaraan umum dari simpang tiga jalan raya Yogya-Solo yang menuju ke Piyungan sepanjang 2 kilometer atau 1 kilometer dari mulut jalan setapak yang menuju ke Petilasan Keraton Ratu Boko hingga tiba di komplek SKSD Palapa DIY. Selanjuynya perjalanan dengan jalan kaki menyusuri persawahan kearah timur (kiri), kurang lebih 1 kilometer. Kerajinan Batik Batik acap kali digunakan sebagai simbol warisan turun temurun dari leluhur kita. Proses pembuatan Batik dapat dilihat di beberapa Galeri Batik di sebelah selatan Kota Jogjakarta yang sudah turun temurun. Museum Biologi Terletak di jalan Sultan Agung Nomor : 22 Yogyakarta merupakan sarana pendidikan tentang satwa ( fauna ) dalam alam tumbuhan ( flora ) Indonesia . Dalam museum ini dapat disaksikan berbagai macam herabrium kering dan basah, berbagai jenis binatang dan kerangkanya. Sebagian diantaranya diperagakan dalam bentuk diorama, yang memperlihatkan kehidupan binatang dan tumbuh-tumbuhan tersebut, menyerupai keadaan dialam aslinya. Museum ini terbuka pada setiap hari : Selasa s/d Kamis pukul 08.00 - 13.00, Jum;at dari pukul 08.00 - 11.00, Sabtu dari pukul 08.00 - 12.30, dan Minggu pukul 08.00 - 12,00. Bird Market (Pasar Burung Ngasem) tepatnya di wilayah Kecamatan Kraton, dan hanya berjarak sekitar 200 m dari gerbang Kraton Yogyakarta serta berhimpitan dengan Tamansari, terdapat sebuah pasar yang dikenal sebagai 'pasar burung", meskipun sebenarnya merupakan pasar umum, sebab tidak hanya jenis binatang dan burung saja yang ada di pasar tersebut. Pasar tersebut dikenal dengan nama Pasar Ngasem. Borobudur merupakan Candi Budha terbesar di dunia yang merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Terletak disebelah Barat Laut kota Yogyakarta, sejauh lebih kurang 42 km. Dibangun pada abad ke 8, dengan kerja keras dan keringat yang membasahi dibawah sengatan terik matahari daerah tropis, ditunjang ketekunan para pekerja dan dedikasi yang tinggi dari kerabat dan rakyat wangsa Cailendra yang berkuasa pada saat itu. Candi itu benar-benar menampilkan kebesaran kerajaan Cailendra, yang berusaha menggambarkan riwayat hidup Sidharta Gautama dan menjelaskan ajaran-ajarannya melalui relief-relief yang terukiir indah pada dinding candi. Museum Sonobudoyo merupakan meseum budaya yang lengkap setelah Museum Pusat Jakarta. Terletak di sisi barat laut alun-alun utara Yogyakarta. Museum yang juga merupakan sarana pendidikan, khususnya dalam bidang seni-budaya dana kepurbakalaan, museum ini juga memiliki perpustakaan yang cukup memadai terutama buku-buku yang berkaitan dengan masalah kebudayaan juga menyimpan warisan budaya rokhani yang tiada bernilai tingginya, dapat dikunjungi setiap hari antara pukul 08.00 - 13.00 WIB. Cerme Gua Di balik ketenaran objek wisata Pantai Parangtritis dan makam raja Mataram (Imogiri), Kabupaten Bantul ternyata masih memiliki satu lagi objek wisata yang tidak kalah menariknya. Wisata alam Goa Cerme, objek wisata yang tersembunyi di Dusun Srunggo, Imogiri.Untuk menyusuri seluruh relung Gua Cerme yang memiliki lorong sepanjang 1.200 meter itu, diperlukan waktu sekitar 2 jam lebih. Sepanjang jalan yang dilalui, memiliki alur yang berkelok-kelok, dihiasi stalagtit dan stalagmit yang berlekuk-lekuk Gereja Kotabaru terletak 2Km di sebelah barat Stasiun Tugu / malioboro. Merupakan gereja tua peninggalan zaman kolonial. Terkenal dengan nama Gereja Katolik St Antonius. Dewantara Kirti Griya Museum yang berlokasi di JalanTaman Siswa No 31 Yogyakarta dulu merupakan kediaman keluarga Ki Hajan Dewantara. Museum ini merupakan museum memorial milik Yayasan Persatuan Perguruan Taman Siswa. Museum yang terletak dijantung kota Yogyakarta dengan luas bangunan 300 meter persegi dan luas tanah 2700 meter persegi bisa setiap saat dikunjungi wisatawan dengan kendaraan umum, bis kota , becak, maupun andong. Koleksi Museum Dewantara Kirti Griya berupa kumpulan surat - surat Ki Hajar Dewantara yang berjumlah 876 pucuk, perlengkapan rumah tangga, dokumentasi, foto - foto dan satu unit film dengan judul Ki Hajar Dewantara Pahlawan Nasional. Berkat kemajuan tehnologi film dapat disajikan kepada para pengunjung sehingga suara Ki Hajar Dewantara yang sedang berdialog dapat dinikmati dalam ruangan khusus. Dieng Plateau Negeri yang dijuluki "Negeri Dewa" itu menyimpan sejuta keindahan lengkap dengan legendanya. Kalau Bumi Parahyangan memiliki Kawah Tangkuban Perahu, maka Dieng memiliki Kawah Sikidang. Keindahan dijamin tak kalah dengan kawah milik Sangkuriang tersebut.Keunikan obyek wisata Dieng, bukan hanya kesejukan alam, tetapi ada candi-candi kecil yang berusia belasan abad serta telaga dan kawah yang memiliki nilai magis dan ilmiah tersendiri. Itu akan sangat menarik minat para turis, ilmuwan dan penulis, untuk berwisata ke sana. Dirgantara Mandala Museum terletak di kompleks Lanuma Adisucipto. Di dalam Museum ini terdapat foto tokoh AURI, panji-panji/pataka kapal terbang yang digunakan Angkatan Udara Indonesia dari tahun 1945 sampai sekarang, dan benda-benda sejarah yang ada hubungannya dengan perjuangan AURI. Untuk berkunjung ke Museum ini, pada saat kedatangannya pimpinan rombongan/pengunjung perlu lapor di pos perjagaan. Museum ini dibuka tiap hari : Senin s/d Kamis jam 08.00 - 13.30, Jum'at jam 08.00 s/d 11.00 dan hari Sabtu jam 08.00 s/d 12.00. Vredeburg Dipusat kota, didepan Gedung Agung (bekas istana Presiden RI di jaman Yogyakarta menjadi ibukota Negara tahun 1946),dibelakang Monumen Serangan Umum 1 Maret terletak sebuah benteng kuno, Vredeburg. Benteng ini sengaja didirikan oleh penjajah Belanda untuk mengamankan pemerintahannya dengan seorang Gubernur Hindia Belanda yang bertempat tinggal di Gedung Gubernuran (Gedung Agung sekarang). Glagah Pantai Glagah yang terletak 40 km dari kota Yogyakarta termasuk wilayah Kabupaten Kulonprogo . Di kawasan pantai ini telah dibangun berbagai sarana dan fasilitas antara lain kolam pemancingan, taman rekreasi, camping ground dan gardu pandang.Bagi pengunjung yang mempunyai hoby olah raga dayung bisa menyalurkan bakatnya /hobynya di pantai ini dengan menggunakan perahu Kano. Universitas Gajah Mada salah satu kampus terbesar dan tertua di Indonesia. Berdiri sejak tahun 1949 dan memiliki fasilitas terlengkap hingga saat ini. Gedung Agung Istana Yogyakarta yang dikenal dengan nama Gedung Agung terletak di pusat keramaian kota, tepatnya di ujung selatan Jalan Akhmad Yani dahulu dikenal Jalan Malioboro, jantung ibu kota Daerah Istimewa Yogyakarta. Kawasan istana terletak di Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kotamadya Yogyakarta, dan berada pada ketinggian 120 meter dari permukaan laut. Kompleks istana ini menempati lahan seluas 43,585 m2. Gembira Loka is relatively a small zoo located on the bank of river Gajah Wong, 3 km east of main Post Office. It has interesting collection of animals, local and foreign. In the compound, there are recreational facilities such as a pond for boating and a children's playground. During school holidays, gamelan and musical entertainment are performed in the grounds. Imogiri sebenarnya Makam Hastanegara, dan merupakan makam yang lebih muda usianya dibandingkan dengan makam kotagede. Di Makam Imogiri ini, dimakamkan Raja-raja yang memerintah Kerajaan Mataram sepeninggalan Panembahan Senopati, terutama Putra Sultan Agung Hanyokro Kusumo. Makam ini dibangun diatas bukit, dan untuk mencapainya kita harus mendaki tangga dari batu berundak sebanyak 345 buah hingga tiba disuatu persimpangan jalan. Ziarah ke Makam Imogiri dapat dilakukan setiap hari Senin antara pukul 10.00 hingga 13.00 atau haru minggu antara pukul 13.30 hingga 16.30 WIB Jagadnata Pura Hindu (pura),pura terbesar di Yogyakarta.terletak di Jl Sorowajan Jalan Malioboro merupakan salah satu pusat perbelanjaan di Jogja. Keramaian dan semaraknya Malioboro tidak terlepas dari banyaknya pedagang kaki lima yang berjajar sepanjang jalan Malioboro menjajakan dagangannya, hampir semuanya yang ditawarkan adalah barang/benda khas Jogja sebagai souvenir/oleh-oleh bagi para wisatawan. Mereka berdagang kerajinan rakyat khas Jogjakarta, antara lain kerajinan ayaman rotan, kulit, batik, perak, bambu dan lainnya, dalam bentuk pakaian batik, tas kulit, sepatu kulit, hiasan rotan, wayang kulit, gantungan kunci bambu, sendok/garpu perak, blangkon batik [semacan topi khas Jogja/Jawa], kaos dengan berbagai model/tulisan dan masih banyak yang lainnya. Para pedagang kaki lima ini ada yang menggelar dagangannya diatas meja, gerobak adapula yang hanya menggelar plastik di lantai. Sehingga saat pengunjung Malioboro cukup ramai saja antar pengunjung akan saling berdesakan karena sempitnya jalan bagi para pejalan kaki karena cukup padat dan banyaknya pedagang di sisi kanan dan kiri. Museum Sasmitaloka Untuk melestarikan nilai-nilai perjuangan dalam memerdekakan dan mempertahankan kemerdekaan dari penjajahan maka perlu sekali kalau kita berkunjung ke Museum Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Sudirman yang di Jalan Bintaran No. 3 Yogyakarta. Dari dalam gedung Sasmitaloka inilah pengunjung diajak menyaksikan sebagian dari sejarah perjuangan panjang bangsa Indonesia mencapai kemerdekaannya, diantaranya melalui perang terbuka maupun dengan gerilya yang dilakukan oleh putera-puteri terbaik di negeri ini dan salah satunya dipimpin oleh Kolonel Sudirman Komandan Divisi V Purwokerto saat itu. Kalasan Temple terletak hanya 50 meter di tepi sebelah Selatan dari Jalan Raya Yogya-Solo ,Kilometer 14 dan lebih kurang 600 meter di sebelah Barat Daya Candi Sari. Candi Kalasan merupakan peninggalan Budha yang tertua di daerah Yogyakarta dan Jawa Tengah yang dibangun pada Tahun 778 Masehi sebagai persembahan kepada Dewi Tara Candi Kalasan ini bercorak Budha namun pendirinya adalah Rakai Panangkaran dari Wanca Sanjaya yang menganut agama Hindu, atas bujukan Guru-Gurunya dari Wanca Syailendra yang menganut Agama Budha . Candi Kalasan juga terkenal sebagai candi yang Indah Hiasannya dan sangat halus pahatan batunya. Selain itu ornamen dan relief pada dinding luarnya dilapisi sejenis semen kuno yang disebut Vajralepa Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat merupakan sumber pancaran seni budaya Jawa yang dapat di saksikan melalui keindahan arsitektur dengan ornamen-ornamennya yang sangat mempesona. Setiap hari, Kraton terbuka kunjungan wisatawan mulai pukul 7.30 hingga pukul 13.00, kecuali pada hari Juma't Kraton hanya buka sampai dengan pukul 12.00 WIB. Desa Kasongan terletak di Barat daya Yogyakarta. Terkenal sebagai desa pengrajin tembikar. Kepatihan Danurejan dulunya adalah rumah tinggal bagi Patih. Patih di kerajaan Yogyakarta selalu mendapat gelar DANUREJO. Sehingga tempat tinggal para patih disebut Danurejan. Kota Gede Kotagede atau Kota Gede kadang-kadang disebut sebagai Kota Ibukota Lama, karena dulu tempat ini merupakan ibukota Kerajaan Islam Mataram yang pertama. Sebelumnya, tempat ini hanyalah hutan yang disebut Alas Mentaok, yang diberikan kepada Panembahan Senopati oleh Sultan Pajang, raja Kerajaan Hindu di Jawa Timur, karena Senopati telah membantu menyelamatkan Pajang. Pada tahun 1575, Panembahan Senopati, yang menjadi raja Mataram Islam yang pertama, membangun kawasan ini dan menetapkannya sebagai kota ibukota. Kota Gede Makam Raja Di setiap daerah pastilah mudah ditemukan makam, demikian pula di Yogya. Bahkan di Yogya, selain mudah ditemukan makam umum, dikenal pula makam raja-raja Mataram, yang dikenal dengan nama Imogiri. Selain di Imogiri, ada pula makam Kotagede. Di makam ini pendiri Mataram, Panembahan Senapati di makamkan. Kiskendo Taman wisata ini terletak 35 kilometer di sebelah Barat kota Yogyakarta, di peghunungan Menboreh. Taman Wisata ini terdiri dari Goa Kiskendo, Goa Sumitro dan Watu Blencong . Merupakan goa alam di pegunungan Menoreh yang terletak 1200 m di atas permukaan laut yang berhawa sejuk, dari bentuk serta keadaannya sangat serupa dengan apa yang yang tersirat dalam legenda dalam legenda Istana Goa Kiskendo (yang merupakan fragmen dari cerita Ramayana ), tempat tinggal Raksasa Mahesasura yang berkepala kerbau dan Lembusura yang berkepala sapi.Dalam kisah pewayangan, di tempat ini terjadi pertempuran antara Subali Sugriwa dengan Mahesasura dan patih Lembusura yang menghuni goa ini.Di samping itu keadaan-keadaan geologis dari goa-goa yang ada di daerah berbatu kapur,Di dalam goa Kiskendo ini terdapat banyak stalaktit dan stalagmit yang aneh namun indah bentuknya.Di dalam goa ini mengalir sungai di bawah tanah yang dalam cerita pewayangan, dan dalam pertempuran antara Subali ; Sugriwa dan Mahesasura ; Lembusura, mengalirkan air berwarna merah dan putih. Krakal Meskipun masih satu mata rantai dari kunjungan ke Pantai Baron dan Pantai Kukup, nuansa perjalanan menuju lokasi Pantai Krakal sedikit berbeda. Bahkan boleh dikatakan, Pantai Krakal memberikan gambaran seutuhnya tentang panorama pantai. Disepanjang perjalanan menuju lokasi pantai ini, terlihat keindahan pemandangan bukit-bukit kapur diselingi dengan teras-teras batu karang. Paduan bebatuan seperti ini dikenal dengan nama daerah karst, yakni bekas dasar laut yang mengalami proses pengangkatan kerak bumi sehingga menjulang ke atas membentuk sebuah dataran tinggi. Batu-batu karang ini dulunya adalah bekas sarang/rumah binatang karang yang hidup pada saat itu. Pantai Krakal relatif landai. Hal ini memungkinkan sinar mentari menghidupkan cakrawala perpantaian, dan angin laut berhembus dengan sejuk. Pasir putih terhampar cukup panjang di tepian pantai, yakni sekitar 5 km, seolah selalu putih bersih dibasuk oleh deburan ombak yang cukup besar. Gua Langse yang terletak di kaki tebing Parangtritis merupakan tempat tetirah yang terkenal, meskipun di sekitarnya juga banyak kawasan serupa, seperti Gua Tapan, Sendang Beji, maupun Gua Siluman. Dalam buku-buku tulisannya, Dr. Hermanus Johannes de Graaf, ilmuwan Belanda yang mengkhususkan diri dalam pengkajian tanah Jawa, menyebut Gua Langse sebagai Gua Kanjeng Ratu Kidul. Oleh sebab itu, gua ini merupakan tempat yang sering dikunjungi oleh reraja Mataram. Di gua ini konon pernah bersemedi pula Syekh Siti Jenar maupun Sunan Kalijaga. Dari pantai Parangtritis untuk menuju Gua Langse masih harus berjalan sekitar 3 km ke arah timur. Jangan kaget atau merasa ngeri ketika Anda sudah berada di bibir tebing. Dengan ketinggian tebing 400 m dan nyaris tegak lurus, perjalanan menuju Gua Langse menjadi tantangan tersendiri. Jalan menuju ke kaki tebing tempat Gua Langse berada berupa campuran antara tangga (ada 4 buah pada tempat yang terpisah), akar, dan tonjolan bebatuan. Sesampainya di gua, pengunjung bisa mandi di salah satu bilik. Air yang dipakai mandi berasal dari mata air yang keluar dari dalam gua. Airnya yang dingin dan tawar serta mengandung kadar kapur tinggi bisa menghilangkan kelelahan akibat perjalanan menuju gua. Selesai mandi, barulah pengunjung dipersilakan untuk bersemedi. Kesunyian di dalam gua sangat membantu untuk memusatkan pikiran. Suara yang terdengar hanyalah debur ombak pantai selatan. Masjid Agung Terletak di sebelah Barat Alun-alun Utara Yogyakarta yang hingga kini masihdipergunakan untuk tempat beribadah sehari-hari bagi umat Islam. Di hari-hari besar Islam ,masjid ini dipergunakan sebagai tempat penyelenggaraan upacara-upacara resmi keagamaan Islam dari Kraton Yogyakarta.Masjid Agung Yogyakarta memiliki gaya bangunan jawa yang spesifik, utamanya dalam bentuk atapnya yang disamping unik juga indah menyerupai masjid Agung Kadilangu yang dibangun oleh Sunan Kalijaga (salah seorang wali sango di kota antik Demak)Di sayap Timur bagian depan dari Istana ini dipergunakan sebagai Museum Puro Pakualaman dengan mempergunakan 4 buah ruangan, yang dapat dikunjungi masyarakat setiap hari Senin dan Kamis antara pukul 11.00 hingga 13.00. Dalam Museum ini tersimpan benda-benda bersejarah yang memiliki nilai Budaya tinggi, dan merupakan tinggalan masa silam dari keluarga Paku Alam. Masjid Syuhada Salah satu Masjid besar di Jogjakarta yang bersejarah. Terletak di Kotabaru - Jogjakarta. Candi Mendut candi yang terletak kurang lebih 3 km sebelum candi borobudur dari arah jogyakarta, candi ini memiliki atap yang berbentuk limas dan didalamnya terdapat patung budha yag diapit oleh dua arca. Monument 1 Maret ini terletak di sebelah selatang benteng Vredeburg berdiri dengan tegar, mengingatkan kita pada peristiwa nasional yang tersebar dalam sejarah berdirinya RI. Peristiwa ini pada tanggal 1 Maret 1949, tatkala Letnan Kolonel Soeharto (sekarang Presiden RI) memimpin Serangan Umum ke kota Yogyakarta yang saat itu berada dalam penguasaan bala tentara penjajah Belanda. Serangan itu berhasil dengan gemilang dan Tentara Nasional Indonesia telah berhasil menguasai kota Yogya selama 6 jam yang membawa hasil penyerahan Kedaulatan Rakyat dari pihak pemerintah Belanda kepada RI. Museum Sasono Wiratama Museum ini sering disebut sebagai munumen Diponegoro karena merupakan bekas rumah kediaman Pangeran Diponegoro seorang bangsawan Kraton Yogyakarta yang terkenal sebagai patriot dalam melawan penjajah Belanda antara tahun 1825-1830. Kini di dalam bangunan-bangunan ini yang telah dipugar, tersimpan berbagai peninggalan yang berupa peralatan perang dan peralatan lain yang pernah dipergunakan beliau dan para pengikutnya yang setia. Museum ini terletak di daerah Tegalrejo, lebih kurang 4 Km dari pusat kota Yogyakarta. Museum Sasana Wiratama terbuka untuk kunjungan masyarakat umum, setiap hari kerja antara senin sampai sabtu pukul 08.00 – 13.00. Museum Perjuangan Museum berdiri atas inisiatif panitia peringatan :Setengah abad Kebangkitan Nasional Propinsi DIY" pada Tahun 1958 yang dimaksudkan untuk mengenang sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia Pembangunan dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Sri Paku Alam VIII , pada tgl 17 Agustus 1959 dan Pembanguynan itu selesai paDA TGL 29 jUNI 1961 dengan peletakan batu terakhir, peresmian sekaligus pembukaan Museum oleh Sri Paku Alam VIII . Mula-mula Museum dikelola oleh Panitia " Setengah Abad Kebangkitan Nasional DIY " ( 1961-1963 ) .Selanjutnya pada Tahun 1963 sampai dengan 1969 Panitia mengalami kesulitan dalam mencari dana sehingga Museum tidak dibuka oleh Umum. Pada Tahun 1970 -1974 Museum masih ditutup dan berada dibawah Pemda Propinsi DIY c.q. Inspeksi Kebudayaan Dinas P &K Propinsi DIY . Pada Tahun 1974-1980 Museum masih ditutup,namun pengelolaan Museum dilimpahkan ke Kanwil Depdikbud Propinsi DIY . Dan ,baru pada Tahun 1980-1997 Museum itu disatukan dengan Museum Negeri Sonobudoyo, dan dibuka untuk umum. Pada tgl 5 September 1997 Museum Perjuangan disatukan dengan Museum yang seaspek ( Museum Sejarah ) yaitu Museum Benteng Yogyakarta dan menjadi Museum Benteng Yogyakarta Unit II Museum (Gallery) Affandi terletak di sisi sebelah Utara dari jalan Solo No. 167, tepatnya di lereng sebelah Barat jembatan sungai Gajahwong, kompleks museum yang menepati tahah seluas 3500 m2 terdiri dari bangunan museum dan bangunan rumah yang dahulu merupakan rumah tinggal pelukis Affandi beserta keluarganya. Affandi telah banyak menerima penghargaan dari negara-negara di Asia dan Eropa, disamping gelar Doctor Honoris Causa yang diterimanya dari Universitas Singapore. Koleksi lukisan Affandi yang tersimpan di museum berjumlah 300 buah yang secara berkala dipamerkan di museumnya. Merapi Gunung Merapi mempunyai ketinggian 2968 m dari permukaan laut dan terletak lebih kurang 25 km dari Yogyakarta. Gunung Merapi terbentuk pertama kali sekitar 60.000-80.000 tahun yang lalu. Namun sejarah aktivitasnya baru mulai diamati dan ditulis sebagai dokumen sejak tahun 1791. Puncak Merpai menjajikan daya pikat untuk menikmati keindahan matahari terbit pada pagi hari dengan pemandangan alami dari jajaran Gunung Ungaran, Telomoyo dan Merbabu. Gung Merapi dan sekitarnya menawarkan wisata gunung api seperti udara yang sejuk, lintas alam, keindahan kubah lava yang masih aktif. Pasar Beringharjo Pasar Beringharjo didirikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwana I. Pasar ini terletak di sebelah utara kompleks keraton. Nama Pasar Beringharjo diambilkan dari nama hutan Beringan, yakni hutan yang merupakan cikal bakal kota Yogyakarta. Di dalam hutan tersebut terdapat pedukuhan yang bernama Pacetokan yang merupakan tempat berdirinya Keraton Yogyakarta sekarang Pantai Parangkusumo, Menurut legenda, tempat ini merupakan medan pertemuan para raja Kerajaan Yogyakarta dengan Nyai Roro Kidul. Tempat pertemuan tersebut tepatnya terletak di sebuah batuan intrusi pada hamparan pasir perpantaian. Sehubungan dengan legenda tersebut, pantai ini dikenal amat sakral. Parangtritis. Pantai Parangtritis terletak sekitar 27 km di sebelah selatan kota Yogyakarta. Lokasinya mudah dijangkau dengan berbagai alat transportasi. Disamping itu, di kawasan ini cukup banyak tersedia fasilitas penginapan dan rumah makan, kolam renang, pemandian dan bumi perkemahan. Untuk mencapai lokasi wisata ini, terdapat dua jalur yang dapat digunakan. Jalur pertama relatif lebih pendek, takni 27 km dari Yogyakarta, Kraton Yogyakarta-Desa Kretek-Pantai Parangtritis. Apabila perjalanan dilakukan pada pagi dan sore hari, pada rute ini akan selalu ditemui ‘pasukan sepeda’ para buruh yang memberikan sebuah gambaran kerukunan dan kedamaian di antara mereka. Jallur kedua, meski berjarak tempuh 37 km, melewati rute jalan pemandangan pegunungan yang menarik. Rute jalur ini adalah : Terminal Umbulharjo-Daerah Imogiri-Desa Siluk-Pantai Parangtritis. Pawon. Bangunan suci budha yang disebut dalam prasasti karang tengah 824 m didukung letaknya yang segaris dengan candi mendut dan candi borobudur.terletak di desa brajanalan kec. borobudur. Plaosan (Candi Budha) Candi Plaosan terletak kira-kira 1 km ke arah timur dari candi Sewu. Candi Budha ini terdiri atas dua candi utama yang terletak berdampingan, masing-masing mempunyai landasan dasar sendiri. Relief ukiran yang terletak di bagian selatan candi menggambarkan tentang laki-laki dan candi yang lain menggambarkan tentang wanita. Keistimewaan lain dari candi ini adalah candi Perwata yang meniru bentuk stupa. Prambanan Candi Prambanan terletak kurang lebih 17 kilometer ke arah Yogya Solo (perempatan Janti ke Timur). Tiap orang pasti akan melihat candi ini karena letaknya yang hanya 100 meter dari jalan utama. Di waktu malam Candi ini akan lebih indah karena diSorot oleh sinar lampu berkekuatan tinggi.Candi Hindu yang tingginya 47 meter ini dibangun oleh Dinasti Sanjaya di abad 9.Candi ini terdiri atas 3 kompleks. Candi utama terletak di bagian dalam kompleks dan dikelilingi oleh candi-candi kecil yang disebut candi PERWARA. Beberapa dari candi-candi ini merupakan kontribusi dari pemimpin daerah sebagai upeti kepada Raja. Puro Pakualaman (1813), berlokasi di Jln Sultan. Merupakan kerajaan kecil di dalam wilayah Kerajaan Ngayogyokarto Hadiningrat. Ratu Boko (Candi Hindu) Situs Ratu Boko berada di atas bukit pada ketinggian 195,97 meter dpl dengan luas sekitar 250.000 meter persegi. Dari sini Anda seperti melihat lukisan naturalis yang indah; Gunung Merapi yang selalu mengeluarkan asap membelakangi kemegahan Candi Prambanan dan Candi Sewu. Pemandangan alam yang indah juga tampak begitu Anda mengeserkan kepala ke arah selatan. Panorama perbukitan penuh dengan warna bangunan candi; Candi Banyunibo, Candi Barong, Candi Ijo, dan sebagainya. Benar-benar seperti lukisan! Samas Pantai Samas ini dikenal memiliki ombak yang besar dan terdapat delta-delta sungai dan danau air tawar yang membentuk telaga. Telaga-telaga tersebut digunakan untuk pengembangan perikanan, penyu, dan udang galah serta berbagai lokasi pemancingan. Disebelah Barat terdapat Pantai Patehan dengan panorama yang indah Lokasi : di Desa Srigading, Kec. Sanden kurang lebih 24 Km dari yogyakarta ke arah Selatan. Atraksi/Event Wisata : Upacara Kirab Tumuruning Maheso Suro, Labuhan Sedekah Laut, Pentas Seni Budaya ( liburan dan lebaran ).Fasilitas Terminal. Tempat Parkir, MCK, Penginapan, Rumah Makan, SAR, Jaringan Listrik, Mushola dan Sarana Transportasi. Sari. Candi Budha ini terletak sekitar 600 meter kearah timur laut dari candi Kalasan, di sisi sebelah utara dari jalan utama antara Yogyakarta dan Solo. Candi yang kecil dan indah ini terdiri atas dua lantai. Lantai atas dulunya digunakan untuk menyimpan barang-barang untuk kepentingan keagamaan. Candi ini dulunya juga merupakan Vihara, tempat dimana biksu beribadah, bermeditasi, dan mengajar para pengikutnya. Tembok candi ini juga dilapisi oleh Vajralepa. Sambisari Candi ini terletak sekitar 12 km ke arah timur dari kota Yogyakarta di sebelah utara dari jalan utama antara Yogyakarta dan Solo. Candi Sambisari adalah candi yang sangat unik, candi ini terletak 6,5 meter di bawah permukaan tanah. Candi ini dibangun pada abad ke-10. Karena letusan Gunung Merapi di tahun 1006, daerah di sekitar ini tertutup oleh bahan-bahan yang berasal dari gunung berapi. Gua Selarong Kawasan objek wisata ini memiliki pemandangan alam yang indah serta cocok untuk digunakan sebagai Bumi Perkemahan (Camping Ground). Di masa lampau gua ini digunakan sebagai markas gerilya Pangeran Diponegoro dalam perjuangannya melawan penjajahan Belanda pada tahun 1825–1830.Pangeran Diponegoro pindah ke Gua Selarong setelah rumahnya di Tegalrejo diserang dan dibakar habis oleh Belanda.Gua Selarong berlokasi sekitar 14 km arah utara Yogyakarta tepatnya di kecamatan Pajangan dan berada di puncak bukit yang ditumbuhi banyak pohon jambu biji yang merupakan khas dari objek tersebut. Candi Sewu Candi Sewu terletak hanya beberapa ratus meter ke arah timur laut dari Candi Prambanan. dengan lingkungan yang sejuk Anda dapat menikmati Candi Budha yang besar dan luas. meliputi beberapa candi kecil, seperti: candi Lumbung, candi Asu, candi Bubrah, dan candi Lor Kulon. Sendangsono Merupakan tempat ziarah bagi pemeluk agama Roma Katholik, tempat ini dibangun menyerupai Loudes di Perancis, dimana pada masa yang silam, Bunda Maria, ibunda Nabi Isa Al Masih telah menampakkan diri dihadapan seorang gadis Santa Bernadeta, dan melakukan berbagai mukjijat kepada masyarakat setempat. Nama Sendangsono diambil dari istilah "sendang" yang berarti mata air dan "sono", merupakan nama suatu jenis pohon. Sedangkan sendangsono berarti mata air di bawah pohon sono. Pada bulan Mei dan Oktober, tempat ini ramai sekali dipenuhi peziarah dari seluruh Indonesia. Seni Sono Art Center Di Yogya ada satu gedung kesenian yang dikenal dengan nama Seni Sono. Gedung ini terletak di jatung kota Yogyakarta. Bersebelahan dengan Istana Negara "Gedung Agung". Begitu strategisnya Seni Sono sehingga ada banyak aktivitas kesenian dan kebudayaan dilakukan di tempat ini. Apalagi tahun 1970-an sampai akhir 1980-an tidak banyak gedung kesenian, sehingga Seni Sono menjadi pilihan utama. Di gedung Seni Sono rupa-rupa kegiatan kesenian dan kebudayaan dilakukan. Ada pentas teater, pameran lukisan, diskusi, bazaar dan seterusnya. Pendeknya, Seni Sono yang berada di jalur kawasan Malioboro sangat strategis untuk menghadirkan publik. Taman Sari Terletak lebih kurang 400 meter dari Komplek Kraton Yogyakarta atau lebih kurang 10 menit berjalan kaki dari halaman dalam belakang Kraton yang disebut Kemandungan Kidul atau halaman Magangan.Taman Sari berarti taman yang indah, pada zaman dahulu merupakan tempat rekreasi Sri Sultan beserta kerabat Istana. Telogo Muncar air terjun di kawasan Tlogo Putri - Kaliurang. Di lereng Gunung Merapi Tugu Yogya adalah salah satu bangunan peninggalan Sultan Hamengku Buwana I. Pembangunan Tugu tersebut dilakukan untuk memperingati rasa kebersamaan raja (pada waktu itu Pangeran Mangkubumui) dengan rakyat yang bersatu padu melawan Belanda sehingga Pangeran Mangkubumi mendapatkan tanah Mataram. Tugu tersebut dibangun setahun setelah Perjanjian Gianti. Ketinggian Tugu pada waktu dibangun pertama kali adalah 25 meter. Monumen Yogya Kembali didirikan untuk mengenang peristiwa bersejarah yaitu bebasnya Yogyakarta dari Pendudukan Belanda tahun 1949. Monumen ini terletak di Sariharjo, Ngaglik Sleman kira-kira 7 km dari Tugu Yogyakarta. Monumen ini berbentuk kerucut menpunyai gunung dan terdiri dari tiga lantai. Lantai dasar punya pintu lurus dari barat ke timur sesuai dengan rotasi bumi. Pada lantai ini terdapat bermacam-macam display dan cerita lengkap mengenai peristiwa menjelang "Yogya Kembali". Lantai kedua punya pintu lurus dari utara ke selatan, terjalin dengan garis fisalfat bangunan kraton Yogyakarta. Lantai ini berisi cerita-cerita perjuangan yang dimulai dari saat Yogyakarta menjadi ibukota RI sampai peristiwa Yogya kembali. Lantai ketiga berada pada bagian paling atas, pada lantai ini tidak memiliki pintu para pengunjung bisa masuk ke ruangan ini melalui bagian bawah. Lantai ini punya satu ruang yang disebut "Gerba Graha" yang berarti ruang bersemedi

Sabtu, 09 Januari 2010

RUMAH DUNIA, WISATA KOTA DI SERANG

Percaya tidak, kalau kita sebetulnya tidak usah pergi jauh-jauh kalau hendak berwisata di Serang? Jika kamu tidk punya uang banyak, cobalah berwisata di kota Serang saja. Ke mana? Alun-alun kota Serang pilihan utama. Jika ingin sntai, setiap selepa Ashar, kota Serang jadi magnit tersendiri. Banyak makanan (wisata kuliner) bisa kita cicipi. Kalau sudah punya anak, banyak mainan murah-meriah untuk anak-anak kita. Bagi yang jomblo, ngeceng aja. GEDUNG TUA Kalau ingin melihat gedung tua, jalan kaki saja di seputaran alun-alun. Ada Gedong Juang di selantannya, gedong negara (kantor gubernur) di barat, dan sebelah utara ada pendopo bupati Serang. Sayang ya, gedung Makodim sudah jadi Serang mall. Kalau ingin menarik lgi, dari alun-alun kota Serang ke sebelah barat. ada kampung Kaujon. Di sana banyak rumah-rumh tua dan ada mesjid tua. Kita bisa memasuki gang-gang kecil ibarat labirin. Asik, deh. SENI Dan Rumah Dunia juga bisa jadi sasaran wisata kota. hampir setiap Minggu selalu ada acara seni. Rumah Dunia bisa dijadikan tujuan wisata seni. Tinggal datang dan bertanya kepada relawan, ada agenda apa saja di Rumah Dunia. Atur rencana, boyong keluarga. Malah Rumah Dunia memberi kesempatan kepada para keluarga di Banten untuk menampilkan kreasi-kreasi seninya. Kalau ada yang ingin nyanyi, baca puisi, berteater, kami siap jadi penontonnya dan memberikan apresiasi dadakan. Kita bisa bergembira bersekspresi. jangan takut, ekspresikn saja dirimu! Ditunggu, ya1 (GG)

Jumat, 08 Januari 2010

Wisata Semarang

Obyek wisata alam Goa Kreo Obyek wisata alam Goa Kreo terletak di Dukuh Talun Kacang, Kelurahan Kandri Kecamatan Gunungpati + 13 km dari Tugumuda ke arah Selatan, berada di lereng bukit dengan ketinggian 350 di atas permukaan air laut . Pemandangan Sawah Disekitar Goa Kreo ini terdapat hamparan sawah yang luas, tebing-tebing curam penuh pepohonan dan sungai jernih berbatu sehingga tercipta panorama yang indah. Untuk mencapai mulut Goa ini harus menuruni anak tangga yang cukup banyak. Menurut legenda Goa Kreo merupakan petilasan Kanjeng Sunan Kalijaga. Ketika mencari kayu Jati untuk membangun masjid Demak, beliau singgah di Goa ini. Kera-kera Diceritakan pada waktu itu beliau (Sunan Kalijaga ) dibantu empat ekor kera yang konon merupakan cikal bakal kera-kera yang hidup di Goa Kreo, sekarang berjumlah sekitar 300 ekor. Disekitar Goa ini juga terdapat rumpun bambu kerincing yang dipercaya tumbuh dari bekas tusuk sate yang disajikan pada saat Sunan Kalijaga mengadakan selamatan. Daun bambu ini berbau daging kambing. Tanaman Langka Selain bambu kerincing disekitar Goa Kreo tumbuh pula bermacam-macam tanaman langka antara lain : Pohon beracun, sesambi/kucacil, lanji/wilikukur, kepoh atau jangkang, iwil-iwil dan kemloko. Disebelah Utara Goa Kreo terdapat air terjun yang berasal dari berbagai sumber mata air yang jernih dan tidak mengenal kemarau. Untuk sampai di air terjun ini harus melalui tangga yang curam. Disamping memiliki pemandangan yang indah Goa Kreo juga dilengkapi sarana-sarana lain seperti : tempat bermain yang dilengkapi dengan beberapa mainan anak seperti ayunan, papan luncur dll. Museum Nyonya Meneer Museum ini didirikan pada tanggal 18 Januari 1984 menyimpan berbagai koleksi benda budaya tentang jamu. Terletak di Jl. Kaligawe - Semarang Museum Rekor Museum ini menyimpan /mengoleksi Catatan Rekord maupun prestasi luar biasa yang dimiliki oleh orang-orang Indonesia. Terletak di Jl. Setiabudi No.179 Semarang Pantai Marina Terletak di bagian Utara Kota Semarang, berdekatan dengan Kawasan Pekan Raya Promosi dan Pembangunan ( PRPP ) Jawa Tengah dan Puri Maerokoco ( Taman Miniatur Jawa Tengah ). Di Pantai ini terdapat Kolam Renang, Sky Air dan Speed Boot serta keindahan suasana Pantai. Puri Maerokoco Puri ini merupakan miniatur Jawa Tengah yang terletak di jalan Tawang Mas Semarang, dekat dengan PRPP. Agro Sodong Agro Sodong terletak di Kelurahan Purwosari Kecamatan Mijen ini pada konsep awalnya dimaksudkan sebagai langkap antisipatif terhadap kecenderungan kebutuhan wisatawan untuk kembali kepada keadaan alami (back to nature). Lokasi agro ini meliputi dataran rendah dan perbukitan dengan ketinggian 220 - 300 m/ DPL, sedangkan kondisi tanah ¾ relief kasar dan kemiringan 15 - 16 %, ¾ Latosol coklat dan sebagian mediteran coklat tua. Luas kawasan areal agro ini adalah seluruh Kelurahan Purwosari yakni ± 152.570 ha dengan pembagian tanah menurut penggunaannya untuk persawahan, tegalan pekarangan dan lain-lain. Sedangkan asset yang dimiliki Pemerintah Kota Semarang adalah berupa tanah eks bengkok seluas ± 40 ha dengan lokasi tersebar diarea tersebut. Banyak pemandangan ( spot ) yang menarik di kawasan Agro Sodong ini. Dilihat dari Dukuh Sodong / Pintu Gerbang Tambangan dapat dilihat hamparan persawahan yang luas dengan teraseringnya yang dilatar belakangi kaki Gunung Ungaran serta nuansa pedesaan yang alami. Dilihat dari Open Theatre Dukuh Gilisari dapat dilihat hijaunya hutan jati dan karet.

Rabu, 06 Januari 2010

KEBUN BINATANG PONTIANAK

Kebun Binatang Pontianak terletak di Jalan Adisucipto, saat ini memiliki lebih dari 50 koleksi satwa, antara lain burung hantu, elang laut, pecuk ular, bangau, kasuari, tekukur dan kakatua. Selain itu terdapat pula orangutan, berbagai jenis primata, musang, landak, beruang, buaya dan lain-lain. Satwa-satwa tersebut berasal dari sumbangan masyarakat dan penyitaan terhadap satwa yang dipelihara masyarakat tanpa izin pemerintah. Selain itu juga terdapat sumbangan dan penitipan satwa dari Sub Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) yang diperoleh dari habitat asalnya. Kebun Binatang Pontianak berdiri sejak tahun 1976, diprakarsai oleh Kepala Daerah Tingkat I KalBar. Kebun binatang ini didirikan dengan latar belakang bahwa pada saat itu marak dilakukan penebangan hutan oleh para pengusaha yang menyebabkan terganggunya habitat satwa hutan. Agar satwa-satwa tersebut tidak punah, dilakukanlah pemindahan satwa tersebut ke tempat yang lebih aman dan sesuai dengan habitat aslinya. Upaya ini juga didorong oleh kegiatan seorang pengusaha kayu asal Italia bernama Pausto Oricciu yang memelihara berbagai jenis satwa liar di kediamannya di Jalan Syuhada Pontianak. Satwa-satwa tersebut dipelihara tanpa izin. Oleh karena itu, Pemda mengambil langkah-langkah untuk mengambil alih pemeliharaan satwa-satwa tersebut dan menampungnya di sebuah lokasi yang namanya Taman Hiburan Rahadi Usman. Taman inilah yang kemudian diubah fungsi menjadi Kebun Binatang Pontianak.

Senin, 04 Januari 2010

Pantai Lampuuk

Pantai Lampuuk terletak di pantai barat Aceh. Dari Banda Aceh kurang lebih 17 km dan dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor dalam waktu kurang dari 30 menit. Namun sayangnya pantai yang cukup terkenal dan menjadi tempat wisata favorit penduduk Aceh tersebut musnah tersapu Tsunami. Pantai ini cukup indah dan dapat digunakan sebagai tempat berenang, berjemur di pasir putih, memancing, berlayar, menyelam dan kegiatan rekreasi lainnya. Disore hari pantai ini terasa lebih indah, dimana kita dapat menyaksikan matahari terbenam yang penuh pesona. Disekitar pantai Lampuuk juga berdiri megah sebuah pabrik semen Andalas, namun saat itu pabrik tersebut hanya tinggal kenangan setelah mengalami kerusakan parah akibat gempa dan Tsunami 26 Desember 2004 yang lalu. Dikawasan Pantai Lampuuk, anda dapat bermain golf dengan latar belakang panorama laut di Padang Golf Seulawah. Sayangnya semua keindahannya kini tinggal kenangan dan tinggal menungguk pemerintah memperbaiki wisata yang cukup digemari turis asing tersebut.

Taman wisata Alam Laut Pulau Weh

Taman Wisata Alam (TWA) Laut Pulau Weh ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 928/Kpts/Um/12/1982 tanggal 27 Desember 1982 seluas 2.600 Ha. Secara geografis TWA Laut Pulau Weh terletak pada 0552’ Lintang Utara dan 9552’ Bujur Timur. Sedangkan secara administrasi pemerintahan termasuk Kecamatan Sukakarya, Kotamadya Sabang, Propinsi D.I. Aceh dan dari segi pengelolaan hutannya termasuk Resort Konservasi Sumber Daya Alam Iboih dan masuk pada Sub Balai Konservasi Sumberdaya Alam Propinsi NAD. Di TWA Laut Pulau Weh, Sabang terdapat terumbu karang, baik karang yang keras maupun karang yang lunak dengan berbagai jenis, bentuk dan warna, yang kesemuanya membentuk gugusan karang yang menarik untuk dinikmati, antara lain karang dengan nama daerahnya karang lupas, karang rusa, karang kerupuk. Selain terumbu karang, TWA Laut Pulau Weh, Sabang dapat ditemui jenis-jenis ikan karang seperti Angel fish, Tropet fish, Dunsel fish, Sergeon fish, Grope fish, Parrot fish dan lain-lain. Ikan-ikan ini berada di sekitar TWA Laut Pulau Weh dan sebagian merupakan endemik di daerah ini. Selain itu juga banyak ditemukan jenis-jenis ikan ekonomis seperti Tuna, Kakap, Kerapu, Bayan, Pisang-pisangan dan lain-lain. Kegiatan wisata alam yang dapat dilakukan di TWA Laut Pulau Weh adalah kegiatan wisata tirta seperti berselancar, naik sampan, berenang, memancing, serta menyelam untuk menikmati alam bawah air dengan keanekaragaman terumbu karang serta ikan-ikan karangnya yang indah. Beberapa fasilitas yang dapat mendukung kegiatan wisata antara lain : pondok-pondok penginapan di sekitar Iboih yang dibangun oleh masyarakat, shelter, MCK, masjid, kios cendera mata dan hotel yang terdapat di Gapang. Selain itu terdapat berbagai fasilitas yang berada di Pulau Rubiah yang dibangun oleh Dinas Pariwisata Dati I D.I. Aceh antara lain : pusat kegiatan menyelam yang dilengkapi dengan fasilitasnya (perahu motor, peralatan selam), mushola, shelter, MCK, rumah jaga, menara pengintai, jalan setapak, taman dan instalasi listrik.