Senin, 10 Oktober 2011

Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang

Sebelum saya lanjutkan menulis artikel ini “Saya menyampaikan mohon maaf lahir dan batin”. Mengapa sebelum menulis “Kenali dan Kunjungi Onjek Wisata di Pandeglang ” saya menyampaikan permintaan maaf dulu ? Iya benar, karena saat ini idul fitri telah tiba maka sudah semestinya saya menyampaikan permintaan maaf mungkin jika selama ini telah berbuat hal-hal yang tidak menyenanagkan atau menyakitkan pembaca blog ini. Alhamdulillah, kali ini saya sudah sampai di Surabaya lagi yang mana sebelumnya mudik ke Madiun. Artinya saya juga sudah siap untuk melakukan optimasi Kenali dan Kunjungi Onjek Wisata di Pandeglang. Tahu kan, kemaren liburan bawa laptop segala ke Madiun, inginnya bisa optimasi dari sana, tapi gara-gara koneksi internet yang lemot jadi malas deh so liburan saya prgunakan untuk kegiatan-kegiatan yang lain. Memang sedih juga saat liburan kemaren muncul banyak ide untuk mengoptimasi Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang tapi nggak bisa diterapkan saat itu karena internet lemot tadi. Ya sudahlah, sekarang mulai berusaha untuk mengoptimasi. Biar lambat asal selamat eh…menang dink :d. Memang seeh lawan-lawan saat ini sangat tangguh, saya masih baru mampu di posisi 50-an. Entah dalam waktu yang tersisa ini saya mampu mengejar apa nggak ? Harapannya seeh bisa mengejar biar dapat laptop buat hadiah untuk istri tercinta saya :d. Dukung dong saya di Kenali dan Kunjungi Onjek Wisata di Pandeglang. Apa sih Objek Wisata di pandeglang itu ? Berikut ini silakan baca dengan seksama semoga bermanfaat bag anda. Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang Objek Wisata Pantai Pandeglang terkenal dengan objek wisata baharinya. Diantara sekian banyak objek wisata bahari berikut adalah diantaranya Pantai Carita, Pantai Bama dan pantai Ciputih. Pantai-pantai tersebut sangat menarik hati para pelancong dari berbagai daerah karena keindahannya. Pantai Carita Objek Wisata bahari Pantai Carita yang berlatar belakang pegunungan yang berhutan memiliki material dasar bewarna putih. Jika anda akan mengunjungi Kawasan Sumur, Ciputih, kawasan Tanjung Lesung dan Taman Nasional Ujung Kulon maka anda akan mengetahui Pantai Carita ini karena di sana dibangun dermaga untuk kapal-kapal yang akan digunakan menuju ke objek wisata tersebut. Pantai Bama Jika anda tertarik dengan wisata bawah laut maka maka berbahagialah di pantai bama sedang dipersiapkan untuk tujuan wisata bawah laut. Pantai Ciputih Sebagaimana namanya Ciputih di kawasan ini anda dapat menemukan banyak pantai yang berpasir putih. Sebut saja diantara pantai tersebut adalah pantai Muara baru Tanjungan, pantai Legon, pantai Dadap Langun, Pantai Sumur, dan pantai Ciputih itu sendiri. Anda juga akan di hadapkan pada pulau-pulau kecil yang sangat menarik hati para pengunjung. Ada pulau Badur, pulau Mangir, Pulau Oar dan lainnya. Objek Wisata Pemandian Kalau anda ke Pandeglang, anda akan disuguhi banyak peemandian alami nan indah dan memikat hati. Jika anda kesana tentu anda akan terpikat dan mungkin akan ketagihan untuk berkunjung kesana lagi. Berikut ini beberapa pemandian yang dimaksud : Pemandian Cikoromoy, pmandian air panas belerang Cisolong, pmandian alam citaman, dan lain-lain. Pemandian-pemandian tersebut banyak yang mengandung belerang sehingga hangat dan baik untuk kesehatan anda. Oh iya di sekitar pemandian tersebut anda akan banyak mendapati berbagai macam keindahan alam. Pandeglang memang kaya akan objek wisata, selain objek wisata di atas anda dapat juga untuk mampir ke kawasan wisata Tanjung Lesung di pandeglang. Anda bisa menikmati keindahan akan hijaunya alam. Disana juga tersedia hotel yang memiliki fasilitas sangat memuaskan. Di Pandeglang akan ditemui pula air terjun nan memukau seperti Curug Gendang yang letaknya berdekatan dengan pantai Carita. Selain itu anda juga dapat menemukan wisata pegunungan yang begitu menarik yaitu wisaat gunung karang. Oh iya yang tak boleh terlupakan adalah taman nasional yang terkenal yaitu Taman Nasional Ujung Kulon. Dimana anda bisa melihat beberapa hewan satwa langka yang saat ini sudah hampir punah seperti Badak Jawa. Ada juga Flora dan Fauna langka disana. Jika anda ada uang dan waktu senggang jangan lupakan untuk menyempatkan diri berkunjung ke Pandeglang. Oh iya jika anda berkesempatan kesana jangan lupa untuk mencicipi lezatnya Sate Kerbau Cikadueun. Rasakan kelezatan makanan disana dengan suasana yang sangat sederhana namun begitu menggoyang lidah anda. Jika anda ke pasar Pandeglang anda juga jangan lupa mampir untuk mencicipi enaknya Nasi Uduk mak Ijah. Namun anda hanya bisa menikmati nasi uduk Mak Ijah di malam hari :( Baiklah jika anda ingin tau lebih banyak lagi silakan baca informasi lengkap di www.cintapandeglang.com. Disana anda juga bisa mendapatkan informasi hotel dan restoran di Pandeglang. Oke sekian saja sedikit ulasan saya tentang Objek Wisata di Pandeglang, dan mulai sekarang Kenali dan Kunjungi Onjek Wisata di Pandeglang.

Sabtu, 09 Juli 2011

Welcome to the Carita Beach Hotel . . . . . .

Berkunjung ke Pantai Carita di daerah Pandeglang propinsi Banten punya cerita tersendiri. Kawasan yang dekat dengan Gunung Krakatau ini lebih bersih dari Pantai Kuta di Bali. Perjalanan dari Jakarta sekitar 2,5 jam jika melewati jalan tol. Berbagai macam fenomena alam dapat Anda saksikan dari sini seperti : Lazuard matahari terbit dan terbenam, letusan Anak Gunung Krakatau saat aktivitas pertumbuhannya meningkat, juga gemerlap plankton bagai kilauan permata di biru permadani laut saat bulan purnama adalah beberapa bagian sajian alam yang dapat Anda saksikan laksana simphony nature di sepanjang Pantai Anyer, Carita. Terletak di bibir Selat Sunda Tanah Jawa bagian Barat, dengan hamparan pasir putih dan barisan pohon pantai nan rindang merupakan salah satu keunggulan Pantai Carita. Tak salah lagi kalau banyak turis domestik maupun turis mancanegara yang berkunjung di Pantai Carita ini, apalagi didukung dengan penginapan hotel seperti: Carita Bay Resort atau dahulu dikenal dengan sebutan Kondominium Pantai Carita (Lippo Carita Resort), Hotel Mutiara Carita Cottages, Wira Carita Hotel, Desiana Cottages, Krakatau Surf, Sunset View Hotel, Rakata Hotel yang begitu nyaman dengan view pantai disekitarnya. liburan, villa di carita, cottage, cottage di carita, cottage di pantai carita, cottage pantai caritaDi sini Anda diberikan kebebasan untuk berenang langsung di Pantai. Dengan ombak yang kecil, setiap pengunjung dapat berenang dengan aman dan nyaman. Sangat mengasikan. Bagi yang ingin berenang menggunakan papan pelampung, di tempat ini banyak tersedia matras selancar dengan harga yang amat merakyat. Cukup mengeluarkan satu lembar uang lima ribuan rupiah, Anda bisa menggunakan sepuasnya. Sungguh menyenangkan jika berenang menggunakan matras selancar ini, meluncur di atas air dengan santai sambil menikmati alunan gelombang kecil sepanjang Pantai. Jika obak datang, Anda hanya perlu terlungkup di atas matra dan byurrrr..., matras yang terbawa dorongan ombak ke tepian Pantai. Wah sungguh mengasikkan dech..., seakan tidak ingin berhenti berenang. Setelah Anda puas berenang dan terminum sedikit asinnya air laut, Anda bisa mencoba beberapa permainan lain yang lebih menantang. Permainan pertama yang Anda bisa coba adalah Jetski yang mirip seperti motor dengan mengeluarkan biaya sebesar Rp. 250.000, untuk satu kali penyewaan selama 15 menit. Hmm..., lumayan juga sich mengeluarkan biaya sebesar itu, tetapi semua terbayar dengan kenikmatan dan tantangan permainan itu. Sebelumnya, Anda akan diberi tahu terlebuh dahulu bagaimana cara menghidupkan dan mengemudikan Jetski jangan sampai Anda kewalahan jika terjadi sesuatu pada saat kita menjalankannya. Setelah memahami semua instruksinya Anda bisa memakai jaket pelampung dan mulai menghidupkan mesin. Jetski pun mulai hidup serta jalan perlahan, pelan-kencangnya laju Jetski tergantung kepada tangan kita yang menarik gas, ingin pelan atau kencang. carita bay resort, lippo carita resort, kondominium pantai carita, condominium, carita hotel, lippo carita condominium, villa lippo caritaPermainan lainnya adalah Banana Boat (balon mirip pisang raksasa yang di tarik oleh perahu motor) dimana Anda dibuat tegang oleh permainan ini karena jalannya yang sengaja dibuat meliuk-liuk, dan terkadang juga ditarik dengan kecepatan kencang tiba-tiba sehingga banyak penumpang Banana Boat yang terjatuh ke air berkali-kali. Anda tidak perlu takut jika tercebut ke air, karena jaket yang Anda gunakan membuat tubuh ini mengambang di air. hotel anyer carita, anyer carita, wisata anyer caritaSetelah Anda puas dengan permainan-permainan yang menantang dan mengasikkan Anda bisa memesan kelapa muda setelah bermain dan beberapa kali terminum air laut yang asi. Harga satu buah kelapa muda yang siap minum hanya Rp. 6.000,-. Selain itu, bagi Anda yang suka ditato, disini juga ada biang pembuat tatonya loh... Harganya pun relatif murah, mulai dari Rp. 5.000,- s/d Rp. 50.000,- tergantung besar kecilnya tato yang kita inginkan. Ini hanya temporary tato. Jadi hanya dalam dua minggu tato itu akan luntur dan hilang untuk selamanya.

Rabu, 05 Mei 2010

Surga Dunia di Karimun Jawa

karimunjawaMendengar kata pantai dan laut, pasti yang terlintas di pikiran anda adalah Bali, tetapi tanpa kita sadari masih banyak pantai dan laut di Indonesia yang belum tersentuh oleh tangan-tangan usil manusia, dan masih terjaga kelestariannya. Karimun Jawa, dengan keindahan pemandangan yang luar biasa, serta laut dan pantainya yang mengundang decak kagum, menyuguhkan wisata-wisata alam seru yang tidak kalah dari pulau dewata. Karimun Jawa merupakan kawasan pantai yang terdiri dari 27 pulau kecil di selatan Pulau Jawa. Keindahan Karimun Jawa membuat kawasan ini dijadikan cagar alam atau taman nasional yang dilindungi oleh pemerintah. Banyak orang yang ingin menghilangkan kepenatan kehidupan kota dengan mengunjungi pantai-pantai yang indah, Karimun Jawa tentu saja bisa menjadi salah satu pilihan yang sangat pas. Wisata-wisata yang ditawarkan memiliki perbedaan yang khusus dari wisata pantai lainnya. Wisata laut Karimun Jawa memang cocok sebagai tempat untuk melepas stres, apalagi bagi Anda petualang sejati, karena di tempat ini banyak sekali wisata laut yang sangat menarik untuk dicoba. Wreck Dive Bagi Anda penggemar diving dan mempunyai jiwa avonturir, disarankan untuk mencoba wisata selam yang satu ini. Berbagai ketegangan akan Anda temukan dalam sekejap. Ketika Anda mulai menyelam Anda bahkan akan disambut oleh bangkai kapal yang telah lama karam di bawah permukaan laut. Suasananya terasa sangat sunyi dan misterius, pilar-pilar besi kapal terlihat berkarat seiring berjalannya waktu, lalu banyak juga terumbu karang (soft coral) berwarna-warni yang sangat indah berjuang untuk hidup dan tumbuh terus. Bangkai kapal ini terlihat terbelah dua, layaknya bangkai kapal dalam film Titanic yang kemegahannya terkenal di seluruh penjuru dunia. Panjang kapal itu hampir menyamai kapal-kapal fery yang ada di Indonesia. Saat melakukan diving dan melihat bangkai kapal di bawah permukaan laut, Anda akan merasa seperti Kate Hudson dan Matthew McConaughey dalam film Fool’s Gold saat mereka mencari harta karun. Wow! Yang lebih menarik lagi, selain ber-diving ria dan menaklukkan berbagai tantangan, Anda juga bisa mendapatkan pengetahuan sejarah tentang Indonesia. Konon sebuah kapal pengangkut batu bara milik armada Belanda karam di perairan tersebut sekitar 60 tahun silam. Cerita yang beredar menyebutkan kapal tersebut karam karena sang nahkoda menyangka Kepulauan Karimun Jawa adalah pesisir pantai Semarang, Jawa Tengah. Dasar pantai-pantai di Karimun Jawa yang relatif rendah membuat kapal tersebut kandas dan akhirnya karam. Wreck dive ini terdapat di Pulau Kemojan, salah satu dari 27 pulau yang terdapat di Karimun Jawa. Jangan lewatkan tantangan yang satu ini, cause it’s full of challenge! Penangkaran Hiu Setelah melewati ketegangan wreck dive di Pulau Kemojan, melanjutkan wisata petualangan dengan berlayar ke Pulau Menjangan yang menyuguhkan ketegangan lain akan menjadi pengalaman yang tak kalah serunya. Ingin tahu rasanya berhadapan langsung dengan ikan hiu? Hewan laut yang satu ini memang menyeramkan tapi kesempatan langka ini pantang dilewatkan. Pulau Menjangan mempunyai sebuah penangkaran ikan hiu. Rasanya sangat menarik melihat ikan hiu yang terkenal sangat ganas tersebut berada di depan mata kita. Bahkan tidak hanya melihat, bagi Anda yang punya keberanian, cobalah memacu adrenalin dengan berenang bersama ikan bergigi tajam tersebut. Tetapi jangan khawatir, ada pemandu yang akan menemani Anda. Untuk beberapa saat Anda bisa menjadi sahabat ikan hiu. Sangat menarik bukan bercengkrama dengan ikan-ikan predator tersebut. Don’t Miss It! Banyak kegiatan lain yang bisa Anda lakukan untuk mengisi liburan di Karimun Jawa. Try it yourself! * Berlayar, selancar air, dan ski air, Pulau yang terdapat di Karimun Jawa sangat banyak, Anda bisa memilih salah satu pulau untuk melakukan berbagai wisata air. Kegiatan seperti berlayar, selancar air, dan ski air pas untuk di coba. Kepuasan yang Anda dapatkan tidak kalah menyenangkan dari tempat wisata laut lainnya. * Berjemur di pasir putih, Jangan buru-buru ke Miami untuk berjemur! Cukup ke Karimun Jawa dan Anda bisa menikmati paparan sinar matahari di atas pasir putih sambil mengamati pemandangan memukau pulau ini. * Snorkling, Bagi Anda penikmat alam bawah laut, maka agenda wajib selanjutnya adalah snorkling di kawasan Pulau Menjangan yang terkenal akan terumbu karang berwarna-warni dan ikan-ikan cantik yang menghuninya * Festival Durian pada bulan Januari/Maret di Jepara * Liburan ke Karimun Jawa, jangan lupa untuk mampir ke Jepara, khususnya bagi anda penggemar Durian. Taste this sweet and delicious fruit! How to get there? * Dari Semarang, Anda bisa menggunakan bis yang akan memakan waktu selama 1,5 jam. * Dari Jepara (Pelabuhan Kartini) menuju Karimun Jawa, Anda bisa naik fery/kapal motor dengan lama perjalanan kurang lebih enam jam. Transportasi ini hanya ada satu kali dalam seminggu (Senin).

Senin, 03 Mei 2010

Wisata Bahari Mempelajari Sejarah sambil Rekreasi

Kepulauan Seribu, Sinar Harapan Mempelajari sejarah tidak harus dilakukan dengan cara membaca buku setebal ratusan halaman, atau dengan mendengarkan uraian yang membosankan. Sebaliknya, sejarah bisa dipelajari dengan cara yang menarik, bahkan rekreasional. Salah satunya, melalui wisata sejarah. Menarik minat masyarakat terhadap sejarah melalui paket-paket wisata sebenarnya sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Dipelopori Wisata Kampoeng Tua, sederetan paket sejenis kemudian bermunculan, antara lain Wisata Malam Museum Sejarah Jakarta, dan Wisata Malam Museum Prasasti. Kini, deretan paket wisata sejarah itu bertambah panjang dengan munculnya sebuah paket wisata sejarah baru bertajuk Wisata Bahari. Sesuai namanya, paket wisata yang diadakan oleh Komunitas Peduli Sejarah dan Budaya Indonesia (KPSBI-Historia) itu memperkenalkan kepada masyarakat sejumlah tempat peninggalan sejarah yang tersebar di laut, yakni di Kepulauan Seribu. Sabtu (8/5), pukul 07.00 WIB, para peserta yang berjumlah sekitar 60 orang sudah berkumpul di sekitar dermaga Pantai Mutiara, Pluit. KLM Putra Bugis, kapal phinisi yang akan digunakan untuk Wisata Bahari, sudah menunggu di dermaga. Menurut rencana, hari itu kami akan mengunjungi lima pulau bersejarah di Kepulauan Seribu, yaitu Onrust, Edam, Cipir, Kelor dan Pulau Bidadari. Sekitar pukul 08.30 WIB, kapal mulai melaju pelan (kecepatan lima knot) ke arah Pulau Edam, yang menjadi tujuan pertama. Sayang, angin tak bertiup sehingga para peserta tak sempat merasakan perjalanan dengan layar, laiknya pelayaran dengan phinisi yang sesungguhnya. Meskipun demikian, cuaca pagi yang cerah dan masih terasa sejuk membuat perjalanan terasa nyaman. Para peserta juga lebih memilih duduk di geladak penumpang, meskipun sebenarnya di palka tersedia ruang duduk dan dua ruang tidur yang sejuk oleh AC. Peninggalan Sejarah Kurang lebih tiga jam perjalanan, kami tiba di Pulau Edam, pulau yang oleh penduduk sekitar juga disebut sebagai Pulau Damar Besar karena banyak ditumbuhi pohon damar. Di Pulau Edam, terdapat sejumlah peninggalan sejarah antara lain benteng-benteng bawah tanah dan sebuah mercusuar yang seluruhnya terbuat dari besi plat. Begitu merapat, kami berjalan menyusuri jalan setapak menuju ke benteng bawah tanah, yang terletak di pantai timur pulau. Bagi peserta, perjalanan singkat itu cukup asyik karena hutan yang terdapat di sisi kiri dan kanan hutan masih cukup rapat, sehingga suasana yang dirasakan peserta benar-benar berbeda dengan suasana sehari-hari di Jakarta. Ketika melalui reruntuhan sejumlah bangunan yang pada tahun 1960-an digunakan oleh TNI AL untuk berlatih, hampir seluruh peserta asyik memotret. Akibatnya, panitia cukup sibuk menjaga agar peserta tak tercerai berai, karena banyak peserta yang menyimpang keluar dari jalur, sementara jalur yang ada tak begitu jelas karena lama tak digunakan. Benteng yang ada di Pulau Edam mirip dengan bunker bawah tanah. Bagian benteng yang ada di atas permukaan tanah berbentuk lingkaran berdiameter 10 meter, dan dikelilingi dua tembok. Kondisinya relatif masih utuh. Hanya saja, ruang bawah tanah benteng tak bisa lagi dimasuki, karena tertutup tanah dan akar. Tetapi, yang lebih menarik dari Pulau Edam barangkali adalah mercusuarnya. Mercusuar yang dibangun pada tahun 1879 – 1881 itu dibangun untuk mempermudah perjalanan kapal-kapal yang mau masuk ke Pelabuhan Tanjung Priok. Tingginya 60 meter, dan seluruh bagiannya terbuat dari besi plat (iron cast). Sjouke Ridje, salah seorang peserta wisata yang berasal dari Belanda, mengatakan bahwa mercusuar kuno seperti itu sudah sangat jarang ditemui. ”Mungkin hanya tinggal beberapa saja di dunia. Di Indonesia saya baru lihat dua, di Anyer dan di sini. Sedangkan di Belanda hanya tinggal satu, yaitu di Egmond,” ujar Sjouke, sambil mengagumi sekrup-sekrup besar yang menyatukan plat-plat besi menjadi dinding mercusuar. Puas melihat peninggalan sejarah yang ada di Pulau Edam, kapal kemudian bertolak ke Pulau Bidadari untuk makan siang, dan melihat benteng martello (benteng berbentuk setengah lingkaran) yang dibangun VOC pada tahun 1850 untuk mempertahankan Jakarta dari laut. Benteng itu kini kondisinya rusak berat, dan tinggal puing. Selain terkena ledakan Krakatau pada tahun 1883, benteng itu juga sempat dijarah massa pada tahun 1960-an. Kondisi rusak peninggalan-peninggalan sejarah itu ternyata juga ditemui di pulau-pulau lain yang kami kunjungi kemudian. Benteng, bangunan bekas tempat penjara dan penampungan para penderita penyakit menular serta makam-makam Belanda yang terdapat di Pulau Kelor, Cipir dan Onrust, semuanya berada dalam kondisi rusak. Hal itu sangat disayangkan, karena sebenarnya nilai sejarah bangunan-bangunan tua itu sangat tinggi. Kepulauan Seribu pada abad ke-17 dan ke-18 adalah pintu gerbang menuju Batavia. Meskipun demikian, hampir seluruh peserta wisata merasa puas. Hanya saja, sebagian peserta mengusulkan agar lain kali, tujuan wisata tidak ditetapkan terlalu banyak, sehingga peserta memiliki kesempatan lebih besar untuk melihat-lihat peninggalan yang ada di sebuah pulau. ”Pulau yang dikunjungi tak perlu terlalu banyak, mungkin hanya dua atau tiga pulau saja, tapi kita bisa melihat-lihat lebih lama. Jadi kan lebih puas. Selain itu, kalau bisa pulaunya dipilih yang masih dipenuhi hutan seperti Pulau Edam. Kan lebih asyik,” ujar Lola, mahasiswa ITB yang menjadi salah satu peserta wisata. Belajar sejarah memang tak perlu dengan kening berkerut. Sambil berwisata pun, banyak pelajaran yang bisa diambil. Asyik kan?

Selasa, 02 Februari 2010

Wisata Kuliner dan Shopping Distro Tebet Utara

Anda pasti sudah dengar kawasan Tebet Utara yang dua tahun belakangan ini semakin marak dengan pertumbuhan cafe dan distro (distribution outlet). Pada mulanya hanya ada dua distro dan 2 cafe kecil-kecilan di jalan yang sejak dulu sudah menjadi jalan utama menuju ke kawasan Tebet dalam. Karena potensi arus yang cukup tinggi itu pulalah mengakibatkan banyak pengusaha cafe dan distro melakukan investasi di jalan Tebet Utara ini. Tak heran beberapa rumah telah berubah fungsi menjadi tempat usaha. Di mulai dari sudut jalan di mana Dunkin Donuts sudah lebih dahulu memulai usaha di sana. Kemudian ada Burger dan Hotdogs dengan brand De’Jons. Di seberangnya terdapat beberapa distro yang menjual pakaian sisa export atau dikenal dengan barang factory outlet. Sudah lebih dari 6 bulan terakhir muncul pula 2 cafe baru yang cukup menjadi landmark jalan Tebet Utara ini yaitu Burger & Grill dan di seberang Cafe Komik. Entah kenapa yang di seberangnya dinamakan Cafe Komik, penulis belum tuntas mencari tahu mengenai asal mula penamaannya itu. Burger & Grill Setelah berkali-kali melewati daerah yang kerap macet khususnya di atas pukul 18.00 WIB saya menyempatkan diri berkunjung ke Burger & Grill yang lebih dikenal dengan B&G, pada hari Senin sore karena cukup sepi dari pengunjung. Tidak seperti di kala hari Sabtu Minggu di mana tempat ini dijadikan tempat nongkrong anak muda kawasan Jakarta Selatan. Interior Burger & Grill yang tampil cukup menonjol dengan warna kuning terang serta brand Burger & Grill terbuat dari neon sign yang sangat mencolok mata membuat cafe Burger & Grill tampak paling menonjol di penggal jalan ini. Menu Bervariasi dan Harga Terjangkau Di buku menu pada halaman depannya tampak slogan B & G,”Siapa bilang Hamburger Enak Harus Mahal”. Kalau dengan membaca itu Anda pikir bahwa B&G hanya menyediakan burger maka anda keliru karena menurut apa yang disodorkan melalui menu ada beragam makanan yang disediakan antara lain sandwich (berkisar Rp 10-15 ribu), steak (Rp 34-46 ribu), ayam bakar (Rp 14 ribu). Dan yang unik dari menu B&G adalah makanan bakar seperti spaghetti bakar (Rp 18 ribu), sop buntut bakar, iga bakar (Rp 29 ribu). Dan tentu saja menu unggulannya, hamburger (Rp 7-11 ribu). Untuk minuman tersedia cukup komplit mulai dari soft drink, rupa-rupa juice, serta beragam minuman ice coffee olahan lainnya. Dari pilihan menu saya sudah penasaran banget untuk mencoba sop buntut bakar. Walaupun bukan penggemar daging saya tidak ingin melewatkan begitu saja untuk mencobai menu yang terdengar sangat eksotis ini. Hampir sama dengan sop buntut goreng yang mulai lazim di mana-mana, sop buntut bakar ini dagingnya dibakar dan disajikan terpisah dari kuahnya. Rasanya betul-betul memuaskan dan sangat direkomendasikan. Satu keunikan lain adalah, kebanyakan pengunjung cafe adalah pasangan muda. Tampaknya tempat ini memang dijadikan sasaran rendevouz yang murah meriah. Selesai makan anda masih bisa cuci mata dan shopping di distro-distro yang dipenuhi ABG berpasangan memadati sepanjang jalan. Penasaran? Silahkan mampir ke Tebet Utara.

Rabu, 13 Januari 2010

Rumah Bayi Al Qur'an Jadi Lokasi 'Wisata'

VIVAnews - Ali Yakubov, balita sembilan bulan dengan tulisan Al Qur'an di tubuhnya, mengundang perhatian warga. Rumahnya kini selalu ramai didatangi peziarah. Seperti ditulis laman abcnews.com, Jumat 23 Oktober 2009, sedikitnya 2 ribu orang mendatangi kediaman Ali Yakubov di selatan Dagestan, Rusia. Jumlah mereka yang datang itu mencapai hingga ribuan. Bahkan, mereka datang hampir setiap hari ke kota kecil Kizlyar, untuk menemui keluarga 'ajaib' yang dinilai ramah itu. Untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, kedatangan peziarah dan kelompok masyarakat lainnya itu mendapat pengawalan polisi setempat. Polisi setempat bahkan tetap berjaga selama para pengunjung dan pemimpin muslim memanjatkan doa dan mengambil gambar Yakubov. "Faktanya, keajaiban sedang terjadi. Ini adalah pertanda bagi seluruh saudara kita menuju perdamaian," kata pemimpin umat di Kizlyar, Sagid Murtazaliyev. Tulisan berbahasa Arab pada kulit Yakubov sendiri masih dinilai kontroversial. Diagnosa tim dokter terpecah. Ada yang tidak itu sebagai keajaiban relijius. Malah, sebagian dokter berkesimpulan tulisan itu dibuat dari campuran lada dan garam. Salah satu yang meragukan fenomena itu adalah Ludmila Luss, seorang dokter lokal. Ia percaya tulisan Al Quran di kulit bayi itu dilakukan oleh kedua orang tua bayi tersebut. "Kemungkinan orang tua bayi itu membuat iritasi kulit pada bayi itu dengan lada dan garam. Hal itu memicu pembengkakan kulit dan menimbulkan jejak merah berupa huruf Arab," ujar Ludmila seperti dikutip harian Pravda.

Selasa, 12 Januari 2010

Banten Lama, Lebih dari Sekadar Wisata Ziarah

Ratusan bahkan Ribuan manusia di Kompleks Masjid Agung Banten Lama menjadi pemandangan yang biasa terlihat pada setiap hari-hari besar agama Islam. Kompleks peninggalan Kesultanan Islam Banten memang lebih dikenal sebagai tempat berziarah. Banten Lama menyimpan banyak cerita sejarah, tak sekadar tempat wisata ziarah. Memasuki pintu gerbang situs Banten Lama di Desa Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, sepintas terasa terbawa ke cerita masa lalu. Masa di mana Kesultanan Banten mengalami kejayaan pada abad XVI-XVIII Masehi. Sisa bangunan tua mulai terlihat menyembul di antara rumpun padi di sebelah kiri jalan masuk. Bangunan itu merupakan sisa gapura Gedong Ijo, tempat tinggal para perwira kerajaan. Melaju beberapa meter dari gerbang, puing-puing reruntuhan bangunan besar mulai terlihat. Itulah Keraton Surosowan, kediaman para sultan Banten, dari Sultan Maulana Hasanudin pada tahun 1552 hingga Sultan Haji yang memerintah pada 1672-1687. Semula, bangunan keraton yang seluas hampir 4 hektar itu bernama Kedaton Pakuwan. Terbuat dari tumpukan batu bata merah dan batu karang, dengan ubin berbentuk belah ketupat berwarna merah. Sisa bangunan yang kini masih bisa dinikmati adalah benteng setinggi 0,5-2 meter yang mengelilingi keraton dan sisa fondasi ruangan. Sisa pintu masuk utama di sisi utara kini tinggal tumpukan batu bata merah dan bongkahan batu karang yang menghitam. Bangunan kolam persegi empat di tengah keraton merupakan pemandangan lain yang ada di dalam benteng. Menurut catatan sejarah, puing itu merupakan bekas kolam Rara Denok, pemandian para putri. Di bagian belakang atau di sisi selatan, terlihat pula sisa bangunan berbentuk kolam menempel pada benteng. Dahulu, kolam itu digunakan sebagai pemandian pria-pria kerajaan, yang disebut Pancuran Mas. Air yang dialirkan ke kolam Rara Denok dan Pancuran Mas berasal dari mata air Tasik Ardi, sebuah danau buatan yang berjarak sekitar 2,5 kilometer di sebelah selatan atau tepatnya barat daya keraton. Disalurkan ke keraton dengan menggunakan pipa yang terbuat dari tanah liat. Sebelum masuk keraton, air dari Tasik Ardi harus melalui tiga kali proses penyaringan. Bangunan penyaringan itu disebut Pangindelan Abang, Pangindelan Putih, dan Pangindelan Mas. Saat ini lokasi Tasik Ardi masuk dalam wilayah Desa Margasana, Kecamatan Kramatwatu,Kabupaten Serang, yang dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi. Sementara itu, tiga bangunan pangindelan masih bisa dilihat di Jalan Purbakala, antara Keraton Surosowan dan Tasik Ardi. Sayangnya, sekarang jalan ini hanya bisa dilintasi sepeda karena warga masih menggunakan tempat itu sebagai jalan air di tengah persawahan.{mospagebreak} Di sudut sebelah barat terlihat sebuah bangunan menyerupai cincin. Tempat itu disebut ruang Pasepen, yang digunakan sebagai tempat sultan beribadah. Bangunan keraton ini pertama kali dihancurkan pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa pada 1680. Keraton dibumihanguskan saat Kesultanan Banten berperang melawan penjajah Belanda. Simbol kebesaran kerajaan Islam Banten itu kembali dihancurkan pada 1813. Ketika itu, Gubernur Jenderal Hindia-Belanda Herman Daendels memerintahkan pasukannya untuk menghancurkan keraton karena Sultan Rafiudin (sultan terakhir Kerajaan Banten) tak mau tunduk pada perintah Belanda. Reruntuhan bangunan keraton juga terlihat di bagian selatan Keraton Surosowan. Pada bagian depan terpancang papan bertuliskan ”Situs Keraton Kaibon”, dengan luas sekitar 2 hektar. Keraton ini dibangun pada 1815 sebagai tempat tinggal Ratu Aisyah, ibu Sultan Muhammad Rafiuddin yang menjabat sebagai pemimpin pemerintahan karena putranya masih berusia lima tahun. Bangunan bersejarah lain yang bisa dinikmati adalah Jembatan Rante, yang terletak di depan Keraton Surosowan, tepatnya di sebelah utara Masjid Agung Banten Lama. Jembatan hidraulis itu berdiri di atas kanal yang saat ini sudah menyempit dan berubah fungsi menjadi kubangan air. Dahulu Jembatan Rante digunakan sebagai tempat pemeriksaan kapal-kapal yang keluar-masuk keraton. Jembatan ini akan terangkat jika ada kapal yang lewat dan akan kembali rata setelah kapal berlalu. Salah satu bangunan yang masih berdiri kokoh adalah Masjid Agung Banten Lama, berikut menara setinggi 23 meter. Masjid inilah yang paling terkenal di Situs Banten Lama dan selalu penuh sesak oleh para peziarah, terutama pada peringatan hari-hari besar Islam. Wihara Avalokitesvara Bukan hanya bangunan masjid, Kesultanan Islam Banten juga menyisakan bangunan wihara Buddha atau klenteng China. Disebelah barat daya Surosowan berdiri Wihara Avalokitesvara, yang dibangun pada 1652. Bangunan wihara ini merupakan peninggalan Sultan Syarief Hidayatullah, yang menikahi seorang putri China saat sang putri bertandang ke Pelabuhan Banten. Wihara dibangun sebagai tempat peribadatan para pengikut putri China, yang kemudian tinggal di Banten Lama. Saat ini, Wihara Alokitesvara merupakan salah satu wihara tertua di Indonesia, yang kerap dibanjiri peziarah karena terdapat altar Kwan Im Hut Cou atau Dewi Kwan Im. Dewi Kwan Im dipercaya sebagai dewi yang penuh welas asih, yang diyakini sering menolong manusia saat dihadapkan pada berbagai kesulitan. Selain itu, di dalam wihara juga terdapat 15 altar, seperti altar Thian Kong yang berarti Tuhan Yang Maha Esa dan Sam Kai Kong atau penguasa tiga alam. Setiap tahun wihara di Kampung Kasunyatan, Desa Banten, ini selalu dipadati puluhan ribu pemeluk Buddha dari banyak daerah di Indonesia, Belanda, Jerman, dan Thailand. Mereka datang, terutama, pada peringatan Lak Gwe Cap Kau, saat Dewi Kwan Im mendapatkan kesempurnaan. Terlepas dari itu, berdirinya wihara di kompleks kerajaan Islam bisa menunjukkan tingginya toleransi antarumat beragamapada masa itu. Warga yang berbeda agama bisa hidup berdampingan dengan harmonis di kota tua tersebut. Untuk melihat dengan jelas sisa-sisa peninggalan Kesultanan Banten, Museum Kepurbakalaan Banten Lama bisa menjadi tujuan kunjungan. Gambar peta dunia yang dibuat dengan tulisan tangan juga terpampang di sana. Demikian pula gambar Kiayi Ngabehi Wirapraja dan Kiayi Abi Yahya Sandara, dua Duta Besar Kesultanan Banten untuk Inggris. Itu menunjukkan majunya pemikiran para sultan karena mengerti pentingnya diplomasi. Koleksi mata uang dan pecahan keramik dari sejumlah negara juga disimpan di museum tersebut. Itu merupakan bukti bahwa Kerajaan Banten memiliki bandar besar, tempat persinggahan dan transaksi perdagangan internasional. Bandar Banten dikunjungi para pedagang dari Gujarat (India), China, Melayu, Persia, dan Eropa. Tidak perlu biaya mahal untuk menikmati sisa keindahan dan cerita kejayaan Kesultanan Islam Banten. Cukup membayar Rp 1.000, pengunjung sudah dapat mengantongi tiket untuk menjelajahi museum seluas 1.000 meter persegi.