Kamis, 31 Desember 2009

Liburan ke Bali

Liburan ke Bali ternyata masih tetap menjadi pilihan yang paling ideal bagi wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara pasca tragedi bom Bali I & II. Pulau Bali sebagai tempat wisata utama di Indonesia masih mempunyai daya tarik yang memikat bagi semua orang dari seluruh dunia. Berbagai paket liburan ke Bali kami kemas dan tawarkan pada Anda dalam bentuk Paket Hemat Wisata di Bali. Mulai dari paket tour di Bali, paket liburan Bali hemat (tour + hotel), wisata bisnis dan corporate meeting, wisata bahari, spa dan spiritual, wisata petualangan, golf, wisata belanja, darma wisata bagi murid sekolah, paket wisata Lebaran untuk liburan Idul Fitri, paket tour liburan, kunjungan kerja bagi pemerintah maupun perusahaan, paket liburan akhir tahun di Bali (liburan Natal dan Tahun Baru 2010), paket bulan madu di Bali, sampai paket group outing/ team building program. Dan kami juga menyediakan paket tour Overland Jawa Bali dengan harga hemat. Sedangkan bagi Anda yang sedang membutuhkan / mencari hotel murah di Bali tanpa servis lain, silakan klik halaman Voucher Hotel Hemat di Bali. Kami telah menyusun daftar hotel di Bali dari berbagai area Kuta, Legian, Sanur, Nusa Dua, Jimbaran, Ubud dll yang dapat dipilih sesuai budget. Wisata Bisnis, Corporate Meeting & Gathering di Bali Bali masih tetap menjadi pilihan utama para pelaku bisnis Indonesia untuk mengadakan berbagai aktivitas corporate meeting, incentive, convention dan exhibition di Indonesia. Kami melayani paket hemat bagi karyawan pemerintah ataupun perusahaan swasta yang melakukan kunjungan kerja di Bali. Termasuk juga group networking / jaringan / multi-level marketing (MLM) yang ingin mengadakan acara pertemuan / gathering / seminar sukses di Bali bersama rekan-rekan se-Indonesia. Selengkapnya, lihat Paket Hemat Meeting di Bali dan Paket Kunjungan Kerja ke Bali Wisata Petualangan / Adventure Anda menyukai tantangan dan hobi berpetualang? Di Bali, wisata petualangan (adventure tour) tersedia berbagai pilihan paket tour seperti aktifitas arung jeram (rafting) di Sungai Ayung ataupun di Sungai Telaga Waja, tour bersepeda (mountain dan village cycling) di Kintamani ataupun di Jatiluwih, wisata berkuda (horse riding), safari gajah di Desa Taro, naik unta di Nusa Dua, paintball (perang-perangan) di Sanur, bungy jumping dan belajar surfing di Kuta serta masih banyak lagi yang lainnya. Belum lengkap rasanya liburan ke Bali kalau tidak mencoba salah satu aktifitas wisata petualangan di Bali. Selengkapnya, lihat Paket Adventure Hemat di Bali Wisata Bahari di Bali Pulau Bali merupakan salah satu tempat wisata bahari terbaik di dunia. Selain keindahan alamnya, juga keindahan bawah lautnya yang menakjubkan. Aktifitas yang dapat dilakukan selama liburan di Bali diantaranya: * Water Sport Aktifitas menyelam (scuba diving) tersedia untuk pemula maupun yang sudah berpengalaman (certified divers) di Sanur, Nusa Dua dan dive spot lainnya. Bagi Anda yang ingin rileks di pantai, bisa melakukan aktifitas parasailing, snorkeling, jet ski, banana boat, fly fish, dolphin tour (melihat lumba-lumba), memancing (fishing). * Kapal Pesiar (Cruise) Berlayar dengan Bali Hai Cruise ke Nusa Lembongan atau dengan kapal Quick Silver ke Nusa Penida. * Kapal Selam dan Sea Walker Bagi anda yang liburan ke Bali ingin melihat keindahan alam bawah laut tanpa harus menyelam, tersedia Kapal Selam (submarine) di Padang Bai. Dan bisa juga dicoba aktifitas berjalan-jalan di bawah air menggunakan fasilitas Sea Walker. Selengkapnya, lihat Paket Wisata Bahari di Bali Wisata / Liburan Anak Sekolah Pulau Dewata adalah tempat yang sangat bagus bagi anak sekolah dalam mengisi masa liburan. Kami menyediakan paket hemat untuk liburan anak sekolah. Ayo, ajak anak-anak anda liburan ke Bali bersama BaliHemat.com. Selengkapnya, lihat Paket Liburan Sekolah Wisata Spa dan Kesehatan Wisata Spa saat ini menjadi salah satu trend terbaru bagi wisatawan yang berlibur di Bali. Sangat banyak tersedia pilihan spa kesehatan dan kecantikan di Bali mulai dari harga hemat sampai yang berkelas internasional. Liburan ke Bali anda akan semakin lengkap dan memuaskan dengan menikmati layanan spa di Bali. Wisata Kuliner Bali Karena merupakan pusat turis, di Bali tersedia tidak hanya menu lokal dan Indonesia, tetapi tersedia juga berbagai pilihan menu asing seperti masakan Jepang, Korea, Thailand, India, Itali, dan lain-lain. Salah satu tempat yang terkenal di Bali untuk makan malam sambil melihat sunset adalah restoran ikan laut segar di Jimbaran. Lengkapi perjalanan wisata Anda di Bali dengan menikmati berbagai aneka makanan yang sedap di restoran pilihan Anda. Wisata Belanja / Shopping di Bali Bali disamping sebagai tujuan wisata, juga terkenal dengan kerajinan tangan yang berkualitas dan banyak di ekspor ke manca negara seperti: batik, ukiran dari kayu dan batu, lukisan, kerajinan emas, perak, permata dan yang lainnya. Kami siap mengantar ke pusat produksi (Batu Bulan, Mas, Celuk, Ubud) atau pasar tradisional yang menjual kerajinan Bali (Sukawati, Ubud) selama liburan di Bali.

Rabu, 30 Desember 2009

Wisata Jawabarat

Objek Wisata & Tempat Tempat menarik Di Kota Tasikmalaya. Sebagian besar wilayah Tasikmalaya merupakan daerah pegunungan, dengan puncaknya Gunung Galunggung dan Gunung Telagabodas. Tasikmalaya memiliki iklim tropis dengan suhu rata-rata di dataran rendah 20°-34° C dan di dataran tinggi 18°-22° C. Masyarakat Tasikmalaya umumnya bertumpu pada sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, selain juga bertumpu pada sektor pertambangan seperti pasir Galunggung yang memiliki kualitas cukup baik bagi bahan bangunan, industri, dan perdagangan. Industri pariwisata di sini berkembang pesat ke arah kerajinan tangan. Tasikmalaya, dikenal sebagai basis perekonomian rakyat dan usaha kecil menengah seperti kerajinan dari bambu, batik, dan payung kertas. Namun, sangat disayangkan, seiring dengan kebijakan investasi besar-besaran di era 1990-an, potensi ekonomi rakyat di daerah ini cenderung terpinggirkan, bahkan tidak diperhatikan. Potensi yang belum dikembangkan secara maksimal di Tasik ialah industri bordir yang sudah mendunia, tetapi sekarang pemerintah kota tasikmalaya mulai membuat suatu tempat pameran bordir untuk para pengrajin Tasik, yang berlokasi di Kawalu. Tugu Kebulatan Tekad. Tugu kebulatan tekad Rengasdengklok dibangun untuk mengenang kebulatan tekad para pemuda dan pejuang serta tokoh-tokoh bangsa ini untuk melepaskan bangsa Indonesia dari belenggu penjajahan Belanda, menuju negara Indonesia yang merdeka. Tugu ini berbentuk tangan kiri yang mengepal diartikan sebagai simbol perlawanan, sedangkan tangan kanan tidak dilukiskan karena diasumsikan sedang memegang senjata. Awalnya adalah rumah seorang keturunan bernama Djiaw Kie Siong, di rumah inilah Soekarno dan Bung Hatta beserta tokoh-tokoh pemuda merumuskan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia. Di tempat ini pulalah untuk pertama kalinya bendera merah-putih dikibarkan pada tanggal 16 Agustus 1945. Berlokasi di kecamatan Rengasdengklok Kabupaten Karawang, sekitar 20 Km dari pusat kota Karawang. Monumen Rawagede. Monumen ini didirikan untuk mengenang tewasnya 213 orang warga sipil yang teguh mempertahankan persembunyian para pejuang kala itu. Di tempat ini terdapat diorama yang menggambarkan kekejaman tentara belanda yang membantai penduduk, termasuk diantaranya para wanita dan anak-anak. Di tempat ini juga dikuburkan sekitar 200 orang korban tersebut. Berlokasi di kecamatan Rawamerta kabupaten Karawang. Sekitar 10 Km dari pusat kota. Curug Cigentis. Curug Cigentis merupakan sarana wisata unggulan kabupaten Karawang, curug ini berada di kaki gunung Sanggabuana, panorama sepanjang jalan menuju air terjun ini sangatlah indah dan berudara bersih, jauh dari polusi kota besar. Walaupun jalan menuju air terjun ini hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 2 Km dari area parkir kendaraan, namun dengan suguhan pemandangan alam yang memikiat rasa lelah anda akan cepat terobati. Berlokasi di desa Mekarbuana kecamatan Tegalwaru kabupaten Karawang, sekitar 44 Km dari pusat kota. Curug Bandung. Curug Bandung merupakan keajaiban alam dengan tujuh air terjun dalam satu aliran sungai, dari mulai curug picung, dan yang terbesar adalah curug bandung. Masih berada di kaki gunung Sanggabuana, perjalanan menuju curug ini cukup beratyaitu dengan menempuh perjalanan kai sejauh kurang lebih 3 Km. Di salah satu air terjun yaitu curug Peteuy tersedia sarana outbound serta fasilitas pertemuan dan sarana rekreasi lainnya. Berlokasi di desa Mekarbuana kecamatan Tegalwaru kabupaten Karawang, sekitar 42 Km dari pusat kota. Pantai Tanjung Pakis. Pantai ini berlokasi di ujung utara Karawang. Sebuah pantai berpasir putih dengan ombak yang tenang. Pemandian Air Panas Ciawi. Apabila anda menuju Tasik dari kota Bandung, di pertigaan Nagreg anda bisa mengambil rute melewati Ciawi (lihat petunjuk jalan yang ada), setengah perjalanan anda akan melewati pemandian air panas Ciawi. Kolam air panas Ciawi tidaklah sebaik kolam Cimanggu atau Ciater di Bandung, tetapi tempat ini cocok untuk tempat persinggahan dalam perjalanan anda ke Tasik atau ke Ciamis & Pangandaran. Terdapat dua kolam, tetapi airnya dingin, air panas dapat anda jumpai hanya pada kamar-kamar mandi kecil yang dapat anda sewa. Di sepanjang jalan terdapat rumah-rumah makan yang baik. Pusat Kerajinan Tangan Rajapolah. Desa Rajapolah berjarak sekitar 12 Km sebeleh utara Tasikmalaya, atau sekitar 75 Km dari pintu TOL Cileunyi Bandung. Rajapolah terkenal sebagai pusat kerajinan tangan di Tasikmalaya. Di kiri-kanan sepanjang jalan Rajapolah banyak terdapat toko-toko yang menjual barang-barang kerajinan khas Tasikmalaya, seperti kerajinan Bordir, Payung Tasik yang terbuat dari kertas, Kelom Geulis dan Batik Tulis, juga kerajinan dari anyaman bambu dan rotan.

Selasa, 29 Desember 2009

WISATA - TRAVELLING

1. CANDI BOROBUDUR Candi budha terbesar didunia yang merupakan salah satu karya master piece diantara Tujuh Keajaiban Dunia terletak di Desa Borobudur kec borobudur lebih kurang 3 km dari kota Mungkid(40km)dari Yogyakarta.Kawasan candi yang dibangun oleh Raja Samaratungga dari Dinasti Syailendra pada abad VIII saat ini telah dikelilingi kawasan taman wisata dengan berbagai daya pesona bagi para pengunjung. 2. CANDI MENDUT candi yang terletak kurang lebih 3 km sebelum candi borobudur dari arah jogyakarta, candi ini memiliki atap yang berbentuk limas dan didalamnya terdapat patung budha yag diapit oleh dua arca. 3. TAMAN REKREASI MENDUT Bagi pengunjung Candi Borobudur yang ingin lebih menikmati suasana santainya dapat singgah di Taman Rekreasi Mendut dalam perjalanan pulangnya karena tempat ini terletak ditepi jalan arah candi Borobudur.Fasilitas taman ini antara lain kolam renang bertaraf internasional, kolam renang anak-anak, arena bermain,lapangan tenis,mushola,cafetaria dan parkir luas. 4.TAMAN REKREASI KALIBENING Obyek wisata Kalibening dapat dijangkau dengan mudah terletak dijalur Magelang-Semarang tepatnya di Desa Payaman kec Secang dan siap menantikan kunjungan anda. 5.TELAGA BLEDER Obyek wisata terletak di Desa Ngasinan Kec Grabag dilereng gunung Andong tersedia aneka fasilitas rekeasi air seperti speed boat, sampan,sepeda dan becak air.Pengunjung dapat memanjakan kesenangannya akan rekreasi air sambil menikmati sejuknya hawa pegunungan serta panorama alam yang indah. 6. SEKARLANGIT Obyek wisata berupa air terjun dengan ketinggian 25 m. Yang terletak didesa Tlogorejo kec.Grabag merupakan tempat yang sangat mengasyikkan bagi kawula muda dengan suguhan panorama alam gunung Andong dan Telomoyo serta bumi perkemahan yang ditunjang dengan hawa menyegarkan. 7. CURUG SILAWE Air terjun yang terletak dilereng gunung Sumbing dengan ketinggian 50 m.Terletak di Desa Sutopati Kec Kajoran. Selain dapat menikmati sejuknya hawa pegunungan juga dapat disaksikan panorama indah berupa hamparan hutan pinus. 8.ARUNG JERAM Arung Jeram Citra Elo merupakan petualangan alam/tantangan untuk menghilangkan kejenuhan dalam kehidupan sehari-hari bagi wisatawan dapat melihat pemandangan alam,sungai sepanjang 12 km.Terletak di Desa Progowati kec Mungkid 3 km sebelum Candi Borobudur. 9.GARDU PANDANG KETEP Terletak 21 km dari Kota Mungkid berada didesa Ketep Kec Sawangan jalur Solo-Selo-Borobudur. Dari gardu pandang ini wisatawan bisa melihat pemandangan gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, Sindoro, Tidar, Andong dan Pegunungan Menoreh serta hamparan lahan pertanian. Dari tempat ini bisa melihat luncuran lahar panas gunung Merapi. Fasilitas yang dapat ditemui antara lain areal parkir, kamar mandi/wc, gasebo,audiovisual/ home theatre, kios cinderamata/makanan. 10. MUSIUM WIDAYAT Terletak dijalur borobudur taman rekreasi mendut. musium ini merupakan koleksi lukisan almarhum h.widayat yang dilengkapi patung-patung dan dibelakangi gedung/halaman dapat dijumpai beberapa tanaman langka. 11. TAMAN ANGGREK terletak didepan taman rekreasi mendut dilengkapi dengan loboratorium pembibitan bunga anggrek, greenhouse dan dipersiapkan penjualan bunga anggrek potong, tanaman anggrek, bibit bunga anggrek dan tanaman hias lainnya. 12. CANDI PAWON bangunan suci budha yang disebut dalam prasasti karang tengah 824 m didukung letaknya yang segaris dengan candi mendut dan candi borobudur.terletak di desa brajanalan kec. borobudur. 13. PEMANDIAN AIR HANGAT CANDI UMBUL terletak di dusun candi umbul desa kartoharjo kec. grabag. obyek wisata peninggalan dinasti syailendra sampai saatnya masih dipercaya bisa membuat seseorang tambah cantik bila berendam ditempat tersebut karena airnya mengandung zat saprophyl 14. CANDI SELOGRIYO terletak pada kaki bukit condong berbatasan dengan bukit giyanti.secara keseluruhan terletak dilereng bukit sukorini sebelah timur gunung sumbing di kec.windusari.merupakan bangunan tunggal,memiliki bentuk tidak berbeda dengan candi-candi hindu lainnya. 15. AIR TERJUN KEDUNGKAYANG terletak dijalur blabak-boyolali ketinggian kurang lebih 40 m.dilereng gunung merapi tepatnya di desa wonolelo kec. sawangan kurang lebih 19 km dari blabak 16. MAKAM PANGERAN SINGOSARI ( KYAI RADEN SANTRI ) GUNUNG PRING terletak di bukit gunungpring kec. muntilan ketinggian 400 meter diatas permukaan laut 1km. selatan muntilan.obyek wisata ziarah makam keluarga pangeran singosari mataram keturunan raja majapahit putra kiageng pemanahan generasi ke VI (enam) prabu brawijaya V.

Senin, 28 Desember 2009

Wisata Riau

WISATA RIAU - Berikut ini merupakan daftar objek wisata Riau yang sebagiannya masuk dalam agenda Visit Riau 2010 dan ringkasannya. Tempat-tempat tujuan wisata ini tersebar di berbagai daerah di Riau diantaranya Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar, Kabupaten Siak, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Untuk objek wisata di beberapa kabupaten dan kota di Riau lainnya akan segera menyusul guna mendukung Visit Riau 2010. Berikut ini daftarnya objek dan tujuan wisata Riau: • Wisata Kolam Pancing Alam Mayang Satu-satunya wisata alam di tengah kota, tersedia tempat untuk memancing. • Wisata Alam Mayang Taman rekreasi masyarakat kota Pekanbaru, tempat memancing, outbound dan merupakan tempat bersantai bersama keluarga. Alam Mayang juga selalu dijadikan tempat melakukan acara outdoor, pengunjungnya juga datang dari luar daerah! • Wisata Pacu Jalur Kuantan Singingi Pacu Jalur salah satu tujuan Wisata Riau yang masuk agenda Kalender Wisata Nasional, bahkan dijual untuk pariwisata internasional dalam Visit Indoensia Year 2008 serta Visit Riau 2009. Pacu Jalur adalah perlombaan tradisional Kabupaten Kuantan Sengingi. Nama "Pacu Jalur" merupakan sebutan dari sampan panjang dengan nama Jalur yang digunakan untuk berpacu atau berlomba. • Wisata Mandi Potang Balimau Kasai Ada yang membuat beda Kabupaten Kampar dengan daerah lain, khususnya di Riau. Selain bahasanya yang unik-bahasa Ocu- di daerah ini ada sebuah tradisi sebelum memasuki bulan Puasa Ramadhan, yaitu tradisi Mandi Potang Balimau. Dalam bahasa Ocu, kata Potang tersebut memiliki beberapa makna, pertama artinya “kemarin”, dan arti yang kedua adalah sore atau senja. Sedangkan Balimau artinya menggunakan Limau atau jeruk - dalam hal ini jeruk nipis - yang telah iris dan direbus. • Wisata Festival Bakar Tongkang • Wisata Kebun Binatang Kasang Kulim Satu-satunya taman marga satwa atau kebun binatang yang ada di Pekanbaru, atau mungkin ini satu-satunya di Riau, terletak di pinggiran kota Pekanbaru. Tempat ini teduh dan nyaman. • Wisata Rekreasi Danau Buatan Pekanbaru Danau Buatan Pekanbaru kini dicanangkan menjadi objek wisata kota andalan Riau. Dengan biaya tidak sedikit tempat ini akan dibangun menjadi tempat tujuan wisata berkelas internasional. • Wisata Taman Putri Kaca Mayang Taman Kaca Mayang lebih sebagai Taman Rekreasi dan bermain keluarga daripada sebuah objek wisata, namun jika masa libur sekolah tiba tempat ini ramai dikunjungi pengunjung. Daerah Anda masuk kawasan Provinsi Riau dan memiliki sebuah daya tarik wisata ? silakan kirim info lengkap dan fotonya (jika ada) ke Wisata Riau ini. Weblog Pekanbaru! Riau siap mempromosikan objek wisata di daerah Anda. Pastikan objek wisata yang Anda kirim berlokasi di Riau: Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar, Kabupaten Siak, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Kabupaten Bengkalis, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Rokan Hulu, Rokon Hilir dan daerah sekitar yang masih termasuk teritorial Provinsi Riau. Ayo kita dukung Wisata Riau.

Minggu, 27 Desember 2009

Bayanan – Sragen

Gejala-gejala vulkanisme seperti gempa bumi, sumber air panas, gas beracun, dan berbagai bahan mineral banyak terdapat di daerah vulkanis, seperti di Indonesia maupun di negara lain yang dilalui deretan gunung berapi (Mediterania). Kabupaten Sragen yang letaknya jauh dari jalur gunung berapi memiliki Sumber Air Panas Alam yang keluar dari dalam bumi dan terletak + 2 meter di atas sungai yang berada di sebelahnya. Sumber air panas tersebut terdapat di Dusun Bayanan. Pemandian Air Panas Bayanan merupakan salah satu daerah tujuan wisata minat khusus yang dimiliki oleh Kabupaten Sragen, dalam hal ini adalah untuk wisata kesehatan ( health tourism ) yang dipadukan dengan daya tarik wisata alam atau ekowisata. Menurut cerita yang berkembang di tengah masyarakat, air panas Bayanan dianggap memiliki banyak khasiat dalam menyembuhkan berbagai penyakit, seperti : rematik, gatal-gatal, dan penyakit lainnya. Sehingga oleh orang terdahulu sumber air panas itu dinamakan “Hyang Tirto Nirmolo”. Ternyata kebenarannya terbukti sehingga banyak pengunjung berdatangan untuk membuktikan khasiatnya. Selain bisa menyembuhkan berbagai penyakit di atas, air panas tersebut dipercaya juga bisa menurunkan kadar kolesterol dalam darah, memulihkan kebugaran tubuh, meningkatkan vitalitas tubuh, memelihara kesegaran sendi–sendi dan otot, menghilangkan capek-capek, dan membuat awet muda. Selain sebagai wisata kesehatan karena khasiat yang dimiliki oleh air panas ini dalam menyembuhkan berbagai penyakit, Pemandian Air Panas Bayanan juga memiliki daya tarik wisata alam (ekowisata). Suasana alam pedesaan yang masih alami dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berasal dari kota. Para wisatawan bisa melakukan kegiatan menjelajah ( tracking ) maupun berkemah (camping ) di hutan karet yang berada tidak jauh dari lokasi pemandian tersebut dan di kawasan bukit yang mengitari PAP Bayanan. Pada saat-saat tertentu, misalnya menjelang Bulan Puasa dan Lebaran, di objek wisata ini sering diselenggarakan kegiatan seni budaya, misalnya pentas dangdut maupun campursari. Pemandian Air Panas Bayanan ini terletak tepat di sebelah tenggara ibukota Kabupaten Sragen yaitu di Dusun Bayanan, Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen. Secara geografis, Pemandian Air Panas Bayanan terletak sekitar 17 km di sebelah tenggara ibukota Kabupaten Sragen. Jarak tersebut bisa dicapai dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun dengan angkutan umum. Jalur yang dapat dilewati : Jalur 1 :Dari pusat kota Sragen dapat ditempuh dengan Angkudes jurusan Bayanan – Sambirejo dengan rute : Sragen – Ngarum – Blimbing – Bayanan pp. Jalur 2 :Sragen ­­– Ngarum – Sambirejo – Sambi – Bayanan Banaran – Gondang – Sambi – Bayanan Jalur 3 :Masaran – Jambangan – Batu Jamus – Kerjo – Sambirejo – Sambi Bayanan Jalur 4 :Karanganyar – Mojogedang – Batu Jamus – Kerjo – Sambirejo – Sambi – Bayanan Jalur 5 :Magetan – Jogorogo – Ngrambe – Sine – Winong – Sambi – Bayanan Karangpandan – Ngargoyoso – Jenawi – Sambirejo – Sambi – Bayanan Jalur 6 : Sarana dan prasarana pendukung pariwisata yang tersedia di Pemandian Air Panas Bayanan cukup memadai. Fasilitas-fasilitas umum yang tersedia di objek wisata ini antara lain WC umum, kamar mandi air panas, ruang ganti pakaian, jalan setapak, warung makan, tempat penginapan, toko kelontong, tempat parkir yang memadai, taman bermain anak, kolam renang, hutan wisata, ruang informasi, dan mushola. Kondisi prasarana jalan menuju ke ODTW Pemandian Air Panas Bayanan cukup baik berupa jalan aspal selebar ± 4 m . Lokasi objek wisata ini dapat dicapai melalui enam jalur yang berbeda. Fasilitas Pengunjung : Fasilitas yang disediakan pengelola Pemandian Air Panas Bayanan bagi para pengunjung antara lain sebagai berikut : Kamar Mandi Air Panas Tempat Parkir Kendaraan Taman Rekreasi dan Bermain untuk anak Hutan Wisata Warung makan Ruang Informasi Mushola Eksotika Hyang Tirto Nirmolo Obyek wisata pemandian air panas Bayanan semula merupakan bekas tempat tetirah para orang kaya Belanda semasa kolonial yang dibangun tahun 1808 oleh Tuan Praul, salah satu saudagar Belanda terkemuka saat itu. Setelah berada di bawah pengelolaan pemerintah RI, pada tahun 1978, pemandian sumber air panas Bayanan direnovasi. Setahun kemudian sumber air panas Bayanan diresmikan sebagai obyek wisata dan di bawah pengelolaan Pemkab Dati II Sragen. Namun mitos yang dipercaya penduduk desa di sekitar sumber air panas itu menyebutkan bahwa sumber air panas tersebut dijaga oleh makhluk halus berkekuatan magis. Makhluk itu bernama Hyang Tirto Nirmolo dan suka menolong menyembuhkan orang sakit. Penduduk setempat merasakan bahwa gatal-gatal (bubul-jawa), capek setelah bekerja berat dapat segera sembuh dan segar kembali usai mandi dengan air Bayanan. Oleh sebab itu, sebuah rumah kecil dibangun untuk lokasi upacara adat. Di bangunan yang sekarang dianggap keramat tersebut rutin diadakan upacara merayakan panen. Tradisi turun temurun itu biasanya berlangsung pada hari Jumat Legi dalam penanggalan Jawa. Melalui penyelidikan ilmiah diketahui bahwa panasnya air dan zat yang terkandung di dalamnya diduga berasal dari sentuhan magma (panas bumi) yang menyentuh sumber air tanah yang sangat dalam dan sampai terasa di permukaan sebagai sumber air panas. Panasnya air tepat pada sumbernya + 44 0 C, dan setelah sampai permukaan di bak kamar mandi menjadi + 36 0 C, sesuai dengan suhu badan manusia, sehingga akan terasa enak dan nyaman untuk mandi. Penyelidikan yang dilakukan oleh Balai Penyelidikan Dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian Yogyakarta menunjukkan adanya banyak unsur/senyawa kimia yang terkandung dalam Sumber Air Panas Bayanan antara lain belerang

Cilegon, “Kota Wisata” & “Kota Masjid”

Sudah 9 tahun usia Kota Cilegon pada tanggal 27 April 2008, pasti telah banyak yang dilakukan pemerintah kota dalam mengelola kota yang kita cintai ini, apakah puas atau tidak puas dari masyarakatnya adalah hal yang perlu diperbaiki di hari-hari ke depan. Semoga Allah SWT memberikan jalan yang terbaik dan dihindari dari bencana yang tidak disangka-sangka. Amin.

Sebagai referensi, di Kota Malang, pemerintahnya menginginkan kembalinya kota Malang yang Ijo Royo-royo dari kondisi yang sekarang Ijo Ruko-ruko, kemudian kota Jember yang menobatkan menjadi kota “Fashion” yang sebelumnya ditentang oleh masyarakatnya karena dianggap hal yang tidak mungkin. Tapi kita lihat bahwa Kota Jember akhirnya menjadi Kota Jember yang tidak kalah dengan Kota Bandung dalah hal fashion.

Terus bagaimana kira-kira Kota Cilegon yang kita cintai ini agar bisa memberikan dampak yang langsung bagi masyarakatnya? Usulan untuk pemerintah, pelaku industri dan masyarakat seperti apa wajah Kota Cilegon ke depan? Dengan melihat karakteristik masyarakat yang agamis dan lingkungan industri yang kuat maka perlu penetapan visi/ keinginan yang sama antara pemerintah, industri dengan masyarakatnya. Menurut Pandangan penulis bahwa kota Cilegon ke depan harus diarahkan menjadi KOTA WISATA & INDUSTRI.

Kota Wisata yang bagaimana? Seperti kita ketahui bahwa di Sukabumi, Puncak adalah kota wisata untuk agro bisnis atau yang terkait dengan kondisi alamnya. Terus, seperti apa kota Wisata di Cilegon? Penulis berpendapat bahwa kota Cilegon harus menjadi ”KOTA WISATA MASJID” dan menjadi ”KOTA INDUSTRI” karena disesuaikan dengan kultur yang ada dan alam yang ada serta kondisi saat ini yaitu banyaknya industri. Hal ini penulis anggap potensi yang belum tergali dengan baik.

Cukup ada peluang Kota Cilegon menjadi ’KOTA WISATA MASJID” disebabkan karena hampir mayoritas penduduknya beragama muslim dan belum ada sebuah kota yang memberikan informasi tentang perkembangan tentang sejarah Agama Islam.

Dari segi fisik masjid maka pemerintah harus mendorong untuk merenovasi atau pembangunan masjid dengan jenis masjid yang berbeda-beda, misalnya mencontoh arsitektur masjid yang ada di Arab Saudi (Masjid Nabawi, Masjid Jin, Masjid di laut Merah dll ) yang terkait dengan sejarah perkembangan Islam dan dari segi alam sebagai contoh di area Bagendung bisa ditata seperti Padang Arofah dll. Atau membangun seperti Masjid Demak, Banten dll (model masjid yang di bangun oleh para Wali Songo). Sehingga Kota Cilegon merupakan ”Miniatur Museum sebesar kota itu sendiri”.

Dengan penobatan Kota Cilegon menjadi KOTA WISATA MASJID diharapkan dampak terhadap pengangguran bisa teratasi karena ada pembangunan dan untuk selanjutnya sebagai kota wisata bisa mendorong wisatawan lokal maupun luar negeri.

Dari segi Pusat Pendidikan keagamaan Cilegon, pemerintah bisa menyiapkan lokasi berkumpulnya Ulama (lintas mahzab dan aliran), perpustakan yang lengkap, meyiapkan ustadz dll. Ini adalah peluang bila pemerintah bisa menjembatani dengan yayasan Al Mahri ( Masjid Kubah Mas di Depok) karena telah memiliki tanah di daerah Bagendung yang cukup luas.

Sedangkan Menjadi ”KOTA INDUSTRI”, maka Kota Cilegon mendorong adanya inventasi lain di bidang industri, dan inipun sudah ada sehingga tinggal di up-grade bahwa industri ini bisa memberikan dampak kepada masyarakatnya. Agar kuat untuk menopang menjadi Kota Industri maka pemerintah dan masyarakat juga harus mendorong tumbuhnya UKM (Usaha Kecil Menengah) yang subur di masyarakatnya.

Secara otomatis bila menjadi Kota Industri maka pemerintah kota, industri maupun masyarakat harus menciptakan pendidikan yang bersifat Skill kepada masyarakatnya. Kami yakin dengan program Corporate Sosial Responsibility di industri bila dikelola secara Integrasi, Terarah serta Fokus akan memberikan dampak yang besar.

Bila perlu Pemikiran Cilegon menjadi ”Kota Wisata Masjid” dan ”Kota Industri” bisa didetailkan dan ditindaklanjuti sesuai tahapan-tahapannya. Insya Allah, Cilegon menjadikan kota yang Barokah bisa tercapai, Amin.

Semoga Allah memberi yang terbaik bagi umatnya, Amin
Wallahu A’lam Bishshawab

* penulis adalah Sekretaris Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Cilegon dan Mantan Ketua Umum Serikat Karyawan Kratatau Steel (SKKS).

Sou Raja (Rumah Besar)

Souraja merupakan rumah tradisional tempat tinggal para bangsawan, yang berdiam di pantai atau di kota. Kata Souraja dapat diartikan rumah besar, merupakan rumah kediaman tidak resmi dari manggan atau raja beserta keluarga-keluarganya. Rumah orang biasa atau rakyat kebanyakan meskipun bentuk dan ukurannya sama dengan souraja.

Bangunan Souraja berbentuk rumah panggung yang ditopang sejumlah tiang kayu balok persegi empat dari kayu keras seperti kayu ulin, bayan, atau sejenisnya. Atapnya berbentuk piramide segitiga, bagian depan dan belakang atapnya ditutup dengan papan yang dihiasi dengan ukiran disebut panapiri dan pada ujung bubungan bagian depan dan belakang diletakkan mahkota berukir disebut bangko-bangko. Seluruh bahan bangunan mulai dari lantai, dinding balok-balok terbagi atas tiga ruangan, yaitu:

*Ruang depan disebut lonta karawana yang dibiarkan kosong, berfungsi untuk menerima tamu. Dahulu sebelum ada meja kursi, di ruangan ini dibentangkan tikar atau onysa. Ruangan ini juga untuk tempat tidur tamu yang menginap.

*Ruangan kedua adalah ruang tengah, disebut lonta tata ugana diperuntukkan bagi tamu keluarga serta lonta rorana yaitu ruang belakang, berfungsi sebagai ruang makan, tapi kadang-kadang ruang makan berada di lonta tatangana. Antara dinding dan dibuat kamar-kamar tidur. Khusus untuk kamar tidur perempuan atau anak-anak gadis biasanya ditempatkan di pojok belakang lonta rarana, maksudnya agar mudah diawasi oleh orang tua. Untuk tamu perempuan dan para kenalan dekat diterima di ruang makan.

* Ruang dapur, sumur dan jamban dibuatkan bangunan tambahan atau ruangan lain di bagian belakang rumah induk. Untuk menghubungkan rumah induk dengan dapur atau urang avu dibuatkan jembatan beratap disebut hambate atau bahasa bugis Jongke. Di bagian ini kadang-kadang dibuatkan pekuntu yakni ruangan terbuka untuk berangin-angin anggota keluarga. Di kolong dapur diberi pagar sekeliling, sedangkan di bawah rumah induk dibiarkan terbuka dan kadang-kadang menjadi ruang kerja untuk pertukangan, atau keperluan-keperluan lainnya. Sedangkan loteng rumah dipergunakan untuk mentimpan benda-benda pusaka dan lain-lain.

Secara keseluruhan, bangunan Souraja cukup unik dan arsitik lebih-lebih bila dilihat dari hiasannya berupa kaligrafi huruf Arab tertampang pada jelusi-jelusi pintu atau jendela, atau ukiran pada dinding, loteng, dibagian lonta-karavana, pinggira cucuran atap, papanini, bangko-bangko dengan motif bunga-bungaan dan daun-daunan. Semua hiasan tersebut melambangkan kesuburan, kemuliaan, keramah-tamahan dan kesejahteraan bagi penghuninya.

Objek Wisata di Papua; Banyak, tapi banyak pula kendalanya

"Gunung-gunung, lembah-lembah yang penuh misteri." Itulah cuplikan hymne Papua. Lagu ini dikumandangkan oleh paduan suara dari Jayapura Whaku Bim di studio Radio Nederland beberapa saat silam. Suara merdu orang Papua dan keindahan alam Papua adalah aset wisata penting di kawasan Indonesia paling Timur itu. Demikian tandas Aris Sudibyo, pemimpin koor yang meraih medali emas di Olimpiade Paduan Suaran Internasional di Australia musim panas 2008. Apa saja objek wisata di sana?

Bagi penggemar air, di Papua ada wisata air persisnya untuk nyelam seperti di Raja Empat yang baru diexplore. Aris Sudibyo: "Itu ditemukan oleh ahli biologi laut. Memang di sana populasi dan jenis ikan dan karang terbesar di dunia. Ada enam puluh sampai tujuh puluh persen jenis biota laut di sana."

Menurut Aris, ini mengungguli Great Barrier Reef di Australia dan ini benar-benar objek ecotourism (wisata ekologi).

Hidup primitif
Objek wisata lain di wilayah Indonesia paling Timur itu adalah kehidupan primitif. Di sana orang bisa menemukan masyarakat yang masih hidup alami. Aris Sudibyo: "Mereka masih pakai koteka, tidur di honai dengan pakaian yang seadanya."

Alam Papua yang luar biasa juga merupakan daya tarik wisata. Misalnya pegunungan Jayawijaya. Cuma kendala besarya, menurut Aris, pelancong yang mau ke sana harus mendapat izin khusus dari pemerintah. "Mereka alasannya mungkin karena takut penculikan. Mungkin masih trauma dengan masa lalu, " katanya.

Aris megaku memang ada tempat-tempat yang alamnya bisa berbahaya. "Tadi seorang pendaki gunung yang profesional pasti mempunyai perlengkapan yang baik, "jelasnya.

Walaupun mungkin kecil, wisata itu memasukkan devisa, tandas Aris. Ia juga menambahkan bahwa hutan rimba Papua juga termasuk daya tarik wisata. "Ini modal bagi Papua untuk membuka diri kepada dunia. Dan dunia bisa datang ke sana untuk menjajaki, "simpul Aris.

Selain alam tadi, budaya dan suara merdu dan bakat menyanyi warga Papua juga bisa jadi komoditi wisata. "Itu salah satu kehebatan orang Papua. Suara itu memang mereka diberikan sejak lahir naturally beautiful (indah secara alami,red), " jelas Aris.

Sama seperti orang Afrika, tambah pemimpin paduan suara Whaku Bim ini, orang Papua ini lahir dengan rythme dalam dirinya. Menurut dia, bakat mereka bisa berkembang dengan cepat. "Contohnya Whaku Bim ini baru berlatih enam bulan, tapi di dalam Olimpiade Paduan Suara Dunia berhasil meraih medali emas. Itu artinya potensi seninya sangat tinggi."

Kendala transportasi
Selain perizinan tadi, kendala yang sangat penting juga adalah transportasi. Aris menyimpulkan kesulitan membangun jaringan trasportasi ini karena alam Papua yang begitu berat. "Hampir tidak ada tanah rata. Semua gunung dan gunungnya itu tingkat kemiringannya sangat tajam. Jadi membuat trans Papua itu susah dibangun."

Akibatnya transportasi di kawasan itu mahal. "Kemana pun kita pergi harus pakai pesawat, " katanya. "Dan sewa pesawat itu jauh lebih mahal ketimbang mobil."

Warga Papua berasal dari Jawa ini menambahkan pula, kalau ada modal, jalur lalu lintas di Papua bisa dibangun. Ia pun membandingkan dengan Eropa yang modern. "Kalau sudah modern seperti di sini, jembatan setinggi lima puluh meter pun bisa dibangun, " katanya.

Kendati itu semua, Papua tetap patut dikunjungi karena keindahan alamnya. Atas alasan inilah Aris Sudibyo tiga tahun lalu memutuskan untuk pindah ke Papua. "Banyak hal yang bisa kita gali, kembangkan dan nikmati, " simpulnya.

Jumat, 20 November 2009

Nganjuk

Kabupaten Nganjuk adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibukotanya adalah Nganjuk. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Bojonegoro di utara, Kabupaten Jombang di timur, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Ponorogo di selatan, serta Kabupaten Madiun di barat.

Nganjuk dahulunya bernama Anjuk Ladang yang dalam bahasa Jawa Kuna berarti Tanah Kemenangan. Dibangun pada tahun 859 Caka atau 937 Masehi. Pada masa penjajahan Belanda, kabupaten ini disebut sebagai Kabupaten Berbek dengan Nganjuk sebagai ibu kotanya.

Selain itu Nganjuk juga dikenal dengan julukan Kota Angin.
Daftar isi

* 1 Geografi
* 2 Pembagian administratif
* 3 Transportasi
* 4 Obyek Wisata
* 5 Tokoh Nganjuk
* 6 Kesenian Tradisional
* 7 Makanan Khas
* 8 Pranala luar

Geografi

Kabupaten Nganjuk terletak antara 11105' sampai dengan 112013' BT dan 7020' sampai dengan 7059' LS. Luas Kabupaten Nganjuk adalah sekitar ± 122.433 Km2 atau 122.433 Ha yang terdiri dari atas:

* Tanah sawah 43.052.5 Ha
* Tanah kering 32.373.6 Ha
* Tanah hutan 47.007.0 Ha

Dengan wilayah yang terletak di dataran rendah dan pegunungan, Kabupaten Nganjuk memiliki kondisi dan struktur tanah yang cukup produktif untuk berbagai jenis tanaman, baik tanaman pangan maupun tanaman perkebunan sehingga sangat menunjang pertumbuhan ekonomi dibidang pertanian. Kondisi dan struktur tanah yang produktif ini sekaligus ditunjang adanya sungai Widas yang mengalir sepanjang 69,332 km dan mengairi daerah seluas 3.236 Ha, dan sungai Brantas yang mampu mengairi sawah seluas 12.705 Ha.

Jumlah curah hujan per bulan selama 2002 terbesar terjadi pada bulan Januari yaitu 7.416 mm dengan rata-rata 436 mm. Sedangkan terkecil terjadi pada bulan November dengan jumlah curah hujan 600 mm dengan rata-rata 50mm. Pada bulan Juni sampai dengan bulan Oktober tidak terjadi hujan sama sekali.
[sunting] Pembagian administratif

Nganjuk mempunyai 20 kecamatan dan 284 desa/kelurahan. Kecamatan-kecamatan tersebut adalah:

1. Bagor
2. Baron
3. Berbek
4. Gondang
5. Jatikalen
6. Kertosono
7. Lengkong
8. Loceret
9. Nganjuk
10. Ngetos
11. Ngluyu
12. Ngronggot
13. Pace
14. Patianrowo
15. Prambon
16. Rejoso
17. Sawahan
18. Sukomoro
19. Tanjunganom
20. Wilangan

Transportasi

Nganjuk dilintasi jalur utama Surabaya-Yogyakarta, serta menjadi persimpangan dengan jalur menuju Kediri. Nganjuk juga dilintasi jalur kereta api Surabaya-Yogyakarta-Bandung/Jakarta.
Obyek Wisata

Beberapa obyek wisata di Nganjuk adalah

* Air Terjun Sedudo, yang terletak di lereng Gunung Liman,
* Monumen Gerilya Jenderal Sudirman di Bajulan - Loceret dan Sawahan,
* Air terjun Roro Kuning di Bajulan,
* Candi Ngetos di Kecamatan Ngetos,
* Jurang gatuk adalah sebuah jurang yang merupakan perpaduan dari lereng yang menyempit dan ada aliran air yang jernih juga ada kolam yang alami berada disana di kecamatan pace, sengkolak di ds gondang,
* Candi Lor di desa Candirejo, Kecamatan Loceret yang dibangun oleh Mpu Sindok pada tahun 859 Caka atau 937 M sebagai Tugu Peringatan kemenangan atas peperangan melawan musuhnya dari Melayu. Di sini juga terdapat batu bertulis yang memuat sebutan (toponimi) yang sangat dekat sekali ucapannya dengan Nganjuk, yakni Anjuk Ladang. Candi Lor ini merupakan bukti sejarah tentang keberhasilan Mpu Sindok mengalahkan musuhnya, dan sekaligus menandai berdirinya Kota Nganjuk.
* POMOSDA adalah kependekan dari Pondok Modern Sumber Daya At Taqwa, sebuah lembaga pendidikan yang menggabungkan sistem kepondokan dan kurikulum nasional. POMOSDA terletak di Jl.Wachid Hasyim 312 Tanjunganom Nganjuk. Lembaga ini mempunyai jenjang pendidikan mulai dari SMP POMOSDA, SMA POMOSDA, dan STT POMOSDA. Agung Setiyo Wibowo, Bagus Magetan 2007 menamatkan pendidikannya di SMA POMOSDA pada tahun 2007.

[sunting] Tokoh Nganjuk

Tokoh-tokoh yang dilahirkan di Nganjuk adalah:

* Dr. Soetomo, Pahlawan perintis kemerdekaan Indonesia, pendiri Boedi Oetomo yang merupakan organisasi modern pertama di Indonesia.
* Marsinah, aktivis buruh wanita.
* Harmoko, mantan politikus di era Orde Baru, mantan Ketua MPR.
* Eko Patrio, merupakan Artis Ibukota, Anggota Pelawak Patrio.
* Vita KDI, merupakan pemenang KDI 5.

Kesenian Tradisional
* Tarian Tayub, yakni sebuah tarian pergaulan.
* Wayang Timplong
* Tari mung dhe
Makanan Khas
* Nasi becek
* Dumbleg
* onde-onde njeblos : semacam onde-onde tapi tidak berisi dan seperti bola yang meledak ditaburi wijen
* nasi pecel: semacam nasi yang ada sayurnya(kulup)di taburi dengan pedasnya sambal pecel, ciri khas asli nganjuk sangat pedas
* Nasi sambal tumpang, semacam sambal yang dibuat dari tempe dilumatkan dengan bumbu dan rasanya gurih dan pedas.

Kamis, 19 November 2009

Wisata Gunung Kelud

DESA Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri (Jatim), Minggu pagi 21 Januari 2001. Puluhan penduduk tampak mengangkuti tetumbuhan, buah-buahan, dan kayu-kayuan yang mereka ambil dari kawasan hutan Gunung Kelud, dengan menggunakan sepeda motor. Para penduduk itu dengan lincah melintasi jalan desa selebar kurang lebih lima meter, yang beberapa sisinya banyak berlubang. Siapa pun yang melewati jalan itu memang harus berhati-hati, agar jangan sampai terpelanting jatuh gara-gara lubang di tengah jalan. Sugihwaras adalah desa terakhir sebelum seseorang memasuki kawasan Gunung Kelud. Sekitar satu kilometer di atas Sugihwaras, terdapat areal perkebunan milik Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Margomulyo, Pemerintah Kabupaten Kediri.

Gunung Kelud diabadikan dari udara. SIAPA pun akan merasa nyaman jika melewati ratusan hektar kebun tebu dan kopi milik PDP Margomulyo, di kanan kiri jalan. Hawa yang sejuk di pagi hari, disemarakkan oleh kicau burung yang terbang ke sana ke mari.
Dari Sugihwaras, harus ditempuh sepuluh kilometer lagi sebelum sampai ke kawah Kelud. Walaupun sudah beraspal, namun bagi mereka yang membawa mobil, jangan harap dapat mengemudikannya hingga mendekati kawah. Pasalnya, jalan aspal itu hanya selebar dua meter.
Jika memang akan memasuki jalan menuju kawah, pengemudi juga harus tetap waspada, karena dari arah berlawanan sering muncul penduduk yang membawa tetumbuhan dan kayu, dan biasanya meluncur dengan kecepatan tinggi. Jangankan mobil. Pengendara sepeda motor pun harus merapat ke sisi kiri untuk menghindari tabrakan. Jika tidak, siapa pun harus siap 'tertampar' sebongkah tumbuhan atau setumpuk kayu.
Lepas dari papasan dengan penduduk, masih ada rintangan lain. Beberapa sisi jalan menuju kawah banyak yang longsor dan licin, terutama jika setelah turun hujan. Akibatnya, lengah sedikit saja, siapa pun dapat terperosok ke dalam jurang.
"Lolos" dari jalan berliku-liku menuju daerah kawah bukan berarti mudah memasuki kawah. Sebab, jalan aspal sudah habis di sekitar dua kilometer menjelang kawah. Sehingga, satu-satunya cara menuju kawah, adalah dengan berjalan kaki melintasi jalanan berbatu.
Dengan demikian, siapa pun yang mengendarai sepeda motor, harus rela meninggalkan kendaraannya tanpa pengamanan dari siapa pun. Atau, ia harus ikhlas untuk tidak ke kawah, alias menikmati pemandangan tebing dan pemandangan Kota Kediri bagian bawah dari tempat itu. Setelah itu, pulang tanpa menyaksikan kawah.

Para pendaki menuju kawah Gunung Kelud setelah gunung tersebut meletus tahun 1990.

BERBICARA tentang Gunung Kelud yang oleh Pemerintah Kabupaten Kediri akan dijadikan salah satu objek wisata andalan, sama saja membicarakan masalah infrastruktur. Di sana-sini masih banyak yang harus dibenahi.
Soal jalan tentu menjadi yang utama. Kecuali beberapa kilometer jalan di kawasan PDP Margomulyo, jalan lainnya yang menuju kawah Kelud masih harus ditingkatkan mutunya. Baik dari segi lebar jalan maupun kualitasnya. Terutama, aspal jalan di beberapa kilometer menjelang kawah.

Di kanan kiri jalan, juga belum terdapat tanaman pelindung yang meneduhkan wisatawan, utamanya jika matahari sedang bersinar dengan teriknya. "Bagi saya sendiri, soal jalan dan tanaman pelindung memang yang terpenting untuk dibenahi," kata Sekretaris Desa Sugihwaras, Imam Muhamad Khosian.
Selain itu, ada beberapa kelengkapan penunjang lain yang menurutnya juga harus dipunyai kawasan Kelud, jika akan dijadikan sebagai objek wisata. Salah satunya adalah tersedianya papan penunjuk yang memadai di jalan-jalan menuju Gunung Kelud.

Selama ini, menurut Imam, orang yang akan menuju Kelud-terutama orang baru-harus banyak bertanya sebelum sampai di kawasan tersebut. Bila dibandingkan dengan objek wisata-agama Gereja Puh Sarang-juga di Kabupaten Kediri-tentu Gunung Kelud kalah jauh dari sisi pengemasan informasi publik.
Masalah akomodasi juga menjadi problem tersendiri. Berdasar pantauan Kompas, belum ada satu pun losmen atau hotel di sekitar kawasan Gunung Kelud.
Hal itu juga diakui oleh Imam. Tak heran, jika ada tamu yang harus menginap, mereka sering numpang tidur di rumahnya. Kalau tidak, mereka harus siap tidur di salah satu bangunan milik PDP Margomulyo, atau di sebuah SD Negeri yang terdapat di kaki Gunung Kelud.

Panorama Gunung Kelud saat meletus tahun 1990.

PEMERINTAH Kabupaten Kediri, mengakui betapa masih panjangnya jalan menuju dijadikannya kawasan Gunung Kelud sebagai objek wisata. Bupati Kediri Sutrisno, menuturkan bahwa pemerintah kini sedang dalam tahap meneliti kelayakan Gunung Kelud sebagai daerah tujuan wisata.
"Tahun ini programnya adalah penelitian. Jadi kita adakan uji kelayakan terhadap Gunung Kelud, yang pelaksanaannya nanti dikoordinir oleh Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah-Red)," jelasnya.
Yang pasti, lanjutnya, cita-cita pemerintah Kabupaten Kediri dalam menggarap Kelud, adalah menyamai sukses Gunung Bromo dan Gunung Tangkuban Perahu. Singkatnya, mengapa Bromo dan Tangkuban Perahu bisa, sementara Kelud tidak?
Jika hasil studi kelayakan itu menyimpulkan bahwa Kelud memang layak menjadi kawasan wisata, Sutrisno berjanji akan bekerja maksimal untuk menggarap Kelud.
"Gereja Puh Sarang yang relatif sudah tergarap dengan baik, bisa menjadi 'motor' bagi Kelud yang masih belum banyak dipoles. Saya mengangankan, wisatawan yang datang ke Puh Sarang, bisa sekaligus ditarik untuk menikmati Gunung Kelud. Tentu saja ini dilakukan dengan tanpa mengabaikan promosi bagi wisatawan yang tidak datang ke Puh Sarang," ujarnya lagi.
Pengembangan potensi wisata Kabupaten Kediri juga akan digencarkan melalui pendekatan-pendekatan khusus terhadap biro-biro perjalanan. Promosi wisata Kediri yang pada saatnya nanti dikemas dalam brosur dan leaflet, akan disebarkan kepada biro-biro perjalanan. Dengan demikian, secara perlahan promosi Gunung Kelud terus berjalan.
Tak hanya itu. Sutrisno, yang didampingi Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Soewasis, sudah merencanakan pembuatan situs di Internet atau website tentang Kabupaten Kediri.
Situs yang direncanakan dibuat dalam dua bahasa ini-bahasa Indonesia dan Inggris-diharapkan dapat efektif menarik wisatawan untuk datang ke Kediri. Sebab, sebagaimana website pada umumnya, di situ tercantum segala informasi penting tentang kota tersebut, termasuk objek wisatanya.
Wisata Gunung Kelud memang masih harus menempuh perjalanan panjang. (p01)
Kompas/rudy badil Andalan - Pemerintah Kabupaten Kediri akan menjadikan Gunung Kelud sebagai salah satu andalam obyek wisata , walau jalan untuk itu masih panjang.

sumber : www.kompas.com

Menikmati Alam Dari Gunung Kelud

Menikmati Alam dari GUNUNG KELUD

Panasnya terik matahari masih terasa sejuk dipuncak Gunung Kelud. Gunung yang berada di
Kabupaten Kediri Jawa Timur tersebut benar-benar menawarkan keindahan
panorama alam yang menakjubkan. Proses Larung sesaji Kelud, keluar dari terowongan
Bupati Kab. Kediri, Soetrisno dan Kadisparta Jatim, Harun di lereng bibir kawah Gn. Kelud Rally mobil nasional di puncak Kelud.


GUNUNG Kelud menurut legendanya bukan berasal dari gundukan tanah meninggi secara alami. Seperti Gunung Tangkuban Perahu di Jawa Barat,Gunung Kelud terbentuk dari sebuah
pengkhianatan cinta seorang putri bernama Dewi Kilisuci terhadap dua raja sakti mahesa Suro dan Lembu Suro. Kala itu, Dewi Kilisuci anak putri Jenggolo Manik yang terkenal akan
kecantikannya dilamar dua orang raja. Namun yang melamar bukan dari bangsa manusia, karena yang satu berkepala lembu bernama Raja Lembu Suro dan satunya lagu berkepala kerbau bernama Mahesa Suro.Untuk menolak lamaran tersebut,Dewi Kilisuci membuat sayembara yang tidak mungkin dikerjakan oleh manusia biasa, yaitu membuat dua sumur di atas puncak gunung Kelud, yang satu harus berbau amis dan yang satunya harus berbau wangi dan harus selesai dalam satu malam atau sampai ayam berkokok.
Akhirnya dengan kesaktian Mahesa Suro dan Lembu Suro, sayembara tersebut disanggupi. Setelah berkerja
semalaman, kedua-duanya menang dalam sayembara. Tetapi Dewi Kilisuci masih belum mau diperistri. Kemudian Dewi Kilisuci mengajukan satu permintaan lagi. Yakni kedua raja tersebut harus membuktikan dahulu
bahwa kedua sumur tersebut benar benar berbau wangi dan amis dengan cara mereka berdua harus masuk ke
dalam sumur. Terpedaya oleh rayuan tersebut, keduanyapun masuk ke dalam sumur yang sangat dalam tersebut. Begitu mereka sudah berada di dalam sumur, lalu Dewi Kilisuci memerintahkan prajurit Jenggala untuk menimbun keduanya dengan batu. Maka matilah Mahesa Suro dan Lembu Suro. Tetapi sebelum mati Lembu Suro sempat bersumpah dengan mengatakan. ÓYoh, wong Kediri mbesuk bakal pethuk piwalesku sing makaping kaping yoiku. Kediri bakal dadi kali, Blitar dadi latar, Tulungagung bakal dadi Kedung.
(Ya, orang Kediri besok akan mendapatkan balasanku yang sangat besar. Kediri bakal jadi sungai, Blitar
akan jadi daratan dan Tulungagung menjadi danau. Dari legenda ini akhirnya masyarakat lereng Gunung
kelud melakukan sesaji sebagai tolak balak supah itu yang disebut Larung Sesaji.

Acara ini digelar setahun sekali pada tanggal 23 bulan surau oleh masyakat Sugih Waras. Tapi khusus pelaksanaan tahun 2006 sengaja digebyarkan oleh Bupati Kediri untuk meningkatkan
pamor wisata daerahnya. Pelaksanaan acara ritual ini juga menjadi wahana promosi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan untuk datang ke Kediri. Bagaimanapun aktivitas Gunung Kelud dengan segala pernak perniknya menjadi salah satu obyek wisata unggulan di Kabupaten Kediri.
Masuk Terowongan Lokasi Larung Sesaji ini sebenarnya tidak jauh, hanya sekitar 500 meter. Namun karena medannya naik turun,maka bisa membuat kaki kepenatan. Apalagi iring-iringan peserta upacara harus memasuki sebuah terowongan Gresco 2 yang diameternya sekitar 4 meter. Menariknya, kondisi terowongan
yang gelap gulita itu hanya dihiasi lampu petromaks dan lilin pada saat pelaksanaan larung sesaji. Terowongan yang membelah lereng Gunung Kelud ini panjangnya sekitar 200 meter. Kondisinya sangat mirip Tunnel Migbay Los Angeles yang cukup popular karena pernah menjadi ikon event pembuatan film King Kong produksi Hollywood. Begitu keluar dari terowongan ini, maka terlihatlah pemandangan indah kawah Gunung Kelud yang berwarna kehijau-hijauan. Air kawah seluas 12 Ha posisinya diapit 3 Gunung yakni Gunung Kelud, Gajah mungkur dan Sumbing begitu indah dan memesona. Pintu keluar terowongan menggunakan jalan setapak di atas tanah keras bebatuan, dengan menuruni tangga trapping beton kira kira 100 meter. Yang menarik, ketika kita memasuki bibir kawah Gunung Kelud peserta Larung Sesaji tidak boleh menggunakan alas kaki.
Maksud Larung Sesaji ini sebagai tanda rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat Lereng Gunung Kelud tepatnya berbagai sumber)
Kawasan Gunung Kelud terletak kurang lebih 35 Km dari kota Kediri atau 120 Km dari ibukota Provinsi Jawa Timur Surabaya. Termasuk gunung api aktif dengan ketinggian 1.730 meter di atas permukaan laut (mdpl). Panorama pegunungan indah yang alami dan udara sejuk membuat wisatawan kerasan berlama-lama di
kawasan ini.
Obyek Wisata Kelud sangat cocok bagi mereka yang berjiwa petualangan (adventure). Di antara panjat tebing, lintas alam, camping ground. Bahkan baru-baru ini dijadikan check point rally mobil nasional 2006. Jalan menuju Gunung Kelud sudah hotmiks dan dapat dilalui segala jenis kendaraan. Akan tetapi sebaiknya jangan menggunakan mobil sedan, karena 3 km menjelang masuk pintu gerbang terdapat tanjakan yang cukup terjal,
yakni kemiringan 40 derajat yang panjangnya sekitar 100 meter. Gunung Kelud hingga kini telah mengalami 28 kali letusan yang tercatat mulai tahun 1000 sampai 1990. Secara kontinu dalam pengawasan Direktorat
Vulkanologi dan Metigasi Bencana Geologi Bandung yang bermarkas di Desa Sugih
Waras. (*)
Cocok untuk Kegiatan Adventure

Tempat Wisata DiJakarta

1. Taman Wisata Jaya Ancol
Inilah tempat wisata yang paling akrab di kunjungi oleh warga Jakarta, selalu ramai pengunjung menjelang hari libur atau libur nasional. Berbagai macam hiburan tersedia baik untuk anak maupun orang tua di lahan seluas 522 hektar.
Mulai dari pintu masuk ancol pengunjung dapat memilih masuk dufan yang terkenal dengan wahana permainannya, gelanggang samudra, gelanggang renang, pantai, pasar seni, tempat mancing, tempat mojok^^, dan masih banyak lagih.


2. Kebun binatang Ragunan
Ini juga tempat yang akrab untuk warga jakarte. Ragunan biasanya ramai di kunjungi pada hari-hari libur. Ajak saudaramu, tante, kakek, si elies juga. Untuk menikmati hutannya yang hampir 30.000 tanaman rerumputan dan pepohonan dari sekitar 250 jenis yang berbeda melengkapi taman serbaguna ini. Tanaman hias seperti Bougenvil, Lolipop dan Kembang sepatu memenuhi lansekap Taman Margasatwa Ragunan. Ada acara Tour Pendidikan, Sarasehan, Kesejahteraan Satwa, aktifitas rutin seperti memberi makan satwa dan aktifitas menyenangkan lainnya.
Hubungi kantornya setiap hari Senin sampe Jumat jam 10:00-15:00, Sabtu jam 10:00-13:00. Harga Tiketnya mayan murah kok cuma Rp. 3.000 anak anak Rp. 2.000. Gua ada bocoran nih buat yang mau ngasi makan buaya datengnya Jam makan Buaya - Hari Rabu dan Sabtu, Jam makan Cormoran - Tiap hari jam 11:00 WIB, Jam makan dan sikat gigi Kuda Nil - Tiap hari. Siapa tahu lo bisa bertemen sama mereka.

3. Taman Mini Indonesia Indah
Taman Rekreasi ini di bangun tahun 1972 dan diresmikan oleh Almarhum Soeharto 7 april 1975. TMII yang memiliki luas 120 hektar menyuguhkan kepada pengunjungnya kebudayaan Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Bagi kamu yang suka jalan-jalan cocok banget deh ke taman mini. Liat-liat museum keprajuritan, desa wisata dan lain lain

4. Monas
Tugu Monas ini didirikan pada tahun 1960. Bentuk monas sangat unik sebuah batu obelik yang terbuat dari marmar yang berbentuk lingga yoni simbol kesuburan ini tingginya 137 meter.
Di puncak Monumen Nasional terdapat cawan yang menopang berbentuk nyala obor perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas 35 kg. Lidah api atau obor ini sebagai simbol perjuangan rakyat Indonesia yang ingin mencapai kemerdekaan. Dibangun diareal seluas 80 hektar.Tugu ini diarsiteki oleh Soedarsono dan F. Silaban, dengan konsultan Ir. Rooseno. Resmi dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975.
Monas mengalami lima kali pergantian nama yaitu Lapangan Gambir, Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas, dan Taman Monas. Monas dibuka setiap hari senin sampai sabtu jam 09.00-16.00, kalau hari minggu pagi banyak warga jakarta yang olahraga di monas. Sejak di bangunnya lapangan futsal dan basket (gratis untuk warga bermain) banyak remaja yang bermain disana. Khusus untuk ibu-ibu ada senam kesegaran jasmani. Ada juga tempat kumpulnya sepeda ontel, sepeda balap, sepeda gunung, klub motor, atau mo main layangan aja.
5. Taman Ismail Marzuki
TIM diresmikan Tanggal 10 Nopember 1968 oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin kini dikenal sebagai Taman Ismail Marzuki. Tempatnya pementasan drama, pagelaran orkes simfoni, pertunjukan tari, pantomim, pameran lukisan hingga pameran karya-karya sastra HB. Jassin, serta diskusi kesenian ikut menyemarakkan dalam acara peresmian tersebut.
Kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM)
Jalan Cikini Raya 73
Jakarta Pusat 10330
Phone: 021 - 2305147, 337530

Senin, 16 November 2009

About Yogyakarta

Jogja / Yogyakarta

Jogja (beberapa orang menyebutnya Yogyakarta, Jogjakarta, atau Yogya) adalah kota yang terkenal akan sejarah dan warisan budayanya. Jogja merupakan pusat kerajaan Mataram (1575-1640), dan sampai sekarang ada Kraton (Istana) yang masih berfungsi dalam arti yang sesungguhnya. Jogja juga memiliki banyak candi berusia ribuan tahun yang merupakan peninggalan kerajaan-kerajaan besar jaman dahulu, di antaranya adalah Candi Borobudur yang dibangun pada abad ke-9 oleh dinasti Syailendra.

Selain warisan budaya, Jogja memiliki panorama alam yang indah. Hamparan sawah nan hijau menyelimuti daerah pinggiran dengan Gunung Merapi tampak sebagai latar belakangnya. Pantai-pantai yang masih alami dengan mudah ditemukan di sebelah selatan Jogja.

Masyarakat di sini hidup dalam damai dan memiliki keramahan yang khas. Cobalah untuk mengelilingi kota dengan sepeda, becak, ataupun andong; Anda akan menemukan senyum yang tulus dan sapaan yang hangat di setiap sudut kota. Tanpa anda sadari, tiba-tiba anda akan merasa seperti sedang berada di rumah sendiri.

Atmosfir seni begitu terasa di Jogja. Malioboro, yang merupakan urat nadi Jogja, dibanjiri barang kerajinan dari segenap penjuru. Musisi jalanan pun selalu siap menghibur pengunjung warung-warung lesehan.

Banyak orang yang pernah berkunjung ke Jogja mengatakan bahwa kota ini selalu bikin kangen. Berkunjunglah ke sini, Anda pasti akan mengerti sebabnya.

Transportasi ke Jogja:

* Kereta Api
Anda bisa mencapai Jogja dengan kereta api dari Jakarta, Bandung, atau Surabaya.
* Bis
Jogja bisa dicapai dengan bis dari Pulau Sumatera, Pulau Bali, dan hampir semua kota di Pulau Jawa.
* Pesawat
Saat ini telah tersedia penerbangan langsung Kuala Lumpur - Jogja. Juga tersedia penerbangan domestik Jakarta-Jogja, Denpasar-Jogja, Balikpapan-Jogja, dan masih banyak lagi. Silakan lihat Jadwal Penerbangan Regular Yogyakarta.

Minggu, 15 November 2009

wisata Maluku

OBJEK WISATA


Objek Wisata yang terdapat di Provinsi Maluku :

MUSEUM SIWALIMA

Museum Siwa Lima memiliki koleksi antara lain benda-benda peninggalan sejarah, rumah adat dan pakaian adat Maluku. Dari museum ini pengunjung dapat melihat panorama yang indah sekitar Kota Ambon

TUGU DOLAN

Doolan terletak di dekat kawasan Kudamati dan merupakan tugu peringatan bagi tentara Australia yang tewas bertempur di daerah ini

COMMONWEALTH WAR CEMETERY

Di Tantui terdapat Commonwealth War Cemetery yang merupakan lokasi pemakaman lebih dari 2000 tentara Sekutu berkebangsaan Australia, Belanda, Inggris dan India yang tewas dalam berbagai pertempuran di Sulawesi dan Maluku pada masa Perang Dunia ke-2. Pemakaman ini memiliki taman yang indah.

MONUMEN PATTIMURA

Pahlawan nasional yang memimpin perlawanan terhadap Belanda di daerah ini. Monumen yang dibangun di pinggir sebuah lapangan olah raga ini adalah lokasi di mana Pattimura yang nama aslinya Thomas Matulessy, seorang putra dari Pulau Saparua dan pengikutnya menjalani eksekusi hukuman gantung


MONUMEN MARTHA CHRISTINA TIAHAHU

Di kawasan Karang Panjang terdapat monumen Martha Christina Tiahahu yang juga adalah seorang pejuang kemerdekaan Maluku. Ayah Tiahahu adalah pendukung perjuangan Pattimura melawan Belanda. Ia kemudian ditangkap dan dieksekusi di Pulau Nusa Laut dan Tiahahu dibuang ke Jawa. Ia memprotes tindakan Belanda dengan melakukan aksi mogok makan hingga tewas, jenazahnya kemudian dibuang ke laut

GEREJA TERTUA DI KOTA AMBON

Wisatawan dapat mengunjungi Soya Atas yang berada di lereng Gunung Sirimau (950m). Di sini terdapat gereja protestan yang sangat tua dengan bentuknya yang unik, konon dibangun pada tahun 1546.

PUNCAK GUNUNG SIRIMAU

Dari puncak Gunung Sirimau wisatawan dapat menyaksikan panorama yang indah ke arah Kota Ambon. Ditempat ini Di tempat ini terdapat tempayan setan yang dipercaya dapat memberikan keberuntungan kepada pengunjung

PANTAI NATSEPA

Natsepa yang berada di kawasan Teluk Baguala terdapat Taman Rekreasi Natsepa Indah yang memiliki lokasi pantai yang indah dan perairan yang menyenangkan untuk berenang. Pada hari libur lokasi pantai ini selalu ramai dikunjungi orang. Tidak jauh dari tempat ini terdapat Taman Lunterse Boer yang juga memiliki pantai yang menarik.


TAMAN LUNTERSE BOER

Taman ini terletak dekat pantai natsepa dan juga memiliki pantai yang sangat menarik

KOLAM WAISELAKA

Desa Waai yang terletak di kawasan pantai timur Pulau Ambon juga memiliki lokasi pantai yang indah namun tempat ini juga terkenal dengan Kolam Waiselaka yang menjadi habitat hewan belut dan disebut-sebut dapat memberikan keberuntungan bagi pengunjung yang melihat hewan ini. Belut-belut berada di dasar kolam di balik bebatuan. Penduduk setempat memancing belut agar mau muncul ke permukaan dengan menggunakan umpan telur

PULAU POMBO

Di lepas pantai, di timur laut Pulau Ambon terdapat sebuah pulau kecil Pulau Pombo yang memiliki lokasi perairan yang sangat bagus untuk menyelam karena airnya yang jernih dan keindahan alam bawah air dengan terumbu karang serta dihiasi dengan flora dan fauna laut. Lokasi ini menjadi kawasan cagar alam Taman Pulau Pombo yang dilindungi.

PANTAI NAMALATU

Pantai Namalatu berhadapan dengan Laut Banda, terletak disebelah Selatan Pulau Ambon, di Desa Latuhalat, Kecamatan Nusaniwe, tepatnya 15 km dari pusat kota Ambon. Kata Namalatu sendiri berasal dari kata Nama dan Latu yang berarti Nama dan Raja. Desa Latulahat adalah sentra produksi batu bata yang dibuat secara tradisional oleh masyarakat dan sudah berlangsung secraa turun temurun. Perajin perahu cengkeh, cindramata khas Maluku juga terdapat di desa ini. Desa ini juga memiliki pantai dengan taman lautnya yang indah sehingga cocok untuk berenang, snorkeling dan menyelam. Lokasi ini juga merupakan tempat memancing yang ideal. Pantainya yang berpasir putih dan sebagian berkarang. Pada bulan Maret/April muncul laor (lycde Oele) sejenis cacing laut yang ditimba beramai-ramai di malam hari dengan menggunakan nyiru dan diterangi obor. Penerangan obor sepanjang pesisir pantai menjadi pemandangan malam yang sangat indah.

PANTAI LELISA

Pantai Lelisa terletak di Desa Latulahat, bersebelahan dengan pantai Namalatu yang sudah dilengkapi dengan fasilitas penginapan dan cottage serta restoran. Pantai Lelisa memiliki formasi karang sampai ke pantai dan memberikan pemandangan yang khas saat pasang surut. Merupakan tempat berenang yang aman dan merupakan tempat rekreasi yang populer bagi masyarakat Ambon

PANTAI FELAWATU

Pantai Felawatu terletak di Airlow, sebelah Timur Desa Latulahat, Selatan Pulau Ambon sekitar 15 km dari pusat kota Ambon. Pantai ini menawarkan tempat pertemuan untuk diskusi, seminar dengan suasana yang tenang. Dilengkapi pula dengan fasilitas penginapan, restoran dan tempat rekreasi. Di desa Naku juga memiliki pantai yang indah dipinggiran laut Banda dengan air yang jernih dan tempat yang ideal untuk menyelam dan berselancar. Di sekitar pantai ini ada Anihang, air terjun setinggi 15 meter dan juga ada gua yang disebut Liang Kupang, berlokasi di Tanjung Kecil. Tempat ini merupakan tempat persembunyian tentara pada masa Perang Dunia ke II dan banyak ditemukan tulang manusia di gua ini. Setiap tahun desa ini dibersihkan dengan cara tradisional.

TANJUNG SETAN

Tanjung Setan yang merupakan titik tempat memulai penyelaman untuk menikmati keindahan terumbu karang. Terletak di Desa Morela, sebelah Utara Pulau Ambon

PANTAI HUNIMUA

Pantai Honimua yang terletak di jazirah Hitu, Pulau Ambon dengan pasir putihnya sepanjang 4 km. Airnya sangat jernih untuk berenangdan untuk mencapai pantai ini bisa menggunakan kendaraan umum

PINTU KOTA

Pintu kota merupakan obyek wisata alam lainnya terletak antara Desa Airlow dan desa Seri di bagian Pulau Ambon yang dikelola oleh masyarakat setempat. Benda unik berbentuk gapura yang terbentuk dari tebing terjal batu karang yang sebagian tertutup air ketika pasang dan terbuka di saat air surut. Obyek wisata ini ramai dikunjungi kalangan remaja yang menyukai petualangan dan hiking melewati jalan setapak menuju Pintu kota. Ada pula jalan setapak lainnya menuju Pintu Kota sekaligus menikmati pemandangan alam Laut Banda yang terkenal sebagai salah satu laut yang terdalam di dunia

WISATA AIR PANAS HATUASA

Di desa Tulehu yang merupakan suatu desa adat sekaligus ibukota Kecamatan Salahutu sekitar 25 km dari Ambon dimana terdapat beberapa sumber air panas dan sebuah kolam air tawar. Obyek wisata Air Panas Hatuasa terletak dua km dari terminal Tulehu yang dikembangkan penduduk sejak tahun 1996. Suhu air panasnya mencapai 50 derajat celcius-80 derajat celcius Konon air panasnya dapat menyembuhkan penyakit rematik dan penyakit kulit. Tersedia fasilitas ruang ganti dan MCK sederhana.


KOLAM AIR WAILATU

Kolam air Wailatu terletak di Desa Tulehu dengan luas kolam sekitar 1.500 meter persegi yang airnya dimanfaatkan masyarakat untuk mandi dan cuci. Di kolam ini juga hidup sejumlah belut raksasa yang menarik perhatian pengunjung untuk melihat atraksi pemberian makan. Ikan yang berasal laut dapat hidup bersama belut panjang sekitar 1-1,5 meter dengan diameter 10 cm. Belut ini keluar dari persembunyiannya apabila diberi umpan makanan

BENTENG AMSTERDAM

Benteng Amsterdam yang berada di kawasan pantai utara di dekat Hila dan Kaitetu dengan panorama pantai yang indah. Benteng ini dibangun oleh Portugis pada tahun 1512 namun kemudian diambil alih oleh Belanda pada awal abad ke-17. Benteng yang memiliki museum kecil ini telah mengalami perbaikan secara menyeluruh dan menjadi salah satu benteng paling terpelihara di Maluku

GEREJA IMANUEL (GEREJA TERTUA DI INDONESIA)

Gereja Immanuel Protestan yang diduga sebagai gereja tertua di Indonesia. Gereja ini dibangun Portugis pada tahun 1580 namun diambil alih oleh Belanda 200 tahun kemudia, Hila

MASJID WAPAUE

Masjid Wapaue yang dibangun pada tahun 1414 di dekat Gunung Wawane. Menurut legenda masjid ini dipindahkan ke tempatnya sekarang pada tahun 1664 dengan menggunakan kekuatan gaib.



M.Ismail Mahasiswa Stp.Ampta Ygya

Wisata Manado

Manado adalah ibukota propinsi Sulawesi Utara Diperkirakan sebanyak 30 persen dari total penduduk Kota Manado mendiami pesisir pantai atau DAS. Panjang garis pantai Kota Manado kira-kira 58,7 km dan terdapat lima sungai besar yang berhubungan dengan pesisir pantai Manado, yaitu Sungai Tondano, Malalayang, Sario, Bailang, Wusa atau Paniki.

Pariwisata di kota Manado sangat eksotik. Banyak pilihan bagi wisatawan untuk berekreasi dan ber wisata ria. Dari wisata alam seperti taman laut Bunaken, keindahan pantai, tempat hiburan rakyat, pusat perbelanjaan, hingga wisata kuliner, tersedia di kota ini. Para wisatawan pecinta suasana pantai yang dekat kota sebagai tempat rekreasi , maka kota Manado-lah tempatnya. Pesona keindahan pantainya dapat disaksikan dari kawasan Malalayang sampai kawasan Boulevard yang ada dipusat kota. Kawasan Malalayang memiliki pesona pantai yang cukup indah. Di sekitarnya terdapat sejumlah kafe yang dibangun di tepi pantai. Seluruh kafe itu menawarkan berbagai macam hidangan sea food dengan ikan bakar sebagai sajian utamanya. Karenanya, masyarakat menyebutnya ikan bakar Malalayang. Wisata Kuliner Lain lagi suasana petang di Kawasan Bulevard

. Pengunjung dapat menyaksikan panorama alam dengan Pulau Manado Tua di tengah lautan. Ketika matahari mulai tergelincir ke ufuk barat, maka proses terjadinya Sunset dapat disaksikan dengan jelas. Seiring dengan terbenamnya matahari, kawasan Bolevard menjadi ramai oleh penjual makanan. Mereka menggelar jualannya di sejumlah tenda di pinggiran pantai. Hidangan yang tersedia terdiri dari; nasi goreng, bakso, gado-gado, tinutuan, dan lain-lain. Harganya pun relatif murah. Para pengunjung dapat memilih sesuai selera yang diinginkannya. Kawasan Bolevard tampaknya telah menjadi sentra kuliner malam hari di Kota Manado. Suasananya mirip Pantai Losari di Kota Makassar. Banyaknya pengunjung yang datang ke tempat itu Dalam kurun waktu dua dekade terakhir, kegiatan pariwisata dengan pesat tumbuh menjadi salah satu andalan perekonomian kota. Primadona pariwisata kota Manado bahkan Provinsi Sulawesi Utara adalah Taman Nasional Bunaken, yang oleh sementara orang disebut sebagai salah satu taman laut terindah di dunia. Letaknya yang hanya sekitar 8 Km dari daratan kota Manado dan dapat ditempuh dalam sekitar ½ s/d 2 jam menyebabkan Taman Nasional ini mudah dikunjungi.Selain itu terdapat Museum Negeri Sulawesi Utara, dan Monumen (Tugu Peringatan) Perang Dunia Kedua. khususnya Di kota Manado juga terdapat beberapa kelenteng, salah satunya adalah Kelenteng Ban Hin Kiong di kawasan Pusat Kota yang dibangun pada awal abad 19, Selain memiliki objek-objek wisata yang menarik, salah satu keunggulan pariwisata kota Manado adalah letaknya yang strategis ke objek-objek wisata di hinterland,di Minahasa, yang dapat dijangkau dalam waktu 1 s/d 3 jam dari kota Manado. Objek-objek wisata tersebut antara lain, Vulcano Area di Tomohon, Desa Agriwisata Rurukan-Tomohon, Panorama pegunungan dan Danau Tondano, Batu Pinabetengan dan Waruga di Sawangan. Potensi wisata yang besar menyebabkan industri pariwisata di kota Manado telah semakin tumbuh dan berkembang, yang antara lain ditandai dengan cukup banyaknya hotel dan sarana pendukung lainnya. Sampai tahun akhir tahun 2001, terdapat 67 buah hotel/penginapan, 15 buah travel biro, 223 buah restoran dan rumah makan dari berbagai kelas.

Krisis ekonomi dan resesi ekonomi nasional nasional yang melanda dunia usaha, tidak berpengaruh bagi pariwisata di kota Manado . Pada tahun 1998 kunjungan wisatawan mancanegara adalah 34.509 Orang, menjadi 11.538 Orang pada tahun 2000 dan agak meningkat pada tahun 2001 menjadi 12.301Orang. Sedangkan wisatawan nusantara pada tahun 1998 berjumlah 432.993 orang, kemudian turun menjadi 279.014 orang pada tahun 2000 dan terakhir pada tahun 2001 agak meningkat menjadi 291.037 orang Taman Laut Bunaken Manado Tua Di atas Semenanjung Sulawesi Utara, Indonesia terletak sekelompok lima pulau- pulau yang membentuk taman nasional laut Bunaken Manado Tua. Taman ini mempunyai luas tanah dan laut 75.265 hektar yang terus berkembang dan dilindungi oleh pemerintah Sulawesi Utara. Taman laut ini diresmikan oleh mentri kelautan tanggal 15 Oktober 1991. Bunaken mempunyai paling sedikit 40 tempat penyelaman yang kaya akan ikan - ikan tropis dan terumbu karang. Lebih dari 150 spesies dari 58 genus di Pantai Bunaken. Lebih dari 3.000 spesies ikan berenang dalam kawasan "Segi Tiga Emas" Papua Nugini, Filipina, dan Indonesia. Bunaken secara Biologis dan strategis terletak di "segi tiga" ini. Di sebelah Utara Bunaken terletak Laut Sulawesi yang mempunyai kedalaman melebihi 19.800 kaki. Bunaken tidak jauh letaknya dari Manado, kurang lebih 5.000 kaki (15 menit dari Pantai Manado). WATU PINAWETENGAN Jenis megalit lain yang menarik, yang terdapat di Minahasa ialah batu bergores yang ditemukan di Kecamatan Tompaso. Oleh penduduk setempat batu bergores ini disebut sebagai watu pinawetengan. Batu ini merupakan bongkahan batu besar alamiah, sehingga bentuknya tidak beraturan. Pada bongkahan batu tersebut terdapat goresan-goresan berbagai motif buatan manusia. Goresan-goresan itu ada yang membentuk gambar manusia, menyerupai kemaluan laki-laki, menggambarkan kemaluan perempuan, dan motif garis-garis serta motif yang tidak jelas maksudnya. Para ahli menduga bahwa goresan-goresan tersebut merupakan simbol yang berkaitan dengan kepercayaan komunitas pendukung budaya megalit, yaitu kepercayaan kepada roh leluhur (nenek moyang) yang dianggap memiliki kekuatan gaib sehingga mampu mengatur dan menentukan kehidupan manusia di dunia. Oleh sebab itu, manusia harus melakukan upacara-upacara pemujaan tertentu untuk memperoleh keselamatan atau memperoleh apa yang diharapkan (seperti: keberhasilan panen, menolak marabahaya atau mengusir penyakit) dengan menggunakan batu-batu besar sebagai sarana pemujaan mereka. Menurut mitos, batu itu merupakan tempat tempat bermusyawarahnya para pemimpin dan pemuka masyarakat Minahasa asli keturunan Toar-Lumimuut (nenek moyang masyarakat Minahasa) pada masa lalu, dalam rangka membagi daerah menjadi enam kelompok etnis suku-suku bangsa yang tergolong ke dalam kelompok-kelompok etnis Minahasa. Sampai saat ini batu bergores yang sudah ditemukan di Minahasa, baru watu pinawetengan, terdapat di wilayah kerja Kawangkoan namun dapat dianggap sebagai temuan yang cukup penting dan dapat dimasukkan sebagai monumen sejarah, khususnya sejarah kebudayaan masyarakat Minahasa.

M.Ismail Mahasiswa Stp.Ampta Yogya

Mandalawangi CIBODAS-Tourism West Java

Mandalawangi dengan luas 39,5 ha statusnya merupakan hutan produksi yang dikembangkan sebagai Bumi Perkemahan. Lokasinya sangat strategis dimana merupakan daerah tujuan wisata Cipanas – Puncak Bogor, termasuk wilayah pengelolaan hutan RPH Pacet, BKPH Gede Tikur KPH Cianjur, dan secara administratif pemerintahan termasuk Desa Rarahan Kecamatan Pacet Kabupaten cianjur.


Wana wisata ini terletak pada ketinggian 1100 m dpl. Konfigurasi lapangan umumnya bergelombang dan berbukit. Curah hujan 3500 – 4500 mm/tahun dengan suhu udara rata-rata 18 – 200 C.

Pemandangan hutan pinus dan hutan alam dengan keanekaragaman jenis yang cukup tinggi diantaranya pohon Puspa, Rasamala, Nangka, Damar, Saninten, Jamuju, Baros, Huju, Pasang, Syfrus, Suren, Kaliandra, Filisium, Kondang, Salam, Mahoni, Cemara, Kurai, Sengon, Flamboyan, Pulus, Eucalypus, Kihaji, Riung anak, Bungur, Angsana, Beringin, Aksia, Rumput pahit, Jampang pahit, Sulanjana, Alang-alang, Putri malu, Antanan, Totoropongan, Takokak, Kaso, Kecubung, Tepus, Sembung gunung, Kiurat, Lemmo, Kingkilaban, Lakotmala, Paku andom, Kadaka, Rotan, Konyal.

Fauna yang terdapat di wana wisata ini antara lainburung pipit, kutilang, tekukur, jogjog, sesap madu, burung hantu, kepodamng, bangau, alap-alap dan kalajengking, berang-berang, anjing huhtan, kucing hutan, tupai, menjangan, kelelawar, kera ekor panjang, macan tutul, babi hutan dan trenggiling.

Kawasan wana wisata Mandalawangi sebagai wisata harian dan wisata untuk berkemah khususnya para pelajar.

Aksebilitas
Dapat dicapai dengan kendaraan roda 4 dan roda 6 dengan jarak tempuh 25 km dari Cianjur, 85 km dari Bandung dan sekitar 95 km dari Jakarta dengan kondisi jalan beraspal.
m.ismail Mahasiswa Stp.Ampta yogya

Wisata belanja di SOLO

Solo adalah kota yang asyik untuk berbelanja, meski kini sedang berduka. Akibat banjir yang meluas, banyak wisatawan membatalkan kedatangannya. Juga para pedagang yang kerap berbelanja dalam partai besar. Toh berbagai pusat perbelanjaan di Solo tetap buka, meski jelas mengalami penurunan omzet. Di Solo terdapat dua pusat perbelanjaan modern, yaitu Grand Mal dan Solo Square. Kecuali Anda perlu sekedar pakaian atau makanan kecil, bagi yang dari Jakarta rasanya tidak perlu datang ke tempat ini. Sebabnya mal ini cuma sekelas Mal Cijantung atau Pusat Grosir Cililitan. Terlalu banyak toko kecil dan plazanya penuh dagangan sekelas ITC sehingga rasanya tak layak disebut mal. Di food court-nya pun makanannya sama sekali tidak istimewa dan ‘pake lama’.Justru yang perlu dikunjungi adalah pasar-pasar tradisionalnya. Pasar Klewer adalah urutan pertama bagi Anda yang perlu berbelanja oleh-0leh khas Solo, yaitu batik. Terletak di alun-alun utara tepat berseberangan dengan masjid Agung Surakarta dan cuma berjarak sepelemparan batu dengan keraton, pasar Klewer menyediakan batik dalam beragam corak dan aplikasi. Selain kain dan kemeja yang sudah umum, juga ada daster, sarung, atau sarung bantal. Harganya tergantung kepandaian Anda menawar. Sebagai gambaran, selembar kain batik tulis yang di Jakarta paling kurang seharga Rp 250.000,00, di sini bisa didapatkan dengan sepersepuluhnya saja! Kepandaian berbahasa Jawa madyo dibutuhkan untuk mendapatkan harga lebih murah. Bila tidak bisa, ajak saja teman atau kerabat yang bisa. Menyeberang alun-alun ada pusat perbelanjaan sekelas ITC yaitu Pusat Grosir Solo (PGS), Beteng Square. Tentu kondisi pasar ini lebih oke dibanding pasar Klewer, setidaknya ber-AC dan bersih. Ini tentu dikompensasi dengan harga yang lebih mahal. Tapi semahal-mahalnya harga PGS, batik-batik menarik dapat Anda dapatkan di sini dengan harga miring tentu saja mengandalkan keterampilan Anda dalam hal menawar.Juga ada pasar Gede yang lebih beragam, mirip pasar tradisional di daerah-daerah lain. Barang yang dijual pun lebih banyak kebutuhan rumah tangga. Kalau mau mencari sayur-sayuran berkualitas baik, tempat inilah jawabannya. Sayur mayur yang langsung datang dari perkebunan di kawasan Tawangmangu dan sekitarnya, sudah siap dipilih mulai subuh. Khasnya pasar Gede, di tengah pasar ada penjual Dawet, dan gerai ini tidak buka cabang. Setiap masuk pasar Gede, ada yang kurang kalau tidak sekalian menenteng dawet dalam kemasan plastiknya. Paduan cendol hijau, selasih, potongan nangka, gula merah cair, dan air santan membuat minuman ini begitu diminati dari pagi kali pertama buka sampai dengan menjelang sore hari. Kalau Anda minat belanja batik, jangan lewatkan berwisata ke kampung batik Laweyan. Di sinilah sentra pembuatan batik yang bisa jadi sama besarnya dengan Kota Gede di Yogyakarta. Anda bisa melihat proses pembuatan batik dan membelinya langsung di rumah-rumah pembuatnya. Restoran Rumahkoe yang saya ulas di posting terdahulu terletak di kawasan ini.Sayangnya, bila Anda mencari oleh-0leh selain batik, agak sulit mencarinya. Misalnya wayang atau beskap. Di dekat alun-alun sebelah selatan pasar Klewer ada arena sentra penjualan semacam Pasar Seni di Ancol, tapi sangat sepi. Di lokasi tersebut ada beberapa pedagang yang menjual wayang, namun harganya tinggi. Kondisi pasar yang tradisional mungkin juga kurang nyaman bagi Anda yang terbiasa datang ke mal semegah Senayan City atau Plaza Indonesia. Meski bagi saya, ini adalah perburuan yang mengasyikkan
m.ismail Mahasiswa Stp.Ampta yogya

Wisata Kota Bandung

Kota Bandung selain dikenal sebagai kota Konferensi Asia Afrika yang menghasilkan Dasa Sila Bandung juga merupakan kota pendidikan dan kota para seniman karena banyak seniman yang lahir, berkarya atau menetap di Bandung. Di Kotamadya Bandung terdapat banyak obyek wisata yang menarik seperti Gedung Sate, Gedung Merdeka, Kampus Institut Teknologi Bandung, Gedung ‘Isola’ Bumi Siliwangi, Gedung Papak (Balai Kota), Gedung Pakuan, Museum Geologi, Museum Nagri Jawa Barat, Museum Pos/Filateli, Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN), Mesjid Agung Bandung, Gereja Kathedral, Taman Hutan Raya Ir. Djuanda dengan gua-gua peninggalan Jepangnya, Saung Angklung Ujo Ngalagena, industri sepatu Cibaduyut, Jeans-Cihampelas, Curug Dago dan lainnya lagi. Kota Bandung terkenal dengan peuyeum-nya dan oncom sebagai makanan khas.
Obyek wisata alam yang banyak terletak di sekitar Bandung adalah Maribaya, Lembang, Curug Panganten-Cisarua, Waduk Saguling, pemandian air panas Ciater-Subang, Kawah Tangkuban Perahu, Kawah Papandayan, Perkebunan Teh Malabar dan Situ Cileunca di Pangalengan, Perkebunan Teh Rancabali dan Situ Patenggang di Ciwidey. Kedua kawasan perkebunan teh ini sangat sejuk dan asri.

KOTA BANDUNG
Kota Bandung terletak antara 107o36’ Bujur Timur dan 6o55’ Lintang Selatan, di atas 768 meter dari permukaan laut. Jarak tempuh dari Jakarta sekitar 180 km dapat dicapai dengan pesawat terbang selama 25 menit atau dengan kereta api atau dengan bus selama 3-4 jam. Luas wilayah kota 8098 hektar yang terdiri atas 91 kelurahan dan 16 kecamatan. Temperatur rata-rata 23o-24o C, dengan kelembaban udara 70% dan curah hujan rata-rata 1.814 mm/tahun. Kata “Bandung” sudah lama dikenal orang sebelum Kota Bandung itu sendiri berdiri. Kata “Bandung” itu diambil dari bahasa Sunda yang artinya “bendungan” (dam) yang dikelilingi oleh pegunungan. Lama kelamaan bendungan itu menjadi kering sama sekali dan menjadi sebuah kotayang sekarang ini disebut Bandung.
Kota Bandung kemudian menjadi sangat terkenal karena pada tanggal 24 Maret 1946 kota ini menjadi lautan api dalam perang perjuangan rakyat melawan penjajah pada bulan April 1955 menjadi tempat diselenggarakannya Konfrensi Asia Afrika yang diikuti oleh 29 negara Asia dan Afrika.

OBYEK DAN DAYA TARIK WISATA

Gedung-gedung Kuno

Selain gedung Merdeka dan gedung Bumi Siliwangi, Hotel Peanger dan Hotel Savoy Homan merupakan bangunan-bangunan tu yang sangat artistik. Kedua hotel ini berada di jalan Asia Afrika, tidak jauh dari gedung Merdeka. Gedung kuno yang sangat artistik lainnya adalah Gedung Sate, tempat Gunernur Jawa Barat berkantor. Gedung ini terletak di Jalan Diponegoro.


Museum Geologi

>Museum Geologi letaknya di Jalan Diponegoro, tidak jauh dari Gedung Sate. Dari sini dapat diperoleh berbagai informasi yang berhubungan dengan masalah kegeologian. Di antara benda-benda yang menjadi koleksinya adalah fosil tengkorak manusia pertama di dunia , fosil-fosil kerangka binatang pra-sejarah, batu bintang seberat 156 kg yang jatuh pada 30 Maret 1884 di Jatipelangon, Madiun.

Museum Mandala Wangsit Siliwangi




Adalah sejarahmuseum perjuangan Masyarakat Jawa Barat, khususnya TNI Angkatan Darat Kodam Siliwangi. Di museum ini tersimpan berbagai benda yang digunakan dalam perjuangan masa lalu oleh pemuda Jawa Barat menetang berbagai macam bentuk penjajahan dan peristiwa lainnya dalam mempertahankan keutuhan Republik Indonesia. Terletak di jalan Lembang, berseberangan dengan Hotel Panhegar dan Kantor Telepon yang mudah dicapai dengan angkutan kota jurusan Ledeng-Kebun Kelapa dan Dago-Kebun Kalapa.

Institut Teknologi Bandung

Letaknya bersebelahan dengan Kebun Binatang. Perguruan Tinggi Ini merupakan perguruan tinggi tertua di Indonesia. ITB menjadi sangat terkenal karena banyak sekali alumninya yang menduduki posisi-posisi tinggi dalam pemerintahan, diantaranya Soekarno, porklamator dan presiden pertama Indonesia. Yang juga menarik dari perguruan tinggi ini adalah berntuk bangunannya yang khas.

Gedung Merdeka

Gedung yang terletak di jalan Asia Afrika ini didirikan oleh seorang arsitek Belanda yang bernama Van Galenlast dan C.O. Wolf Shoomaker. Gedung ini menjadi sangat terkenal sejak diadakannya Konfrensi Asia Afrika tahun 1955, kemudian Konfrensi Mahasiswa Asia Afrika tahun 1956 dan Konfrensi Islam Asia Afrika yang menyimpan naskah-naskah dan peniggalan-peniggalan Asia Afrika yang terkenal. Gedung ini dibuka untuk umum setiap harikerja dan mudah dicapai dengan menggunakan bus kota jurusan Cicaheum-Cibeureum.


Gedung Bumi Siliwangi
Gedung ini di bangun oleh milyuner Indo keturunan Italia bernama D.W. Berrety, salah seorang pendiri Kantor Berita Antara. Karena letaknya yang sangat strategis, dari gedung ini kita dapat melihat keindahan kota Bandung. Sekarang gedung ini dipakai sebagai pusat kegiatan IKIP Bandung. Untuk mencapai gedung yang terletak di Jalan Setiabudhi ini dapat digunakan angkutan kota jurusan Cicaheum-Ledeng atau Kebun Kelapa-Ledeng.

Museum Nagri Jawa Barat
Adalah museum yang menyimpan benda-benda yang menggamberkan kebsaran masyarakat Jawa Barat , baik fisik, ekonomi, teknologi, pendidkan, agama dan hasil seni. Terletak di Jalan Oto Iskandardinata.

Padepokan Seni
Gedung ini terletak di Jalan Lingkar Selatan, sebelah Selatan kota Bandung. Gedung ini mempunyai bentuk bangunan khas Jawa Barat ini merupakan tempat digelarnya berbagai jenis kesenian.

Saung Angklung Padasuka

Merupakan tempat pergelaran kesenian Jawa Barat seperti : Angklung, Wayang Golek, dan sebagainya, yang dapat dilihat setiap saat, pagi dan sore. Saung Angklung Padasuka-Ujo Ngalegana mempunyai lingkungan dan bangunan khas Jawa Barat.

KABUPATEN BANDUNG
Kabupaten Bandung terletak pada 107o22’-108o5’ Bujur Timur dan 6o41’-7o19’ Lintang selatan. Di sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang, sebelah Timur dengan Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Garut, di Selatan berbatsan dengan wilayah Kabupaten Garut dan Kabupaten Cianjur dan di sebelah Barat dengan Wilayah Kabupaten Cianjur. Beriklim tropis dan curah hujan rata-rata setiap tahun antara 1.800 mm di daerah selatan Kota Bandung dan 2.500 mm di utara Kota Bandung. Suhu rata-rata berkisar antara 22o-23,5o C.

OBYEK DAN DAYA TARIK WISATA

Alam di daerah Kabupaten bandung memang menjanjikan objek pariwisata yang jelita. Betapa tidak, mulai dari Gunung Tangkuban Perahu di sebelah utara sampai Situ Panenggang di sebelah selatan. Kemudian Waduk Saguling di sebelah barat air terjun Sindulang di sebelah timur. Obyek-obyek wisata tersebut dapat dengan mudah dijangkau oleh kendaraan bermotor.

Bagi wisatawan yang ingin santai, tak perlu repot membawa bekal makanan dari rumah. Di sepanjang jalan bertebaran rumah makan, mulai dari warung kecil sampai restoran yang menyajikan berbagai macam masakan.
Selai obyek wisata alam, Kabupaten Bandung kaya pula akan berbagai jenis kesenian, tidak kalah dengan daerah lain di Jawa Barat. Kesenian Sunda buhun maupun kreasi baru, bertebaran di kota-kota kecamatan, bahkan sampai ke pelosok-pelosok desa.

ZAMAN KESULTANAN BANTEN

Zaman Kesultanan Banten : Senarai Kisah Kemasyhuran Banten


Banten pada masa lalu merupakan sebuah daerah dengan kota pelabuhan yang sangat ramai, serta dengan masyarakat yang terbuka dan makmur. Banten yang berada di jalur perdagangan internasional, berinteraksi dengan dunia luar sejak awal abad Masehi. Kemungkinan pada abad ke-7 Banten sudah menjadi pelabuhan internasional. Dan sebagai konsekuensi logisnya, Islam diyakini telah masuk dan berakulturasi dengan budaya setempat sebagaimana diceritakan dalam berita Tome Pires pada tahun 1513.

Proses Islamisasi Banten, yang diawali oleh Sunan Ampel, yang kemudian diteruskan oleh Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) yang seluruh kisahnya terekam dalam naskah Carita Purwaka Caruban Nagari. Fase sejarah penting menguatnya pengaruh Islam terjadi ketika Bupati Banten menikahkan adiknya, yang beernama Nyai Kawunganten, dengan Syarif Hidayatullah yang kemudian melahirkan dua anak yang diberi nama Ratu Wulung Ayu dan Hasanuddin sebagai cikal bakal dimulainya fase sejarah Banten sebagai Kerajaan Islam (Djajadiningrat, 1983:161). Bersama putranya inilah Sunan Gunung Jati melebarkan pengaruh dalam menyebarluaskan agama Islam ke seluruh tatar Sunda hingga saatnya Sang Wali kembali ke Cirebon .

Takluknya Prabu Pucuk Umun di Wahanten Girang (Banten Girang) pada tahun 1525 selanjutnya menjadi tonggak dimulainya era Banten sebagai kerajaan Islam dengan dipindahkannya pusat pemerintahan Banten dari daerah pedalaman ke daerah pesisir pada tanggal 1 Muharam tahun 933 Hijriah yang bertepatan dengan tanggal 8 Oktober 1526 (Michrob dan Chudari, 1993:61).

Atas pemahaman geo-politik yang mendalam Sunan Gunung Jati menentukan posisi istana, benteng, pasar, dan alun-alun yang harus dibangun di dekat kuala Sungai Banten yang kemudian diberi nama Surosowan. Hanya dalam waktu 26 tahun, Banten menjadi semakin besar dan maju, dan pada tahun 1552 Masehi, Banten yang tadinya hanya sebuah kadipaten diubah menjadi negara bagian Demak dengan dinobatkannya Hasanuddin sebagai raja di Kesultanan Banten dengan gelar Maulana Hasanuddin Panembahan Surosowan (Pudjiastuti,2000:61).

Ketika sudah menjadi pusat Kesultanan Banten, sebagaimana dilaporkan oleh J. de Barros, Banten merupakan pelabuhan besar di Jawa, sejajar dengan Malaka. Kota Banten terletak di pertengahan pesisir sebuah teluk, yang lebarnya sampai tiga mil. Kota itu panjangnya 850 depa. Di tepi laut kota itu panjangnya 400 depa; masuk ke dalam ia lebih panjang. Melalui tengah-tengah kota ada sebuah sungai yang jernih, di mana kapal jenis jung dan gale dapat berlayar masuk. Sepanjang pinggiran kota ada sebuah anak sungai, di sungai yang tidak seberapa lebar itu hanya perahu-perahu kecil saja yang dapat berlayar masuk. Pada sebuah pinggiran kota itu ada sebuah benteng yang dindingnya terbuat dari bata dan lebarnya tujuh telapak tangan. Bangunan-bangunan pertahanannya terbuat dari kayu, terdiri dari dua tingkat, dan dipersenjatai dengan senjata yang baik. Di tengah kota terdapat alun-alun yang digunakan untuk kepentingan kegiatan ketentaraan dan kesenian rakyat dan sebagai pasar di pagi hari. Istana raja terletak di bagian selatan alun-alun. Di sampingnya terdapat bangunan datar yang ditinggikan dan beratap, disebut Srimanganti, yang digunakan sebagai tempat raja bertatap muka dengan rakyatnya. Di sebelah barat alun-alun didirikan sebuah mesjid agung (Djajadiningrat,1983:84).

Pada awal abad ke-17 Masehi, Banten merupakan salah satu pusat perniagaan penting dalam jalur perniagaan internasional di Asia. Tata administrasi modern pemerintahan dan kepelabuhan sangat menunjang bagi tumbuhnya perekonmian masyarakat. Ketika orang Belanda tiba di Banten untuk pertama kalinya, orang Portugis telah lama masuk ke Banten. Kemudian orang Inggris mendirikan loji di Banten dan disusul oleh orang Belanda.

Selain itu, orang-orang Perancis dan Denmark pun pernah datang di Banten. Dalam persaingan antara pedagang Eropa ini, Belanda muncul sebagai pemenang. Orang Portugis melarikan diri dari Banten (1601), setelah armada mereka dihancurkan oleh armada Belanda di perairan Banten. Orang Inggris pun tersingkirkan dari Batavia (1619) dan Banten (1684) akibat tindakan orang Belanda (Ekadjati (ed.),1984:97).

Wujud dari interaksi budaya dan keterbukaan masyarakat Banten tempo dulu dapat dilihat dari berkembangnya perkampungan penduduk yang berasal dari berbagai daerah di Nusantara seperti Melayu, Ternate, Banjar, Banda, Bugis, Makassar, dan dari jawa sendiri serta berbagai bangsa dari luar Nusantara seperti Pegu (Birma), Siam, Parsi, Arab, Turki, Bengali,dan Cina (Leur, 1960:133-134; Tjiptoatmodjo, 1983:64). Setidaknya inilah fakta sejarah yang turut memberikan kontribusi bagi kebesaran dan kejayaan Banten.

Dalam usahanya membangun Banten, Maulana Hasanuddin sebagai Sultan Banten pertama (1522-1570), menitikberatkan pada pengembangan sektor perdagangan dengan lada sebagai komoditas utama yang diambil dari daerah Banten sendiri serta daerah lain di wilayah kekuasaan Banten, yaitu Jayakarta, Lampung, dan terjauh yaitu dari Bengkulu (Tjandrasasmita,1975:323).

Perluasan pengaruh juga menjadi perhatian Sultan Hasanuddin melalui pengiriman ekspedisi ke pedalaman dan pelabuhan-pelabuahn lain. Sunda Kalapa sebagai salah satu pelabuhan terbesar berhasil ditaklukkan pada tahun 1527 dan takluknya Sunda Kalapa tersebut ditandai dengan penggantian nama Sunda Kalapa menjadi "Jayakarta". Dengan takluknya Jayakarta, Banten memegang peranan strategis dalam perdagangan lada yang sekaligus menggagalkan usaha Portugis di bawah pimpinan Henrique de Leme dalam usahanya menjalin kerjasama dengan Raja Sunda (Kartodirdjo, 1992:33-34).

Pasca wafatnya Maulana Hasanuddin, pemerintahan dilanjutkan oleh Maulana Yusuf (1570-1580), putra pertamanya dari Ratu Ayu Kirana, putri Sultan Demak. Kemasyhuran Banten makin meluas ketika politik ekspansinya berhasil pula menaklukkan Pakuan Pajajaran yang dibantu oleh Cirebon pada tahun 1579 sehingga Kerajaan Sunda akhirnya benar-benar runtuh (Atha, 1986:151-152,189).

Pada masa pemerintahan Maulana Yusuf, sektor pertanian berkembang pesat dan meluas hingga melewati daerah Serang sekarang, sedangkan untuk memenuhi kebutuhan air bagi sawah-sawah tersebut dibuat terusan irigasi dan bendungan. Danau (buatan) Tasikardi merupakan sumber pemenuhan kebutuhan air bersih bagi penduduk kota , sekaligus sebagai sumber pengairan bagi daerah pesawahan di sekitar kota . Sistem filtrasi air dengan metode pengendapan di Pengindelan Abang dan Pengindelan Putih merupakan bukti majunya teknologi pengelolaan air pada masa tersebut.

Pada masa Maulana Yusuf memerintah, perdagangan Banten sudah sangat maju dan Banten bisa dianggap sebagai sebuah kota pelabuhan emporium, tempat barang-barang dagangan dari berbagai penjuru dunia digudangkan dan kemudian didistribusikan (Michrob dan Chudari, 1993:82-83). Tumbuh dan berkembangnya pemukiman-pemukiman pendatang dari mancanegara terjadi pada masa ini. Kampung Pekojan umpamanya untuk para pedagang Arab, Gujarat , Mesir, dan Turki, yang terletak di sebelah barat Pasar Karangantu. Kampung Pecinan untuk para pedagang Cina, yang terletak di sebelah barat Masjid Agung Banten.

Masa kejayaan Banten selanjutnya diteruskan oleh Maulana Muhammad pasca mangkatnya Maulana Yusuf pada tahun 1580. Maulana Muhammad dikenal sebagai seorang sultan yang amat saleh. Untuk kepentingan penyebaran agama Islam ia banyak menulis kitab-kitab agama Islam yang kemudian dibagikan kepada yang membutuhkannya. Kesejahteraan masjid dan kualitas kehidupan keberagamaan sangat mewarnai masa pemerintahannya walaupun tak berlangsung lama karena kematiannya yang tragis dalam perang di Pelembang pada tahun 1596 dalam usia sangat muda, sekitar 25 tahun.

Pasca mangkatnya Maulana Muhammad, Banten mengalami masa deklinasi ketika konflik dan perang saudara mewarnai keluarga kerajaan khususnya selama masa perwalian Abul Mufakhir Mahmud Abdul Kadir yang baru berusia lima bulan ketika ayahandanya wafat. Puncak perang saudara bermuara pada peristiwa Pailir, dan setelahnya Banten mulai kembali menata diri.

Dengan berakhirnya masa perwalian Sultan Muda pada bulan Januari 1624, maka Sultan Abul Mufakir Mahmud Abdul Kadir diangkat sebagai Sultan Banten (1596-1651). Sultan yang baru ini dikenal sebagai orang yang arif bijaksana dan banyak memperhatikan kepentingan rakyatnya. Bidang pertanian, pelayaran, dan kesehatan rakyat mendapat perhatian utama dari Sultan Banten ini. Ia berhasil menjalin hubungan diplomatik dengan negara-negara lain, terutama dengan negara-negara Islam. Dialah penguasa Banten pertama yang mendapat gelar Sultan dari penguasa Arab di Mekah (1636). Sultan Abdul Mufakhir bersikap tegas terhadap siapa pun yang mau memaksakan kehendaknya kepada Banten. Misalnya ia menolak mentah-mentah kemauan VOC yang hendak memaksakan monopoli perdagangan di Banten (Ekadjati (ed.), 1984:97-98). Dan akibat kebijakannya ini praktis masa pemerintahannya diwarnai oleh ketegangan hingga blokade perdagangan oleh VOC terhadap Banten.

Konflik antara Banten dengan Belanda semakin tajam ketika VOC memperoleh tempat kedudukan di Batavia . Persaingan dagang dengan Banten tak pernah berkesudahan. VOC mengadakan siasat blokade terhadap pelabuhan niaga Banten, melarang dan mencegah jung-jung dari Cina dan perahu-perahu dari Maluku yang akan berdagang ke pelabuhan Banten yang membuat pelabuhan Banten hampir lumpuh. Perlawanan sengit orang Banten terhadap VOC pecah pada bulan November 1633 dengan mengadakan "gerilya" di laut sebagai "perompak" dan di daratan sebagai "perampok" sehingga memprovokasi VOC untuk melakukan ekspedisi ke Tanam, Anyer, dan Lampung. Kota Banten sendiri berkali-kali diblokade. Situasi perang terus berlangsung selama enam tahun, dan ketegangan masih terus terjadi hingga wafatnya Sultan Abul Mufakhir pada tahun 1651 dan digantikan oleh Pangeran Adipati Anom Pangeran Surya, putra Abu al-Ma'ali Ahmad atau Pangeran Ratu Ing Banten atau Sultan Abufath Abdulfattah atau yang lebih dikenal dengan Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1672).

Sultan Ageng Tirtayasa yang ahli strategi perang berhasil membina mental para prajurit Banten dengan cara mendatangkan guru-guru agama dari Arab, Aceh, Makassar, dan daerah lainnya. Perhatiannya yang besar pada perkembangan pendidikan agama Islam juga mendorong pesatnya kemajuan Agama Islam selama pemerintahannya.

Pelabuhan Banten yang semula diblokade VOC perlahan namun pasti mulai pulih ketika Sultan Ageng Tirtayasa berhasil menarik perdagangan bangsa Eropa lainnya, seperti Inggris, Perancis, Denmark, dan Portugis yang notabene merupakan pesaing berat VOC. Strategi ini bukan hanya berhasil memulihkan perdagangan Banten namun sekaligus memecah konflik politik menjadi persaingan perdagangan antar bangsa-bangsa Eropa.

Selain mengembangkan perdagangan, Sultan Ageng Tirtayasa gigih berupaya juga untuk memperluas pengaruh dan kekuasaan ke wilayah Priangan, Cirebon, dan sekitar Batavia guna mencegah perluasan wilayah kekuasaan Mataram yang telah masuk sejak awal abad ke-17. Selain itu, juga untuk mencegah pemaksaan monopoli perdagangan VOC yang tujuan akhirnya adalah penguasaan secara politik terhadap Banten (Kartodirdjo, 1988:113-115,150-154,204-209). VOC yang mulai terancam oleh pengaruh Sultan Ageng Tirtayasa yang makin luas pada tahun 1655 mengusulkan kepada Sultan Banten agar melakukan pembaruan perjanjian yang sudah hampir 10 tahun dibuat oleh kakeknya pada tahun 1645. Akan tetapi, Sultan dengan tegas bersikap tidak merasa pelu memperbaruinya selama pihak Kompeni ingin menang sendiri.

Meskipun disibukkan dengan urusan konflik dengan VOC, Sultan tetap melakukan upaya-upaya pembangunan dengan membuat saluran air untuk kepentingan irigasi sekaligus memudahkan transportasi dalam peperangan. Upaya itu berarti pula meningkatkan produksi pertanian yang erat hubungannya dengan kesejahteraan rakyat serta untuk kepentingan logistik jika mengadapi peperangan. Karena Sultan banyak mengusahakan pengairan dengan melaksanakan penggalian saluran-saluran menghubungkan sungai-sungai yang membentang sepanjang pesisir utara, maka atas jasa-jasanya ia digelari Sultan Ageng Tirtayasa (Tjandrasasmita, 1995:116).

Usaha Sultan Ageng Tirtayasa baik dalam bidang politik diplomasi maupun di bidang pelayaran dan perdagangan dengan bangsa-bangsa lain semakin ditingkatkan. Pelabuhan Banten makin ramai dikunjungi para pedaganga asing dari Persia, India, Arab, Cina, Jepang, Filipina, Malayu, Pegu, dan lainnya. Demikian pula dengan bangsa-bangsa dari Eropa yang bersahabat, dengan Inggris, Prancis, Denmark, dan Turki.

Sultan Ageng Tirtayasa telah membawa Banten ke puncak kejayaannya, di samping berhasil memajukan pertanian dengan sistem irigasi ia pun berhasil menyusun kekuatan angkatan perangnya yang sangat disegani, memperluas hubungan diplomatik, dan meningkatkan volume perniagaan Banten sehingga Banten menempatkan diri secara aktif dalam dunia perdagangan internasional di Asia (Ekadjati (ed.), 1984:98).

Puncak konflik antara Banten dengan VOC terjadi setelah Perjanjian Amangurat II dengan VOC membawa pengaruh politik yang besar terhadap Kesultanan Banten, dan setelah pemberontakan Trunojoyo dapat dipadamkan, akhirnya Sultan Ageng Tirtayasa harus berhadapan dengan VOC (Wangania, 1995:44). Pada saat yang bersamaan Kesultanan Banten mengalami perpecahan dari dalam. Putra mahkota, Sultan Abu Nasr Abdul Kahar, yang dikenal dengan Sultan Haji diangkat jadi pembantu ayahnya mengurus urusan dalam negeri, sedangkan urusan luar negeri dipegang oleh Sultan Purbaya.Pemisahan urusan pemerintahan ini dimanfaatkan VOC untuk mendekati dan menghasut Sultan Haji guna melawan ayahandanya. Dengan bantuan pasukan VOC, pada tahun 1681 Sultan Haji melakukan kudeta kepada ayahnya dan berhasil menguasai istana Surasowan yang kemudian berada di bawah antara ayah dan anak setahun lamanya hingga Sultan Ageng Tirtayasa tertangkap akibat pengkhianatan putranya sendiri, Sultan Haji. Sultan Ageng Tirtayasa dipenjarakan di Batavia sampai ia meninggal tahun 1692 dan kemudian dimakamkan di Kompleks Mesjid Agung Banten (Ekadjati, 1995:101-102; Ensiklopedi Sunda, 2000:661; Wangania, 1995:45).

Dengan ditandatanganinya perjanjian pada tanggal 17 April 1684 antara Kesultanan Banten yang diwakili oleh Sultan Abdul Kahar, Pangeran Dipaningrat, Kiai Suko Tajuddin, Pangeran Natanagara, dan Pangeran Natawijaya, dengan Belanda yang diwakili oleh Komandan dan Presiden Komisi Francois Tack, Kapten Herman Dirkse Wonderpoel, Evenhart van der Schuer, serta kapten bangsa melayu Wan Abdul Bagus, maka lenyaplah kejayaan dan kemajuan Kesultanan Banten, karena ditelan monopoli dan penjajahan Kompeni, akibat perjanjian ini Kesultanan Banten diambang keruntuhan. Selangkah demi selangkah Kompeni mulai menguasai Kesultanan Banten. Benteng Kompeni mulai didirikan pada tahun 1684-1685 di bekas benteng kesultanan yang dihancurkan, dan benteng ini dirancang oleh seorang arsitektur yang sudah masuk Islam dan menjadi anggota kesultanan yang bernama Hendrick Lucaszoon Cardeel. Benteng yang didirikan itu diberi nama Speelwijk, untuk memperingati kepada Gubernur Jenderal Speelma. Dengan demikian, praktis Banten sebagai pusat kekuasaan dan kesultanan telah pudar. Demikian pula peran Banten sebagai pusat perniagaan antarbangsa telah tertutup. Tidak ada lagi kebebasan melaksanakan perdagangan (Tjandrasasmita, 1995:118)

Penderitaan rakyat semakin berat bukan saja karena pembersihan atas pengikut Sultan Ageng Tirtayasa serta pajak yang tinggi, selain karena sultan harus membayar biaya perang, juga karena monopoli perdagangan Kompeni. Rakyat dipaksa untuk menjual hasil pertaniannya, terutama lada dan cengkeh, kepada Kompeni melalui pegawai kesultanan yang ditunjuk, dengan harga yang sangat rendah. Raja seolah-olah hanya sebagai pegawai Kompeni dalam hal pengumpulan lada dari rakyat. Pedagang-pedagang Inggris, Francis, dan Denmark, karena banyak membantu Sultan Ageng Tirtayasa dalam perang yang lalu, diusir dari Banten.

Kerusuhan demi kerusuhan, pemberontakan, dan kekacauan di segala bidang bergejolak selama pemerintahan Sultan Haji. Perampokan dan pembunuhan terhadap para pedagang dan patroli Kompeni, baik di luar kota maupun di dalam kota, kerap terjadi dimana-mana. Bahkan pernah terjadi pembakaran yang mengabiskan 2/3 bangunan di dalam kota. Ketidakamanan pun terjadi di lautan, banyak kapal Kompeni yang dibajak oleh "bajak negara" yang bersembunyi di sekitar perairan Bojonegara sekarang. Sebagian besar rakyat tidak mengakui Sultan Haji sebagai Sultan. Oleh sebab itu, kehidupan Sultan Haji selalu berada dalam kegelisahan dan ketakutan. Bagaimanapun penyesalannya terhadap perlakuan buruknya terhadap ayah, saudara, sahabat, dan prajurit-prajuritnya yang setia selalu ada. Akan tetapi, semuanya sudah terlanjur. Kompeni yang dulu dianggap sebagai sahabat dan pelindungnya, akhirnya menjadi tuan yang harus dituruti segala kehendaknya. Karena tekanan-tekanan itu, akhirnya Sultan Haji jatuh sakit hingga meninggal dunia pada tahun 1687. Jenazahnya dimakamkan di pemakamam Sedakingkin sebelah utara Mesjid Agung Banten, sejajar dengan makam ayahnya, Sultan Ageng Tirtayasa (Ismail, 1983:7; Tjandrasasmita, 1967:46; Michrob dan Chudari, 1993:164).

Pasca peristiwa tersebut, Banten memasuki fase sejarah sebagai bagian dari daerah koloni Belanda. Dan perlawanan-perlawanan sporadis menjadi warna yang kental pada masa pemerintahan berikutnya yang praktis tak berdaulat sebagai sebuah negara sebagaimana pada masa Sultan Ageng Tirtayasa, yang telah berhasil membangun negara modern yang berdaulat.